Fosil Perempuan di Sulawesi Ungkap Hubungan dengan Penduduk Asli Australia

Reza Gunadha, ABC

Senin, 30 Agustus 2021 | 14:11 WIB
Fosil Perempuan di Sulawesi Ungkap Hubungan dengan Penduduk Asli Australia
Ilustrasi fosil. [Eurekalert]

Suara.com - Fosil perempuan remaja yang hidup 7.200 tahun silam di Pulau Sulawesi Indonesia, kini diketahui memunyai hubungan DNA dengan penduduk asli Australia dan Papua yang ada saat ini.

Para arkeolog dari Indonesia, Australia, dan Jerman telah berhasil menganalisis DNA fosil yang ditemukan tahun 2015  di Leang Panning (Gua Kelelawar) di daerah Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Fosil ini diberi nama Besse, yaitu panggilan untuk anak perempuan dalam Bahasa Bugis-Makassar. 

Profesor Adam Brumm dari Griffith University Australia yang memimpin penelitian di gua-gua yang kini masuk dalam wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, menjelaskan Besse merupakan orang Toalean yang hidup antara 8.000 hingga 1.500 tahun lalu.

"Orang Toalean merupakan manusia pemburu-pengumpul awal yang hidup di hutan-hutan Sulawesi Selatan, berburu babi dan mengumpulkan kerang dari sungai-sungai," kata Prof. Adam.

"Rekan peneliti dari Indonesia berhasil menemukan fosil ini saat melakukan penggalian pada tahun 2015, dan kami menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk bisa melakukan analisis DNA," jelasnya dalam wawancara dengan program Radio National ABC.

Tim yang dipimpin Prof. Adam kemudian melakukan penggalian ulang di gua Leang Panning pada tahun 2019, guna memastikan konteks penguburan Besse. Melalui proses pengukuran radio karbon, tim ini memastikan Besse berasal dari periode 7.300 hingga 7.200 tahun  silam.

Ia menjelaskan, uji DNA terhadap tulang telinga bagian dalam fosil ini dilakukan setelah mereka berhasil merekonstruksi hanya sekitar 2 persen dari seluruh genom fosil Besse.

"Di seluruh kawasan kita, hanya ada dua contoh DNA manusia purba yang pernah ditemukan di dataran Asia Tenggara, yaitu di Laos dan Malaysia dengan usia sekitar 8.000 tahun, mirip dengan temuan ini," jelas Prof. Adam.

baca juga

Dari analisis DNA ditemukan bahwa Besse memiliki hubungan dengan penduduk asli Australia dan orang Melanesia yang ada saat ini.

"Nenek moyang Besse, serta nenek moyang orang Aborigin dan orang Melanesia berasal dari satu populasi yang sama yang datang ke kawasan ini sekitar 50.000 hingga 65.000 tahun silam," jelas Prof. Adam.

Temuan DNA Besse yang telah dipublikasikan dalam jurnal  Nature , adalah yang pertama di kawasan Wallacea, yaitu pulau-pulau antara Kalimantan dan Papua yang menjadi gerbang ke Benua Australia.

Besse dimakamkan dalam posisi meringkuk dan sebagian tertutup oleh batu. Perkakas dari batu dan oker merah (batu kaya zat besi yang digunakan untuk membuat pigmen) ditemukan di kuburannya, bersama dengan tulang belulang binatang.

Para arkeolog dari Universitas Hasanuddin yang menemukan fosil ini menamainya Besse, mengikuti kebiasaan dalam etnis Bugis-Makassar yang memberikan julukan Besse untuk anak perempuan.

Artefak orang Toalean hanya ditemukan di sekitar 6 persen wilayah Sulawesi sehingga ini, menurut Adhi Agus Oktaviana, salah satu peneliti, menunjukkan mereka memiliki kontak yang sangat terbatas dengan budaya manusia purba lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB: Kondisi Terkendali Setelah Banjir Bandang di Kabupaten Sigi

BNPB: Kondisi Terkendali Setelah Banjir Bandang di Kabupaten Sigi

Sulsel | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Kondisi Terkini Desa Rogo Usai Diterjang Banjir Bandang

Kondisi Terkini Desa Rogo Usai Diterjang Banjir Bandang

Foto | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:15 WIB

Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Senin 30 Agustus 2021

Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Senin 30 Agustus 2021

Sulsel | Senin, 30 Agustus 2021 | 05:31 WIB

Begini Dahsyatnya Banjir Bandang di Sigi Sulawesi Tengah Tadi Malam

Begini Dahsyatnya Banjir Bandang di Sigi Sulawesi Tengah Tadi Malam

Sulsel | Senin, 30 Agustus 2021 | 05:02 WIB

Satgas Klaim Kasus Aktif Covid-19 di Kendari Tersisa 275 Orang

Satgas Klaim Kasus Aktif Covid-19 di Kendari Tersisa 275 Orang

Sulsel | Minggu, 29 Agustus 2021 | 22:33 WIB

Seorang WN Australia Hilang di Laut Mentawai Sumbar

Seorang WN Australia Hilang di Laut Mentawai Sumbar

Sumbar | Minggu, 29 Agustus 2021 | 16:25 WIB

Peti Mati Gratis untuk Jenazah Pasien Covid-19

Peti Mati Gratis untuk Jenazah Pasien Covid-19

Foto | Minggu, 29 Agustus 2021 | 15:25 WIB

Kisah Perwira Polda Sulawesi Selatan Ditembak KKB Papua, Teman Mati Depan Mata

Kisah Perwira Polda Sulawesi Selatan Ditembak KKB Papua, Teman Mati Depan Mata

Sulsel | Minggu, 29 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×