Warga Korea Utara Dilaporkan Menculik Anak Orang Kaya Agar Bisa Makan

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Minggu, 05 September 2021 | 20:19 WIB
Warga Korea Utara Dilaporkan Menculik Anak Orang Kaya Agar Bisa Makan
Ilustrasi Penculikan Anak. (Shutterstock)

Suara.com - Krisis pangan yang mendera Korea Utara mulai menunjukkan dampaknya. Beberapa warga dilaporkan menculik anak orang kaya dan meminta tebusan agar bisa makan.

Menyadur Daily Mail Minggu (5/9/2021), Radio Free Asia melaporkan, bulan lalu seorang gadis enam tahun menghilang saat bermain di tepi sungai di Kabupaten Songchon, utara Pyongyang.

"Dia diculik dan disandera oleh seorang pria berusia tiga puluhan yang tinggal di desa yang jauh dari rumahnya," kata sumber di Korea Utara.

"Penculik tahu keluarganya kaya dan bahkan mendapatkan nomor ponsel orang tuanya sebelum dia membawanya untuk mendapatkan uang tebusan."

Sumber, yang tidak disebutkan namanya mengatakan penculik telah mengunci gadis itu di sebuah kamar di rumahnya dan menuntut 500.000 won (sekitar Rp 6 juta) dari orang tuanya.

Ilustrasi Penculikan Anak, Anak Bermain Sendirian. (Shutterstock)
Ilustrasi Penculikan Anak, Anak Bermain Sendirian. (Shutterstock)

Polisi berhasil melacak telepon yang digunakan oleh penculik dan menangkapnya. Anak itu dikembalikan ke orang tuanya dan penculiknya sedang menunggu persidangan.

Kontak RFA lainnya melaporkan kasus serupa yang melibatkan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang berjalan di sepanjang jalan di pusat Kabupaten Yangdok.

Seorang pria, yang tampaknya berusia empat puluhan, berhenti di samping anak itu dengan sepeda motornya dan menawarinya tumpangan pulang.

Bocah itu kemudian menyadari bahwa dia diculik dan berhasil melarikan diri lalu melaporkan kejadian itu ke polisi, yang menahan pria itu.

baca juga

"Dia mengaku meminjam sepeda motor temannya untuk meniru adegan film asing di mana aktor menyandera uang tebusan," kata sumber itu.

"Dia bilang dia tidak punya makanan untuk dimakan dan menderita kelaparan."

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]

Daily NK yang berbasis di Korea Selatan melaporkan dua kasus penculikan anak lebih lanjut di Provinsi Ryanggang, di perbatasan utara Korea Utara dengan China.

Belakangan pada bulan yang sama, pihak berwenang menangkap seorang pria saat hendak naik kereta api di stasiun Hyesan dengan seorang anak berusia lima tahun yang telah diculik dengan tujuan untuk menuntut uang tebusan.

Penduduk setempat di daerah itu mengatakan ada kecemasan yang meningkat di antara orangtua atas penculikan baru-baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Dimarahi, Anak di Magelang Ngaku Jadi Korban Penculikan

Takut Dimarahi, Anak di Magelang Ngaku Jadi Korban Penculikan

Jawa Tengah | Jum'at, 03 September 2021 | 16:57 WIB

Hoaks Penculikan Anak Beredar di Gorontalo, Satu Orang Korban Dianiaya Warga

Hoaks Penculikan Anak Beredar di Gorontalo, Satu Orang Korban Dianiaya Warga

Sulsel | Minggu, 22 Agustus 2021 | 08:11 WIB

Nenek Diseret dan Diikat Warga Dalam Pasar, Polisi : Tidak Ada Bukti Penculikan Anak

Nenek Diseret dan Diikat Warga Dalam Pasar, Polisi : Tidak Ada Bukti Penculikan Anak

Sulsel | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 07:49 WIB

Terkini

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Senin, 21 September 2026 | 13:53 WIB

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Batam | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

News | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:51 WIB

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:50 WIB

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

News | Senin, 21 September 2026 | 13:49 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor, Apa yang Dicari?

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor, Apa yang Dicari?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:46 WIB

5 Penyebab HP Cepat Panas, Ketahui untuk Mencegah Kerusakan Fatal

5 Penyebab HP Cepat Panas, Ketahui untuk Mencegah Kerusakan Fatal

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:42 WIB

Sempat Berkali-kali Hilang, Nusron Wahid Akhirnya Nongol di DPR Bahas RUU Reforma Agraria

Sempat Berkali-kali Hilang, Nusron Wahid Akhirnya Nongol di DPR Bahas RUU Reforma Agraria

News | Senin, 21 September 2026 | 13:41 WIB

2 Penyebab Nasi Cepat Bau dan Menguning, Ini Biang Keroknya

2 Penyebab Nasi Cepat Bau dan Menguning, Ini Biang Keroknya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:40 WIB

×