Sadis! Balita 1 Tahun Tewas Ditembak di Myanmar, Sang Ayah Luka-luka

Bangun Santoso

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 13:27 WIB
Sadis! Balita 1 Tahun Tewas Ditembak di Myanmar, Sang Ayah Luka-luka
ILUSTRASI: Suasana pemakaman Khant Nyar Hein, mahasiswa kedokteran berusia 17 tahun di Yangon, Myanmar (16/3/2021). [Foto/AFP]

Suara.com - Penembakan di wilayah Myingyan, Mandalay, Myanmar, pada Kamis (12/8/2021) pagi waktu setempat, menyebabkan seorang anak perempuan berusia satu tahun tewas dan melukai ayahnya serta seorang pejalan kaki.

Para saksi mata menuduh tembakan dilepaskan oleh penjaga bersenjata di luar rumah administrator yang ditunjuk junta, Tun Tun Oo.

Media lokal Myanmar Now melaporkan identitas para pelaku belum dikonfirmasi saat berita tersebut diturunkan pada Kamis malam.

Adapun rumah Tun Tun Oo berlokasi sekitar tiga pintu dari rumah korban.

Penduduk lokal mengatakan Tun Tun Oo dikenal membawa senjata dan selalu memiliki tiga penjaga bersenjata di depan rumahnya.

Warga setempat mengatakan dua laki-laki yang mengenakan pakaian bebas tiba di depan rumah ayah anak perempuan tersebut, Nyein Chan (29), kemudian melepaskan tembakan di depan rumah.

Saksi mata meyakini para laki-laki tersebut adalah anggota tim keamanan administrator Tun Tun Oo.

“Ada penjaga di depan rumah Tun Tun Oo—saya kira merekalah yang menembak. Mereka mengatakan bahwa mereka harus menembak karena mereka 'bertindak mencurigakan’,” kata saksi mata kepada Myanmar Now.

Saksi mata itu menambahkan para pria tersebut lalu melarikan diri dari tempat kejadian menggunakan sepeda motor.

baca juga

Warga lainnya mengatakan terdapat tiga pemuda dengan sepeda motor di lokasi yang akan menjadi tempat terjadi penambakan saat Tun Tun Oo kembali dari makan siang.

Warga mengungkapkan para penjaga melepaskan tembakan setelah menuduh pemuda tersebut sebagai anggota Angkatan Pertahanan Rakyat (PDF) yang anti-kudeta.

Adapun PDF dibentuk pemerintah pro-demokrasi untuk melawan rezim kudeta militer.

Padahal, kelompok gerilya lokal lain yang telah mengeklaim bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap pejabat junta di daerah tersebut, dan bukan PDF.

Menurut warga lokal, Nyein Chan dan anak perempuannya bukanlah target yang dimaksud.

Nyein Chan tertembak dua kali di tangan, sementara anak perempuannya tertembak di kepala dan perut. Bayi tersebut tewas di tempat.

Saksi mengungkapkan seorang pejalan kaki bernama Tin Tin Mar juga tertembak di bagian kaki karena berteriak dan mencoba melarikan diri.

Dua korban yang terluka dan jenazah anak perempuan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit umum setempat.

Setelah penembakan, ketegangan di daerah tersebut tetap tinggi seiring kedatangan pasukan junta di rumah Tun Tun Oo.

Pasukan junta mulai menginterogasi pejalan kaki, dan bahkan memaksa beberapa orang untuk berlutut dan meletakkan tangan mereka di belakang kepala.

Penduduk setempat mengatakan tidak ada penangkapan terkait penembakan tersebut hingga Kamis siang.

Pada 16 Juli silam, Komite Hak Anak PBB mencatat total 75 anak-anak terbunuh di Myanmar sejak kudeta militer pada 1 Februari.

Salah satu korban termuda adalah anak perempuan berusia tujuh tahun yang ditembak mati oleh pasukan junta saat duduk di pangkuan ayahnya di Mandalay pada akhir Maret.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Berdasarkan laporan kelompok masyarakat sipil, Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP), total sebanyak 966 orang tewas sejak kudeta militer dan 5.562 orang masih ditahan hingga 12 Agustus. (Sumber: Kantor Berita Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dubes Myanmar di PPB Jadi Target Pembunuhan, Junta Militer Bantah Terlibat

Dubes Myanmar di PPB Jadi Target Pembunuhan, Junta Militer Bantah Terlibat

News | Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Update Covid-19 Global: Penanganan Covid-19 di Myanmar Terhambat Akibat Kudeta Militer

Update Covid-19 Global: Penanganan Covid-19 di Myanmar Terhambat Akibat Kudeta Militer

Health | Jum'at, 30 Juli 2021 | 08:14 WIB

KKP Tangkap Kapal Pencurian Ikan Myanmar di Perairan Selat Malaka

KKP Tangkap Kapal Pencurian Ikan Myanmar di Perairan Selat Malaka

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 21:43 WIB

BKSAP DPR Dorong Upaya Penyelesaian Konflik di Myanmar

BKSAP DPR Dorong Upaya Penyelesaian Konflik di Myanmar

DPR | Rabu, 28 Juli 2021 | 12:56 WIB

Thet Htar Thuzar Dicintai Badminton Lovers Indonesia, Dibenci Rakyat Negaranya

Thet Htar Thuzar Dicintai Badminton Lovers Indonesia, Dibenci Rakyat Negaranya

Sport | Selasa, 27 Juli 2021 | 19:12 WIB

Potret Thet Htar Thuzar, Atlet Myanmar di Olimpiade Tokyo yang Bikin Netizen Salfok

Potret Thet Htar Thuzar, Atlet Myanmar di Olimpiade Tokyo yang Bikin Netizen Salfok

Sport | Selasa, 27 Juli 2021 | 16:53 WIB

5 Potret Thet Htar Thuzar, Pebulu Tangkis Cantik Myanmar yang Diserbu Netizen Indonesia

5 Potret Thet Htar Thuzar, Pebulu Tangkis Cantik Myanmar yang Diserbu Netizen Indonesia

Sport | Senin, 26 Juli 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:32 WIB

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:29 WIB

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Teka-teki Pertemuan 2 Juni: Menhut Raja Juli Bakal Dicecar Soal Skandal Izin Hutan Kuansing

Teka-teki Pertemuan 2 Juni: Menhut Raja Juli Bakal Dicecar Soal Skandal Izin Hutan Kuansing

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!

Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:02 WIB

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:50 WIB

Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas

Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:34 WIB

×