Penangkapan Pembentang Poster Jokowi, Pengamat: Jauh dari Nilai Demokrasi

Bimo Aria Fundrika, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 10 September 2021 | 04:50 WIB
Penangkapan Pembentang Poster Jokowi, Pengamat: Jauh dari Nilai Demokrasi
Beda nasib dua warga yang sama-sama bikin poster tentang Jokowi (instagram)

Suara.com - Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai ditangkapnya seorang warga yang membentangkan poster Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat jauh dari nilai-nilai demokrasi.

Bahkan menurutnya penangkapan terhadap seorang warga tersebut keliru. 

"Ditangkapnya yang membentangkan itu sebenarnya jauh dari nilai-nilai demokrasi. Saya sih kalau dari kacamata demokrasi terus terang memang keliru (Ditangkapnya pria pembentang poster) ini," ujar Herry saat dihubungi Suara.com, Kamis (9/9/2021).

Warga yang sebelumnya ditangkap tersebut kini diketahui telah dipulangkan. 

Tangkapan layar video seorang pria membentangkan poster saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kota Blitar, Selasa (7/9/2021). [Foto: Times Indonesia/Istimewa]
Tangkapan layar video seorang pria membentangkan poster saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kota Blitar, Selasa (7/9/2021). [Foto: Times Indonesia/Istimewa]

Herry menduga bahwa ditangkapnya warga pembentang poster tersebut karena pemerintahan Presiden Joko Widodo tak ingin mengharapkan kritikan yang  dianggap mengganggu.

"Jadi presiden dan jajaran ini sepertinya tidak ingin banyak kritikan di zaman pandemi ini diharapkan , karena mungkin terlihat mengganggu," tutur Herry.

Tak hanya itu, Herry menuturkan seharusnya Jokowi dan jajaran bisa menerima kritikan tersebut.  Yakni dengan memanggil jajaran terkait mempertanyakan alasan aparat yang menangkap pria tersebut. 

"Tapi di sisi lain sebenarnya ketika presiden dan jajarannya ini, melihat ini lebih komprehensif tentunya akan menerima kritikan. Jika memang, pak presiden dan jajarannya berkenan misalnya memanggil orang tersebut melalui Kapolri kah atau dari menterinya ataukah dari kepala staf kepresidenan memanggil ada apa sebenarnya sampai melakukan tindakan seperti itu," kata Herry 

Apalagi kata dia, aksi yang dilakukan warga blitar tersebut bukanlah tindakan kriminal.

baca juga

"Itu bukan tindakan kriminal, karena presiden bukan simbol negara yang seperti diagung-agungkan atau disampaikan oleh pihak koalisi pemerintah termasuk lingkarannya," sambungnya. 

Menurutnya, poster yang ditujukan kepada Jokowi merupakan aspirasi yang wajar mengungkapkan seorang warga di masa pandemi.

Sebab kata Herry, Jokowi pernah menyampaikan pernyataan bahwa kebijakan PPKM membuat warga semakin menjerit. 

"Pak presiden ini pernah mengatakan bahwa kebijakannya sekarang ini yaitu PPKN yang terus berlanjut itu membuat masyarakat menjerit , beliau sendiri yang menyampaikan jadi kondisi stabilitas emosional suasana kebatinan masyarakat di pandemi ini kurang stabil. Jadi wajar mereka mengeluarkan kritikan atau saran," ucap Herry. 

Lebih lanjut, seharusnya kata Herry, kritikan seorang warga tersebut tak perlu direspon dengan berlebihan.

"Tetapi tentunya sejauh ini tidak ada masalah kritikannya, auto kritik terhadap pemerintah oleh masyarakat sendiri. Yang terpenting adalah yang kita jaga tidak menimbulkan implikasi negatif terhadap misalnya disintegrasi sosial. Itu kan tidak sejauh itu ini hanya sebatas ungkapan perasaan, itu kenapa harus direspon lebih-lebih ya overacting," katanya 

Sebelumnya Kepolisian Kota Blitar menyatakan telah memulangkan seorang warga yang mengangkat poster permintaan tolong kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Blitar kemarin.

Hal ini ditegaskan Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery. Video keterangan kapolres ini diunggah ke akun Instagram @info_seputar_blitar. Dalam keterangannya itu, Yudhi membenarkan kalau Polres Kota telah menangkap warga berinisial S tersebut.

Warga yang membentangkan poster bertuliskan: "Pak Jokowi bantu peternak, beli jagung dengan harga wajar" itu kemudian diamankan ke kantor polisi setempat.

"Maksud dan tujuan kami (pengamanan) adalah untuk mengecek identitas yang bersangkutan, kedua mengklarifikasi apakah yang bersangkutan bagian dari kelompok-kelompok dari peternakan tersebut," kata Yudhi

"Dan ternyata benar bagian dari kelompok peternak. Kami wawancarai, lalu kami fasilitasi bertemu dengan bupati. Lalu kami pulangkan," ujar Yudhi menegaskan.

Sebelumnya, beredar sebuah video ketika seorang warga meminta tolong kepada presidennya dengan cara mengangkat poster malah ditangkap kepolisian Blitar Kota.

Poster itu diangkat seorang warga saat presiden berjalan meninggalkan Makam Bung Karno. Dalam video nampak mobil yang ditumpangi Jokowi keluar dari kawasan Makam Bung Karno. Kemudian terlihat seorang warga yang mengenakan jaket dan celana hitam membawa poster, didatangi oleh polisi.

Polisi tersebut merampas poster tersebut dan sempat mendorong pria tersebut. Beberaa warga yang berada di lokasi juga terlihat panik dan mencoba menyingkir dari lokasi. Polisi kemudian menggiring pria tersebut masuk ke dalam mobil polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Tegaskan Kasus Ibu-ibu Curi Susu Dihentikan Bukan Karena Hotman Paris

Polisi Tegaskan Kasus Ibu-ibu Curi Susu Dihentikan Bukan Karena Hotman Paris

Jatim | Kamis, 09 September 2021 | 15:39 WIB

Dibebaskan, Polisi Ungkap Alasan Tangkap Pembawa Poster Minta Tolong Presiden

Dibebaskan, Polisi Ungkap Alasan Tangkap Pembawa Poster Minta Tolong Presiden

Video | Kamis, 09 September 2021 | 15:33 WIB

Tinjau Vaksinasi Pelajar di Wajo, Presiden Jokowi Dorong Metode Door-to Door

Tinjau Vaksinasi Pelajar di Wajo, Presiden Jokowi Dorong Metode Door-to Door

News | Kamis, 09 September 2021 | 14:48 WIB

Terkini

BRI KKB National Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Lokasi, Raih Rekor MURI

BRI KKB National Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Lokasi, Raih Rekor MURI

Riau | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:06 WIB

Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token

Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:03 WIB

BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI

BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI

Kaltim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Bung Towel Senggol Thom Haye, Sebut Pemain Persib Itu Tak Punya Skill Seperti Pirlo dan Xavi

Bung Towel Senggol Thom Haye, Sebut Pemain Persib Itu Tak Punya Skill Seperti Pirlo dan Xavi

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:59 WIB

4 Alasan Kenapa Cermin Tidak Boleh Menghadap Tempat Tidur Menurut Feng Shui

4 Alasan Kenapa Cermin Tidak Boleh Menghadap Tempat Tidur Menurut Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:58 WIB

1.000 Liter BBM Mulai Dipasok untuk Alat Berat Tangani Gempa Manggarai

1.000 Liter BBM Mulai Dipasok untuk Alat Berat Tangani Gempa Manggarai

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Fakta Pahit: Timnas indonesia Kalah Kelas dari Vietnam dan Thailand Calon Juara Piala AFF 2026

Fakta Pahit: Timnas indonesia Kalah Kelas dari Vietnam dan Thailand Calon Juara Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:53 WIB

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel Sebut Bali Tak Lagi Ramah

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel Sebut Bali Tak Lagi Ramah

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:47 WIB

Rangkuman Rumus Bangun Datar: Cara Praktis Menghitung Luas dan Keliling

Rangkuman Rumus Bangun Datar: Cara Praktis Menghitung Luas dan Keliling

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:45 WIB

×