Banyak Memilih Pergi karena Ditekan China, Penduduk Hong Kong Berkurang

Reza Gunadha, ABC

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 14:15 WIB
Banyak Memilih Pergi karena Ditekan China, Penduduk Hong Kong Berkurang
Hitung mundur tahun baru Online ala Hong Kong. (Dok. HKTB)

Suara.com - Jumlah penduduk Hong Kong berkurang drastis, yakni 1,2 persen tahun lalu di tengah tekanan pemerintah pusat di daratan Beijing terhadap para penentang politik.

Warga Hong Kong sendiri, mayoritas adalah penentang pemerintah pusat.

Pandemi covid-19 juga telah menutup kawasan yang jadi salah satu pusat keuangan terbesar di Asia tersebut.

Jumlah pengurangan  penduduk ini akan menjadi yang terbesar sejak adanya pencatatan resmi di tahun 1961 dan kekisruhan politik yang pernah terjadi sebelumnya.

Perkiraan jumlah penduduk tengah tahun di 2021 yang dikeluarkan Kamis kemarin menunjukkan jumlah penduduk Hong Kong saat  ini adalah 7,39 juta orang, turun sebanyak 87.100 orang dari waktu yang sama tahun lalu.

Penurunan jumlah penduduk Hong Kong yang pernah terjadi sebelumnya di tahun 2003, ketika terjadi epidemik SARS, yang berkurang 0,2 persen.

Penduduk di Hong Kong juga semakin lanjut usia dengan kematian tahun lalu lebih tinggi dari jumlah kelahiran, sebanyak 11.800 orang.

Tetapi data pemerintah ini mengungkapkan alasan baru bagi pengurangan penduduk, yaitu jumlah warga yang meninggalkan Hong Kong lebih banyak dari yang datang.

Data menunjukkan bahwa mereka yang keluar dari Hong Kong adalah 89.200 orang.

baca juga

Jumlah ini empat kali lebih tinggi dari angka 20.900 yang tercatat dalam periode yang sama di tahun 2020.

Menurut media terbesar Hong Kong, South China Morning Post, jumlah orang yang datang dari China menggunakan izin satu kali jalan adalah sebanyak 13.900 orang.

Jumlah kedatangan di tahun 2018 dan 2019 adalah 8500 orang dan 23 ribu orang.

Hong Kong sudah berhasil mempertahankan jumlah penularan COVID-19 yang rendah dengan melarang pendatang semasa pandemi.

Ribuan warga Hong Kong juga pindah karena ketegangan politik, setelah pemerintah setempat dengan dukungan Pemerintah China di Beijing melakukan tekanan kuat menyusul adanya protes demokrasi yang seringkali disertai kekerasan dua tahun lalu.

Selama beberapa bulan terakhir, bandara internasional Hong Kong menyaksikan banyaknya perpisahan keluarga, terutama yang pindah ke Inggris.

Pemerintah Hong Kong tidak memilik data resmi mengenai berapa orang yang meninggalkan kawasannya untuk selamanya, namun angka yang ada menunjukkan adanya eksodus.

Di bulan Juli rata-rata sekitar 1.500 warga Hong Kong meninggalkan kawasan tersebut lewat bandara.

Angka ini naik dari angka 800 orang di enam bulan pertama, dan terjadi meski pandemi menghambat perjalanan internasional.

Pengambilan dana pensiun lebih awal juga naik tajam selama 12 bulan terakhir. Dana ini hanya bisa diambil ketika seseorang meninggalkan Hong Kong untuk selamanya.

Pemerintah Hong Kong berulang kali menganggap remes masalah kepergian warganya, dengan mengatakan sebagian besar dari mereka nanti akan kembali lagi atau mereka yang pergi akan bisa digantikan oleh penduduk dari Daratan Utama China.

Sebelumnya perpindahan warga dalam jumlah besar dari Hong Kong terjadi menjelang pengembalian Hong Kong dari Inggris ke China di tahun 1997.

Peristiwa pemberangusan pegiat pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen Beijing tahun 1989 juga menyebabkan banyak warga Hong Kong yang keluar.

Namun ketika itu jumlah penduduk keseluruhan tidak menurun dan banyak yang kemudian datang lagi.

AFP

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Tegas Jalankan Aturan Prokes, 20 Pejabat di China Dipecat

Tak Tegas Jalankan Aturan Prokes, 20 Pejabat di China Dipecat

Sumbar | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Bentuk Apresiasi, Atlet China Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 Dapat Limosin

Bentuk Apresiasi, Atlet China Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 Dapat Limosin

Otomotif | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 10:42 WIB

Jalur Kereta Laos-China Sepanjang 426 Km akan Beroperasi Desember 2021

Jalur Kereta Laos-China Sepanjang 426 Km akan Beroperasi Desember 2021

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 10:12 WIB

Provinsi Hubei di China Dilanda Banjir Besar, Ribuan Orang Mengungsi

Provinsi Hubei di China Dilanda Banjir Besar, Ribuan Orang Mengungsi

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 10:01 WIB

Banjir di Hubei China Tewaskan 21 Orang, Empat Lainnya Hilang

Banjir di Hubei China Tewaskan 21 Orang, Empat Lainnya Hilang

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 09:55 WIB

Swiss Sentil China karena Pakai Ilmuwan Palsu untuk Hadang Berita Covid-19

Swiss Sentil China karena Pakai Ilmuwan Palsu untuk Hadang Berita Covid-19

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:18 WIB

Lagi! 20 Pejabat di China Kena Pecat karena Tak Tegas Terapkan Prokes

Lagi! 20 Pejabat di China Kena Pecat karena Tak Tegas Terapkan Prokes

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Terkini

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

×