Taliban Kuasai Kembali Afganistan, Anak-anak Ikut Jadi Korban Kekerasan

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:55 WIB
Taliban Kuasai Kembali Afganistan, Anak-anak Ikut Jadi Korban Kekerasan
anak-anak di Afganistan tak luput menjadi korban Taliban. [BBC]

Suara.com - Setidaknya 27 anak tewas di Afghanistan dalam tiga hari di tengah pertempuran sengit antara Taliban dan pasukan pemerintah, kata PBB.

Lembaga anak-anak PBB, Unicef, mengatakan mereka terkejut dengan "kekerasan parah terhadap anak-anak yang meningkat pesat".

Taliban menguasai banyak wilayah di Afghanistan setelah penarikan pasukan asing. Kelompok itu telah merebut enam ibu kota daerah sejak hari Jumat (06/09).

Mereka menolak seruan internasional untuk gencatan senjata.

Lebih dari 1.000 warga sipil terbunuh akibat konflik tersebut dalam satu bulan terakhir.

Dalam pernyataan pers pada Senin (09/09), Unicef mengatakan tindakan kekejaman yang dilakukan terhadap anak-anak "bertambah dari hari ke hari".

Angka 27 kematian anak dicatat di tiga provinsi - Kandahar, Khost, dan Paktia. Sekitar 136 anak lainnya terluka di wilayah-wilayah ini dalam tiga hari terakhir, kata Unicef.

"Afghanistan sudah lama menjadi salah satu tempat terburuk di Bumi bagi anak-anak namun dalam beberapa pekan terakhir dan, bahkan, 72 jam terakhir, itu telah menjadi lebih buruk lagi," kata Samantha Mort dari Unicef Afghanistan kepada BBC.

Anak-anak terbunuh dan terluka akibat bom-bom di pinggir jalan dan dalam baku tembak. Seorang ibu berkata kepada Unicef bahwa keluarganya sedang tidur ketika rumahnya dihantam pecahan peluru meriam, yang mengakibatkan kebakaran dan membuat putranya yang berusia 10 tahun mengalami "luka bakar yang mengerikan".

Banyak anak juga tidur di luar setelah mengungsi dari rumah mereka.

Unicef meminta kedua pihak yang berseteru untuk memastikan anak-anak dilindungi.

Kekerasan terus meningkat

Kekerasan meningkat di seluruh Afghanistan setelah pasukan asing yang dipimpin AS ditarik usai menjalankan operasi militer selama 20 tahun.

Taliban dengan cepat merangsek dan merebut sebagian besar daerah di pedesaan, dan sekarang menyasar kota-kota.

Taliban dilaporkan telah menguasai kota Kunduz di utara, dalam kemenangan mereka yang paling signifikan sejak Mei.

Kota berpopulasi 270.000 orang itu dianggap sebagai pintu gerbang menuju provinsi-provinsi di utara yang kaya akan mineral. Lokasinya strategis karena dekat perbatasan dengan Tajikistan, yang dimanfaatkan untuk menyelundupkan opium dan heroin.

Kunduz juga signifikan secara simbolis bagi Taliban karena merupakan benteng pertahanan penting di utara sebelum 2001. Para militan sempat dua kali menguasai kota itu pada 2015 dan 2016 namun tidak pernah mempertahankannya untuk waktu yang lama.

Pemerintah Afghanistan mengatakan pasukan keamanan masih bertempur di kota tersebut.

Kota Zaranj di barat daya merupakan ibu kota daerah pertama yang jatuh ke tangan Taliban dalam serangan besar-besaran.

Kota-kota Shebergan, Sar-e-Pul, Taloqan, dan Aybak di utara juga sekarang dilaporkan berada di bawah kendali Taliban.

Para pemberontak itu memasuki Aybak, ibu kota provinsi Samangan, tanpa perlawanan setelah para tetua masyarakat meminta supaya tidak ada lagi kekerasan di kota itu, kata deputi gubernur Sefatullah Samangani kepada kantor berita AFP.

