Dinilai Curi Start, PKS: Pejabat Ngaku Dapat Vaksin Booster Harus Ditindak

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 12:51 WIB
Dinilai Curi Start, PKS: Pejabat Ngaku Dapat Vaksin Booster Harus Ditindak
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. (Dok. DPR)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher menyoroti pengakuan sejumlah pejabat yang sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster. Ia mengkritik tindakan pejabat yang dianggap curi start.

Mengingat vaksin booster sejauh ini hanya diperuntukan bagi tenaga kesehatan sebagaimana Surat Edaran Nomor HK.02.01/1919/2021. Ia mengatakan tindakan tidak bertanggung jawab dari sejumlah pejabat itu harus ditindak.

"Booster vaksin disiapkan hanya untuk nakes yang sudah banyak berguguran dalam tugasnya. Jika ada pihak yang bukan nakes mengaku telah disuntikkan booster, itu namanya tindakan curi start yang tidak bertanggung jawab. Pelanggaran ini seharusnya segera ditindak," kata Netty kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Menurut Netty, pemerintah harus tegas dalam menindak kelakuan pejabat yang lebih dulu mendapat booster. Pemerintah diminta mengusut permasalahan booster jepada pejabat.

Sementara itu untuk Kementerian Kesehatan, Netty mengatakan Kemenkes perlu segera melakukan evaluasi terkait distribusi dan pelaksanaan booster vaksin di lapangan.

"Jangan salah gunakan wewenang yang membuat rakyat marah. Untuk dapat vaksin reguler, rakyat harus rela antre berjam-jam, sementara ada pihak yang tidak berhak malah sudah mendapatkan booster dengan cara mudah," imbuh Netty.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warganet Curhat Ditarik Rp 50.000 untuk Vaksinasi di Pabrik, Bupati Karanganyar Murka

Warganet Curhat Ditarik Rp 50.000 untuk Vaksinasi di Pabrik, Bupati Karanganyar Murka

Surakarta | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 11:55 WIB

Studi Ungkap bahwa Efek Samping Vaksin Pfizer pada Remaja Lebih Ringan

Studi Ungkap bahwa Efek Samping Vaksin Pfizer pada Remaja Lebih Ringan

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 11:15 WIB

VIRAL Pria Bertato Berontak Takut Suntik Vaksin, Netizen: Tato Tempelan Hadiah Chiki

VIRAL Pria Bertato Berontak Takut Suntik Vaksin, Netizen: Tato Tempelan Hadiah Chiki

Bali | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 10:36 WIB

Update Covid-19 Global: Otoritas Eropa Selidiki Insiden Kontaminasi Vaksin Moderna

Update Covid-19 Global: Otoritas Eropa Selidiki Insiden Kontaminasi Vaksin Moderna

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 10:29 WIB

Jepang Tangguhkan 1,63 Juta Vaksin Moderna karena Kontaminasi

Jepang Tangguhkan 1,63 Juta Vaksin Moderna karena Kontaminasi

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 07:45 WIB

Tak Hanya Ciptakan Vaksin Covid-19, AstraZeneca Juga Kembangkan Obat Untuk Penyakit Wilson

Tak Hanya Ciptakan Vaksin Covid-19, AstraZeneca Juga Kembangkan Obat Untuk Penyakit Wilson

Kaltim | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 06:25 WIB

Terkontaminasi, 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna Terancam Tak Bisa Digunakan

Terkontaminasi, 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna Terancam Tak Bisa Digunakan

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 06:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×