Polisi Federal Jerman Diam-diam Beli Spyware NSO Pegasus Israel

Reza Gunadha | Deutsche Welle | Suara.com

Rabu, 08 September 2021 | 18:33 WIB
Polisi Federal Jerman Diam-diam Beli Spyware NSO Pegasus Israel
[DW Indonesia]

Suara.com - Polisi kriminal federal Jerman menurut media yang dikonfirmasi sumber, secara rahasia telah membeli dan menggunakan spyware pengawasan kontroversial Pegasus dari Israel meskipun ada keberatan dari pengacara.

Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA) secara rahasia membeli spyware Pegasus yang terkenal dari perusahaan Israel NSO pada 2019.

Hal ini terungkap Selasa (7/9/2021) dalam sebuah sidang parlemen. Pemerintah federal memberikan informasi kepada Komisi Dalam Negeri di parlemen Jerman Bundestag tentang pembelian spyware itu dalam sesi tertutup, ujar sumber-sumber di parlemen.

Laporan pemerintah ini mengkonfirmasi laporan sebelumnya dari media Jerman Die Zeit. Perangkat lunak itu diperoleh di bawah "kerahasiaan tertinggi" demikian Die Zeit, meskipun pengacara ragu karena alat pengawasan dapat melakukan lebih dari yang diizinkan oleh undang-undang privasi Jerman.

Namun, versi yang dibeli oleh BKA memiliki fungsi tertentu yang diblokir untuk mencegah penyalahgunaan, ujar kalangan pakar keamanan kepada surat kabar tersebut.

Meskipun tidak jelas bagaimana cara kerjanya pada tatanan praktis. Pengungkapan pembelian spyware tersebut merupakan hasil investigasi bersama oleh Die Zeit serta harian Süddeutsche Zeitung dan lembaga penyiaran publik NDR dan WDR.

Apa kata pemerintah Jerman?

Menurut Süddeutsche Zeitung, Wakil Presiden BKA Martina Link telah mengkonfirmasi kepada anggota parlemen bahwa jawatannya telah membeli perangkat lunak tersebut. Pada akhir 2020, BKA mengakuisisi versi perangkat lunak virus Trojan Pegasus.

Ini telah digunakan dalam operasi tertentu menyasar terorisme dan kejahatan sejak Maret tahun ini.

Mahkamah Konstitusi Federal Jerman telah memutuskan, aparat keamanan hanya diizinkan untuk menggunakan spyware pada ponsel dan komputer milik target pengawasan untuk kasus khusus, dan hanya dapat memicu jenis operasi tertentu.

Di saat supremasi hukum membatasi penggunaannya, teknologi yang tersedia terus berkembang, nyaris tanpa batasan.

Pemerintah Jerman telah ditanyai secara khusus tentang penggunaan spyware NSO tiga kali dalam beberapa tahun terakhir, namun secara tegas menolak untuk menjelaskan penggunaannya, audit maupun pengawasan tentang hal itu.

Dalam pernyataan tertulis menjawab pertanyaan dari anggota tim penyidik resmi, anggota parlemen Partai Kiri, Martina Renner, BKA menyebutkan hak parlemen atas informasi berkonflik dengan "kepentingan kerahasiaan sesuai konstitusi demi kesejahteraan negara dalam kasus-kasus luar biasa."

Mengapa NSO dan Pegasus kontroversial?

NSO menjual alat pengawasan Pegasus kepada polisi dan badan intelijen secara global. Perangkatnya sangat canggih, sehingga dapat memata-matai iPhone dan smartphone Android secara real time, mengaktifkan fungsi mikrofon dan video untuk merekam percakapan, pengaturan, membaca data lokasi dan mengurai enkripsi pada pesan obrolan. BKA memulai negosiasinya dengan NSO pada tahun 2017.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantai Israel, Denmark Kian Dekat Amankan Tiket Piala Dunia 2022

Bantai Israel, Denmark Kian Dekat Amankan Tiket Piala Dunia 2022

Bola | Rabu, 08 September 2021 | 14:36 WIB

Israel Kecolongan, Enam Warga Palestina Berhasil Kabur dari Penjara Lewat Terowongan

Israel Kecolongan, Enam Warga Palestina Berhasil Kabur dari Penjara Lewat Terowongan

News | Rabu, 08 September 2021 | 13:19 WIB

Sayed Sadaat: Eks Menteri Afghanistan yang Jadi Kurir Makanan di Jerman

Sayed Sadaat: Eks Menteri Afghanistan yang Jadi Kurir Makanan di Jerman

Video | Rabu, 08 September 2021 | 11:00 WIB

6 Tahanan Palestina Kabur dari Penjara Israel, Gali Terowongan Pakai Sendok

6 Tahanan Palestina Kabur dari Penjara Israel, Gali Terowongan Pakai Sendok

News | Selasa, 07 September 2021 | 17:29 WIB

Bayi Kembar Siam Sukses Jalani Operasi Pemisahan di Rumah Sakit Israel

Bayi Kembar Siam Sukses Jalani Operasi Pemisahan di Rumah Sakit Israel

News | Selasa, 07 September 2021 | 15:26 WIB

Cerita Miris Samed Yesil, Eks Wonderkid Liverpool yang Kini Bekerja di Pabrik

Cerita Miris Samed Yesil, Eks Wonderkid Liverpool yang Kini Bekerja di Pabrik

Bola | Selasa, 07 September 2021 | 17:31 WIB

Continental Perkenalkan Ban Hasil Daur Ulang Botol Air Mineral

Continental Perkenalkan Ban Hasil Daur Ulang Botol Air Mineral

Otomotif | Selasa, 07 September 2021 | 13:20 WIB

Bak Adegan Film, 6 Gerilyawan Palestina Kabur dari Penjara Israel Usai Gali Lubang Tahanan

Bak Adegan Film, 6 Gerilyawan Palestina Kabur dari Penjara Israel Usai Gali Lubang Tahanan

News | Selasa, 07 September 2021 | 05:42 WIB

Buat Terowongan di Bawah Wastafel, Enam Napi Palestina Berhasil Kabur dari Israel

Buat Terowongan di Bawah Wastafel, Enam Napi Palestina Berhasil Kabur dari Israel

News | Senin, 06 September 2021 | 20:07 WIB

Terkini

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:14 WIB

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

News | Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB