Warga Afganistan Semakin Putus Asa: Taliban Akan Bunuh Kami

Reza Gunadha, BBC

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 21:17 WIB
Warga Afganistan Semakin Putus Asa: Taliban Akan Bunuh Kami
Motor Honda yang dipakai oleh militisi Taliban di Afghanistan (Twitter/Pajhwok)

Suara.com - Bos-bos Taliban berkumpul di ibu kota Afghanistan untuk memetakan pemerintahan di masa depan.

Pada saat yang bersamaan, keputusasaan warga semakin mendalam karena ribuan orang masih berebut meninggalkan negara itu melalui operasi evakuasi yang kacau.

Salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar tiba di Kabul pada hari Sabtu (21/08) untuk melakukan pembicaraan tentang pembentukan pemerintahan baru di Afghanistan.

Kelompok itu mengatakan akan bekerja sama dengan tokoh-tokoh jihad dan politisi untuk membentuk pemerintahan "inklusif" dan membantah menyebabkan kekacauan yang sedang berlangsung di bandara Kabul, ketika warga Afghanistan yang putus asa berusaha melarikan diri dari kekuasaan Taliban.

"Dia akan berada di Kabul untuk bertemu dengan para pemimpin jihad dan politisi untuk pembentukan pemerintah yang inklusif," kata seorang pejabat senior Taliban kepada kantor berita AFP.

Taliban mengambil alih Kabul pekan lalu, mengakhiri perang selama dua dekade, setelah Presiden AS Joe Biden menarik hampir semua pasukan AS dari Afghanistan.

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban di Afghanistan telah membuat sebagian warga takut akan kehidupan mereka dan berusaha melarikan diri dari negara itu, menggunakan segala cara.

Taliban disebut melakukan pencarian dari pintu ke pintu sementara adegan kekerasan juga telah dilaporkan di beberapa pos pemeriksaan yang dikendalikan Taliban.

Kelompok itu menguasai kota-kota besar pekan lalu sebagai bagian dari serangan besar-besaran yang mengejutkan pengamat internasional. Puncaknya adalah jatuhnya ibu kota, Kabul, yang memicu runtuhnya pemerintahan Afghanistan.

baca juga

Kini, mereka yang bekerja untuk pemerintah atau kekuatan asing lainnya, serta jurnalis dan aktivis, mengatakan mereka takut akan pembalasan dan meminta dievakuasi.

Mereka berbicara dengan BBC, tetapi nama mereka telah diubah untuk melindungi keselamatan mereka.

Usman, yang bekerja sebagai penerjemah untuk angkatan bersenjata Inggris, sedang berlindung bersama istri dan beberapa tetangganya ketika Taliban datang.

Dia dibangunkan pada dini hari dan diberitahu bahwa kelompok itu ada di dekatnya.

"Mereka mencari dari pintu ke pintu," katanya kepada program BBC World at One.

"Semua orang panik - kemudian berita itu menyebar ke setiap rumah lainnya."

"Seorang tetangga mengatakan mereka sedang mencari senjata, dokumen, dan kendaraan pemerintah. Mereka mencoba mencari tahu siapa yang bekerja untuk NATO atau pemerintah."

"Saya hanya sempat memakai baju kemudian melompati tembok dan melarikan diri," kata Usman.

"Saya tahu bahwa saya akan dibunuh. Tidak ada cara lain."

Usman diberitahu bahwa dia memenuhi syarat untuk pindah ke Inggris pada bulan Desember, tetapi setelah semua dokumennya diproses, dia menerima surat penolakan pada hari Jumat.

"Kami tidak merasa aman," katanya. "Saya benar-benar putus asa."

Hashem, seorang penerjemah, sedang berlindung di sebuah apartemen di salah satu kota terbesar di negara itu ketika dia berbicara kepada BBC.

"Saya bekerja dengan pasukan perantara dan berpikir pemerintah AS dan Jerman akan membantu," katanya.

"Saya harus menghancurkan semua dokumen yang saya miliki."

"Saya memiliki keberanian untuk pergi ke bandara Kabul, dan seseorang dari kelompok Taliban mengatakan kepada saya bahwa ada berita palsu yang menyebar bahwa Amerika akan membawa orang keluar."

"Dia mengatakan kepada saya untuk memberi tahu orang lain agar tidak pergi ke bandara. Kami sedang mendiskusikan rencana tentang apa yang bisa kami lakukan untuk melarikan diri ke negara lain."

Bukan hanya mereka yang bekerja untuk pemerintah internasional yang ketakutan.

Dua perempuan yang bekerja untuk jaringan media asing, kini bersembunyi dan mengatakan bahwa Taliban sedang mencari mereka.

Tanpa visa, bagaimanapun, mereka mengatakan bepergian ke bandara akan sia-sia.

"Mereka sudah dua kali menelepon ke rumah saya... mencari saya dan suami saya," kata salah satu perempuan, Aida.

"Mereka bertanya kepada anggota keluarga saya yang lain di mana kami berada dan mereka juga mengirimi saya pesan ancaman."

"Mereka mengatakan bahwa ketika mereka menemukan saya, mereka akan membunuh saya."

"Saya merasa sangat putus asa dan stres tentang apa yang akan terjadi pada saya dan keluarga saya," katanya.

"Saat ini kami seperti kalkun di rumah kami," kata rekannya, Saabira.

"Kami tidak bisa keluar karena Taliban ada di sekitar kami."

Dia mengatakan persediaan makanannya hampir habis.

"Taliban berusaha menemukan [pekerja] pemerintah, jurnalis, dan aktivis hak-hak perempuan. Kami benar-benar khawatir - bagaimana jika mereka datang ke rumah kami? Bagaimana jika mereka mengetuk pintu kami?"

"Bandara tidak memungkinkan bagi kami karena kami belum [dapat] visa" katanya.

"Kami tidak punya uang atau dukungan apa pun, jadi itu tidak mungkin."

Sementara itu, sejumlah guru bahasa Inggris yang bekerja untuk British Council melatih guru sekolah yang sangat ingin pergi dari Afghanistan, tetapi telah ditolak visanya untuk datang ke Inggris.

"Kami ngeri dan benar-benar takut," kata salah satu dari mereka.

"Selama sepekan terakhir, saya tidak bisa berbicara bahasa Inggris di depan siapa pun karena saya takut mereka akan menyadari bahwa saya bekerja dengan orang asing."

"Saya tidak pernah mempertimbangkan untuk pergi ke bandara Kabul, saya punya anak dan saya tidak bisa mempertaruhkan nyawa mereka," katanya.

"Kekhawatiran kami adalah bahwa [Taliban] sedang mencari orang-orang tertentu yang membantu pemerintah asing, itu membuat kami takut."

"Tapi ketika saya melihat bandara Kabul, saya tidak menemukan cara untuk melewati kerumunan dan masuk."

"Saya ingin pemerintah Inggris mempertimbangkan bantuan kami berikan untuk mereka," katanya.

"Jika kami tetap di Afghanistan, hidup kami dalam bahaya besar."

Laporan tambahan oleh Gareth Evans, Georgina Rannard and Mike Thomson

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JK Sebut Lawan Taliban Sebenarnya Amerika, Bukan Pemerintah Afghanistan

JK Sebut Lawan Taliban Sebenarnya Amerika, Bukan Pemerintah Afghanistan

News | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 19:30 WIB

Taliban Kuasai Afghanistan, Abu Tholut: Indonesia Tak Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Taliban Kuasai Afghanistan, Abu Tholut: Indonesia Tak Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

News | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:23 WIB

Usai Beri Dukungan ke Taliban, China Bakal Segera Invasi  Taiwan?

Usai Beri Dukungan ke Taliban, China Bakal Segera Invasi Taiwan?

Batam | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:05 WIB

Gaya Milisi Taliban Ternyata Hypebeast, dari Tutup Kepala hingga Sepatu Rp 50 Juta

Gaya Milisi Taliban Ternyata Hypebeast, dari Tutup Kepala hingga Sepatu Rp 50 Juta

News | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:09 WIB

Bahas Situasi Afghanistan, China Telepon Menlu Inggris dan Italia

Bahas Situasi Afghanistan, China Telepon Menlu Inggris dan Italia

Sulsel | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 16:42 WIB

Konflik Afghanistan, Kepala BNPT: Jangan Sampai Masyarakat Salah Bersimpati

Konflik Afghanistan, Kepala BNPT: Jangan Sampai Masyarakat Salah Bersimpati

Bekaci | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 16:27 WIB

TOP 3 NEWS: Warga Afghanistan Kabur, hingga 3 Pendaki Tewas di Gunung Bawakaraeng

TOP 3 NEWS: Warga Afghanistan Kabur, hingga 3 Pendaki Tewas di Gunung Bawakaraeng

Video | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Gerak Cepat, Respons Tepat: Kilang Plaju Perkuat Kesiapan Fire Brigade Hadapi Kondisi Darurat

Gerak Cepat, Respons Tepat: Kilang Plaju Perkuat Kesiapan Fire Brigade Hadapi Kondisi Darurat

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 19:41 WIB

Listrik Sempat Padam Lalu Menyala, 23 Rumah di Asrama Mattoanging Makassar Ludes Terbakar

Listrik Sempat Padam Lalu Menyala, 23 Rumah di Asrama Mattoanging Makassar Ludes Terbakar

Sulsel | Selasa, 01 September 2026 | 19:41 WIB

Rekor Terbanyak! 7.500 Lebih Atlet Pelajar Siap Guncang Popda Jateng 2026

Rekor Terbanyak! 7.500 Lebih Atlet Pelajar Siap Guncang Popda Jateng 2026

Jawa Tengah | Selasa, 01 September 2026 | 19:40 WIB

Skin Barrier Auto Kuat! 4 Pelembap Cream Korea Andalan Atasi Kulit Kering

Skin Barrier Auto Kuat! 4 Pelembap Cream Korea Andalan Atasi Kulit Kering

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 19:40 WIB

Dilantik Besok Jadi Gubernur BI, Destry Pastikan Stabilitas Ekonomi Jadi Prioritas

Dilantik Besok Jadi Gubernur BI, Destry Pastikan Stabilitas Ekonomi Jadi Prioritas

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 19:38 WIB

Gempa M4,3 Cianjur Terasa hingga Lantai 9 Gedung di Jakarta, Pekerja: Lantainya Goyang

Gempa M4,3 Cianjur Terasa hingga Lantai 9 Gedung di Jakarta, Pekerja: Lantainya Goyang

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:36 WIB

Buka Rekening BRI di Event Hero 55th, Pengunjung Bisa Tebus Murah Sembako Rp1

Buka Rekening BRI di Event Hero 55th, Pengunjung Bisa Tebus Murah Sembako Rp1

Bri | Selasa, 01 September 2026 | 19:36 WIB

Ternyata Sudah Diingatkan KPK! Rektor Unsoed Tetap Nekat Korupsi

Ternyata Sudah Diingatkan KPK! Rektor Unsoed Tetap Nekat Korupsi

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:35 WIB

Cara Mencari Panjang Rusuk Kubus Jika Diketahui Volumenya, Lengkap dengan Contoh Soal

Cara Mencari Panjang Rusuk Kubus Jika Diketahui Volumenya, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 19:35 WIB

Bahas Regulasi Hak Cipta dan AI, Perwakilan Google Temui Wamenko Kumham Imipas

Bahas Regulasi Hak Cipta dan AI, Perwakilan Google Temui Wamenko Kumham Imipas

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:32 WIB

×