"Gubernur menerima dan menarik semua pasukan dari kota itu," ujarnya.

Tolo News dan Shamshad TV juga melaporkan di Twitter bahwa pasukan Afghanistan telah mundur dari kota Aybak tanpa pertempuran. Belum ada pernyataan langsung dari pihak tentara.

Di tempat lain, pesawat-pesawat AS dan Afghanistan telah melancarkan serangan udara, yang belum berhasil menghentikan pergerakan Taliban namun pemerintah Afghan mengatakan puluhan kombatan dari kelompok itu telah tewas.

Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di Pul-e-Khumri dan Mazar-e-Sharif, pusat perdagangan di perbatasan dengan Uzbekistan. Para komandan tentara mengatakan mereka telah memukul mundur militan dari pinggiran kota.

Pada Senin pagi (09/09) ledakan keras terdengar di luar kantor polisi di kota Lashkar Gah di selatan, tempat pasukan pemerintah dan Taliban telah bertempur selama lebih dari seminggu.

Warga mengatakan sekitar 20 warga sipil tewas dalam dua hari terakhir, dan sebuah sekolah dan sebuah klinik hancur.

Perebutan sejumlah kota dan pertempuran sengit yang terus berlangsung di kota-kota lainnya telah mengakibatkan ribuan warga sipil mengungsi. Banyak keluarga, beberapa dengan anak-anak kecil dan perempuan hamil, meninggalkan rumah mereka dan pergi ke ibu kota, Kabul.

Departemen Pertahanan AS pada hari Senin mengatakan situasi keamanan di Afghanistan "tidak bergerak ke arah yang benar", namun pasukan keamanan Afghanistan mampu melawan Taliban.

"Ini adalah pasukan militer mereka, ini adalah ibu kota provinsi mereka, rakyat mereka sendiri yang mereka lindungi dan ini akan tergantung pada kepemimpinan yang sanggup mereka tunjukkan di sini pada saat ini," kata juru bicara Dephan AS John Kirby.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taliban Makin Ganas, Presiden AS Minta Afganistan Berjuang Sendiri

Taliban Makin Ganas, Presiden AS Minta Afganistan Berjuang Sendiri

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:54 WIB

Afghanistan Kembali Kacau Setelah AS Tarik Pasukan, Warga Sipil Dihantui Ketakutan

Afghanistan Kembali Kacau Setelah AS Tarik Pasukan, Warga Sipil Dihantui Ketakutan

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 12:33 WIB

Taliban Makin Menjadi, Kini Kuasai Daerah Paling 'Damai' di Afghanistan

Taliban Makin Menjadi, Kini Kuasai Daerah Paling 'Damai' di Afghanistan

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 11:22 WIB

Targetkan Media, Taliban Bunuh Manajer Radio di Afghanistan dan Culik Wartawan

Targetkan Media, Taliban Bunuh Manajer Radio di Afghanistan dan Culik Wartawan

Jatim | Senin, 09 Agustus 2021 | 16:21 WIB

Jurnalis Radio Afghanistan Tewas Ditembak Kelompok Taliban

Jurnalis Radio Afghanistan Tewas Ditembak Kelompok Taliban

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Taliban Dituduh Tembak Manajer Radio, Puluhan Jurnalis Tewas, Terluka dan Diculik

Taliban Dituduh Tembak Manajer Radio, Puluhan Jurnalis Tewas, Terluka dan Diculik

Batam | Senin, 09 Agustus 2021 | 14:51 WIB

Berhasil Rebut Kota Zaranj, Taliban Konvoi Pakai Ranpur Humvee AS

Berhasil Rebut Kota Zaranj, Taliban Konvoi Pakai Ranpur Humvee AS

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 07:50 WIB

Taliban 'Come Back', Berhasil Rebut Kota Zaranj Afganistan Setelah AS Hengkang

Taliban 'Come Back', Berhasil Rebut Kota Zaranj Afganistan Setelah AS Hengkang

Sulsel | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 08:39 WIB

Terkini

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:58 WIB

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB