Sri Mulyani Sebut Mesin Perekonomian Mulai 'Panas' Usai Kasus Covid-19 Mereda

Selasa, 31 Agustus 2021 | 18:43 WIB
Sri Mulyani Sebut Mesin Perekonomian Mulai 'Panas' Usai Kasus Covid-19 Mereda
Menteri Keuangan Sri Mulyani. [Suara.com/Muhammad Fadil]

Suara.com - Meredanya kasus Covid-19 di Indonesia membuat sejumlah mesin penggerak roda perekonomian mulai 'panas' kembali.

Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keoptimistisannya memandang Perekonomian Indonesia ke depan.

"Tahun ini kita berharap seluruh elemen agregat demand sudah mulai masuk ke zona positif. Dengan demikian APBN tidak bekerja sendiri," kata Sri Mulyani dalam acara Seminar Nasional ISEI Tahun 2021, yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (31/8/2021).

Momen pemulihan ini, kata dia, dimulai sejak kuartal II 2021 saat pertumbuhan ekonomi kembali masuk zona positif pada level 7,07 persen secara year on year, hampir semua indikator telah menunjukan perbaikan semisal kinerja investasi, ekspor, impor begitu juga dengan konsumsi masyarakat.

Sehingga, dia berharap seluruh mesin pertumbuhan ekonomi masih ke zona positif. Dengan begitu, belanja negara tidak lagi menjadi andalan.

“Inilah yang disebut sebagai langkah dan pola pemulihan ekonomi di mana mesin pertumbuhan akan mulai merata dalam permintaan yang tidak hanya bergantung pada APBN dan fiscal policy," katanya.

Tak hanya itu, salah satu indikator ekonomi yang mulai membaik kata dia adalah dari sisi demand yang terlihat dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang masih ekspansif di level 53,5 pada Juni 2021.

“Ini artinya, seluruh negara mulai bergerak perekonomiannya, yang akan menimbulkan demand untuk ekspor kita dan tentu arus modal untuk investasi,” ucapnya.

Namun demikian, ia mengatakan akan tetap mewaspadai penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani Bersyukur Indonesia Bisa Keluar dari Kontraksi Ekonomi

Pada Juli lalu, penyebaran varian Delta membuat pemerintah terpaksa menarik rem darurat dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga menekan PMI menjadi 40,1 pada Juli 2021, berdasarkan laporan IHS Markit.

“Meskipun demikian, pada Agustus kita sudah melihat adanya lagi pembalikan arah sesudah kita menghadapi PPKM. Mobilitas masyarakat mulai meningkat dan memunculkan aktivitas konsumsi,” ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI