Lihai Menembus Macet, Cerita Orang-orang yang Ikhlas Kawal Ambulans Covid Demi Kemanusiaan

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Selasa, 10 Agustus 2021 | 16:40 WIB
Lihai Menembus Macet, Cerita Orang-orang yang Ikhlas Kawal Ambulans Covid Demi Kemanusiaan
Anggota Patwal Ambulance Depok (P.A.D.E), komunitas yang secara sukarela mengawal mobil ambulans yang membawa pasien termasuk yang terpapar Covid-19.

Suara.com - Mobil ambulans, dalam beberapa waktu ke belakang, menjadi semacam penanda jika setiap harinya, kasus positif maupun kematian akibat Covid-19 masih terjadi. Termutakhir, pada Senin (9/8/2021) kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 20.709 orang, sehingga total kasus telah menembus 3.686.740 orang.

Dari jumlah itu, terdapat pula tambahan 1.475 orang meninggal dunia. Sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 menjadi 108.571 jiwa meninggal dunia.

Tentunya, jalan raya di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya sangat tidak ramah bagi mobil ambulans. Meski masuk dalam kategori kendaraan prioritas, tak jarang mobil ambulas kerap terjebak macet dan terhambat menuju tempat tujuan, misalnya rumah sakit atau Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Fenomena tersebut memancing sekelompok pemuda untuk membikin satu gerakan yang bergerak di ranah pengawalan mobil ambulans. Suara.com pun mendapat kesempatan bertemu gerakan relawan pengawalan mobil ambulans bernama Patwal Ambulance Depok (P.A.D.E).

Sebelum wabah Covid-19 melanda Tanah Air, gerakan kemanusiaan berupa pengawalan mobil ambulans sudah dilakukan oleh P.A.D.E. Berangkat dari sebuah keresahan mengenai kesulitan mobil ambulans kesulitan menembus kemacetan Ibu Kota, P.A.D.E resmi berdiri pada 14 Januari 2018 lalu.

Komunitas Patwal Ambulance Depok (P.A.D.E), pengawal ambulans. (Dokumentasi P.A.D.E)
Komunitas Patwal Ambulance Depok (P.A.D.E), pengawal ambulans. (Dokumentasi P.A.D.E)

"Melihat adanya kesadaran masyarakat akan ambulans yang melintas masih rendah, kadang terhambat di jalan karena kemacetan, jadi kurang kesadaran masyarakat, kami membikin perkumpulan relawan Patwal Ambulance Depok," ungkap Sank Putra Rochutomo (34) selaku Ketua Umum P.A.D.E saat dijumpai Suara.com, Senin (9/8/2021) malam.

Seiring melonjaknya kasus kematian akibat virus Corona, kerja-kerja sosial komunitas P.A.D.E tentunya semakin sibuk. Putra yang juga berprofesi sebagai sopir ambulans di RSU Aulia, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu mengungkapkan, dalam sehari, P.A.D.E bisa mengawal tiga sampai empat ambulans menuju TPU.

Rutenya pun beragam, terkadang personel P.A.D.E kerap mengawal ambulans menuju TPU di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat. Tak jarang, P.A.D.E juga turut mengawal ambulans menuju TPU khusus Covid-19 di Ibu Kota seperti TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur atau TPU Rorotan, Jakarta Utara.

"Sehari bisa tiga sampai empat rute. Paling sering ke TPU Tapos dan Cilangkap, itu di Depok. Kalau di Jakarta kami biasa ke TPU Pondok Ranggon sampai Rorotan juga," ungkap Putra.

Untuk teknis bagi masyarakat agar bisa mendapat pengawalan, kata Putra, tinggal mengirim pesan ke akun Instagram P.A.D.E. Nantinya, pesan tersebut akan diteruskan kepada personel atau relawan yang berjaga setiap saat.

"Jadi kami follow-up lalu kami share ke grup. Jadi ketika ada teman-teman yang sedang free atau senggang bisa turun untuk melakukan pengawalan," sambungnya.

Pemprov Riau dan Pemkot Pekanbaru mengerahkan 60 unit ambulans untuk menjemput pasien solasi mandiri. [Foto Riauonline]
Pemprov Riau dan Pemkot Pekanbaru mengerahkan 60 unit ambulans untuk menjemput pasien solasi mandiri. [Foto Riauonline]

Gratis

Pada kesempatan itu, Putra menyatakan jika jasa pengawalan ambulans dari P.A.D.E adalah gratis atau tanpa biaya. Kata dia, pihaknya tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada pihak keluarga atau pasien yang membutuhkan jasa pengawalan.

"Kami tidak pernah mematok tarif, tidak pernah meminta biaya sepeser pun untuk biaya pengawalan ambulans," ungkap dia.

Sejak sebelum pandemi Covid-19 berlangsung, P.A.D.E telah memberikan pengawalan teehadap ambulans secara cuma-cuma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asrama Haji Medan Jadi Isoter, Edy Rahmayadi: Gratis-Taati Aturan

Asrama Haji Medan Jadi Isoter, Edy Rahmayadi: Gratis-Taati Aturan

Sumut | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:03 WIB

Permintaan Ambulans dan Olah Limbah Medis Selter Meningkat, Jogja Dapat Tambahan Rp1,3 M

Permintaan Ambulans dan Olah Limbah Medis Selter Meningkat, Jogja Dapat Tambahan Rp1,3 M

Jogja | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:05 WIB

Perampok Petugas Ambulans COVID-19 Ditembak, Polisi Ultimatum Para Buronan

Perampok Petugas Ambulans COVID-19 Ditembak, Polisi Ultimatum Para Buronan

Lampung | Senin, 09 Agustus 2021 | 09:54 WIB

Percepat Mobilisasi Pasien Covid-19, Grup Astra Serahkan Ambulans ke BNPB

Percepat Mobilisasi Pasien Covid-19, Grup Astra Serahkan Ambulans ke BNPB

News | Minggu, 08 Agustus 2021 | 19:59 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB