Taliban Kembali Berkuasa, Akankah Afganistan Jadi Ladang Teroris?

Reza Gunadha, Deutsche Welle

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:15 WIB
Taliban Kembali Berkuasa, Akankah Afganistan Jadi Ladang Teroris?
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid saat konferensi pers di Kabul, Selasa (17/8/2021). (Foto: AFP)

Suara.com - Afganistan dikhawatirkan kembali menjadi kawah candradimuka bagi jaringan teroris internasional, setelah Taliban kembali menguasai negara tersebut.

Para analis menilai, ada kemungkinan Afganistan menjadi sarang jaringan sel teroris, terutama Al Qaeda dan ISIS.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sendiri mengklaim, fokus pemerintahannya kekinian adalah menjaga keamanan dalam negeri setelah menarik pasukan dari Afganistan yang menyebabkan Taliban kembali berkuasa.

"Satu-satunya kepentingan kita yang paling vital di Afganistan tetap tidak berubah," kata dia dalam sebuah pidato, Senin (16/08) lalu, "yakni untuk mencegah serangan teror di negara kita."

Pandangannya, bahwa perang melawan teror bisa dimenangkan tanpa kehadiran pasukan AS di Afganistan, tidak diamini oleh sebagian warga.

"Kita kembali ke sebuah negara seperti yang berdiri sebelum tahun 2001 (invasi AS)," kata anggota Kongres dari Partai Republik, Michael McCaul, "artinya, kembali sebagai wadah kelahiran terorisme."

Kekhawatiran serupa dilayangkan Jendral Mark Milley, Kepala Staf Gabungan, yang memprediksi kembalinya al-Qaeda atau Islamic State ke Afganistan.

Afganistan sebagai tempat persembunyian teroris?

Potensi kebangkitan kedua kelompok teror ditaksir cukup signifikan, terutama menurut pakar terorisme, Daniel Byman, dalam sebuah editorialnya di jurnal politik, Foreign Affairs.

baca juga

Menurutnya, perang melawan terorisme akan semakin sulit dengan hengkangnya militer AS dari Afganistan.

Namun demikian, dia meragukan bahwa negeri di Hindukush itu bisa kembali menjadi tempat persembunyian jaringan teroris internasional.

Untuk itu, Al Qaeda dinilai masih terlalu lemah dan ISIS sejak awal sudah bermusuhan dengan Taliban.

Selain itu, para Talib diyakini belajar dari kesalahan di masa lalu dan tidak ingin menciptakan alasan baru bagi invasi negara asing.

"Mereka tidak ingin dianggap sebagai sarang penyamun dan sebaliknya ingin mendapat pengakuan formal dari dunia internasional," kata pakar Asia Selatan, Christian Wagner, dari Yayasan Ilmu Pengetahuan dan Politik (SWP) di Berlin, Jerman.

Dia meyakini kelompok teroris tidak akan lagi bisa berkeliaran dengan bebas di Afganistan. Wagner mengingatkan, selama masa kekuasaan Taliban di Afganistan antara 1996 hingga 2001, hanya tiga negara yang mengakui "Emirat Islam Afganistan" yakni Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

"Taliban memahami pengakuan luas hanya bisa didapat dengan kebijakan yang sesuai, antara lain seputar hubungan dengan kelompok teror."

Taliban dalam pantauan dunia internasional Tidak cuma Barat yang mengkhawatirkan nasib Afganistan pascainvasi Taliban, Rusia dan Cina pun giat melobi penguasa Kabul secara dini untuk menjamin kepentingan masing-masing.

Saat ini pemerintah Iran pun dikabarkan sudah menjalin kontak dengan kelompok Islamis tersebut. Ketiga negara tetangga bersikeras tidak ingin lagi melihat Afganistan kembali menjadi ladang terorisme.

Hal ini boleh jadi mendapat catatan tebal oleh Taliban. Sebaliknya Amerika Serikat tidak sepenuhnya bergantung pada Taliban dalam upaya meredam geliat terorisme.

Menurut Daniel Byman, militer AS memiliki kapasitas untuk memantau perkembangan kelompok teror di Afganistan dari jarak jauh.

"Militer AS sedang mempertimbangkan untuk menggunakan pangkalan udara di luar Afganistan untuk menyerang kamp-kamp al-Qaeda atau menurunkan pasukan darat, jika diperlukan."

Beda antara ISIS dan Al Qaeda

Meski begitu, hubungan antara Taliban dan al-Qaeda diyakini tetap erat, kata Edmund Fitton-Brown, kepala sebuah misi PBB untuk memonitor Islamic State, Al Qaeda, dan Taliban, pada Oktober silam.

"Kami meyakini bahwa pemimpin al-Qaeda berada di bawah perlindungan Taliban," katanya kepada stasiun televisi AS, NBC.

Situasi kontras dialami Islamic State di Afganistan yang belum lama ini mendeklarasikan berdirinya ISIS di Provinsi Chorasan.

Kelompok yang dulu menginvasi Irak dan Suriah itu mengalami "kekalahan telak," seperti tertulis dalam laporan untuk Dewan Keamanan PBB pada Mei 2020 lalu.

"Kekuatan Taliban ikut menyumbang kekalahan ini terhadap IS."

Pada prinspinya, ISIS dan Al Qaeda memiliki sasaran yang berbeda dengan Taliban. Jika operasi para Talib terbatas di wilayah Afganistan, kedua kelompok cenderung aktif di luar negeri.

"Perbedaan ini membebani hubungan Taliban dan ISIS," kata Wagner.

ISIS banyak mencibir Taliban yang dituduh lebih mementingkan Afganistan ketimbang perluasan Islam di dunia.

Al Qaeda pun mengikuti panggilan yang sama, meski menghindari ketegangan dengan Taliban.

"Kedua kelompok saling berkaitan lewat pengalaman bertempur di Afganistan. Dalam sejumlah kasus, kedua kelompok sulit dibedakan," kata Wagner lagi.

Hal ini diyakini akan mempersulit Taliban menjauhkan kelompok teror dari pusat kekuasaan di Kabul.

"Semuanya bergantung pada hubungan pribadi antara individu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Viral Video Diduga Gadis Afghanistan Sesenggukan Meminta Tolong ke Tentara Amerika

Your Say | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:41 WIB

Demo Imigran Afghanistan di Jakarta Dibubarkan Polisi, 10 Anak Diamankan

Demo Imigran Afghanistan di Jakarta Dibubarkan Polisi, 10 Anak Diamankan

Jabar | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:26 WIB

Demo di UNHCR Dibubarkan Paksa, 3 Imigran Afghanistan Diseret ke Mobil Polisi

Demo di UNHCR Dibubarkan Paksa, 3 Imigran Afghanistan Diseret ke Mobil Polisi

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 11:31 WIB

Fadli Zon Puji Wawancara Petinggi Taliban: Intelek, Sangat Terukur dan Beradab

Fadli Zon Puji Wawancara Petinggi Taliban: Intelek, Sangat Terukur dan Beradab

Riau | Selasa, 24 Agustus 2021 | 10:08 WIB

Bendera Afghanistan Diganti, Bendera Lama Kini jadi Simbol Pembangkangan

Bendera Afghanistan Diganti, Bendera Lama Kini jadi Simbol Pembangkangan

News | Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:46 WIB

Polri Diminta Tumpas Gerakan Pendukung Taliban di Indonesia, Ini Alasannya

Polri Diminta Tumpas Gerakan Pendukung Taliban di Indonesia, Ini Alasannya

Riau | Senin, 23 Agustus 2021 | 21:59 WIB

Taliban Kuasai Afghanistan, WHO Kesulitan Kirim Bantuan Medis

Taliban Kuasai Afghanistan, WHO Kesulitan Kirim Bantuan Medis

Health | Senin, 23 Agustus 2021 | 21:32 WIB

Warga Cina di Afghanistan Diminta Berbusana Islami

Warga Cina di Afghanistan Diminta Berbusana Islami

Sumsel | Senin, 23 Agustus 2021 | 20:47 WIB

Terkini

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

×