Daftar 10 Jajaran Kepala Daerah Terkaya di Indonesia

Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 13 September 2021 | 20:26 WIB
Daftar 10 Jajaran Kepala Daerah Terkaya di Indonesia
Kepala daerah terkaya di Indonesia - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. [Gopos.id/Humas Pemprov]

Suara.com - Laporan terbaru yang resmi dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara kini dapat diakses secara umum oleh masyarakat. Siapa kepala daerah terkaya di Indonesia berdasarkan LHKPN?

Laporan tersebut berisikan informasi lengkap yang menjelaskan tentang jumlah kekayaan pribadi yang dimiliki oleh setiap pejabat penyelenggara negara di Indonesia, termasuk kepala daerah. Berikut adalah ulasan tentang daftar 10 jajaran kepala daerah terkaya di Indonesia.

Daftar 10 Kepala Daerah Terkaya di Indonesia

Berikut adalah daftar 10 kepala daerah terkaya di Indonesia berdasarkan laporan yang dikeluarkan secara resmi LHKPN 2020:

1.       Benny Laos

Benny Laos menduduki peringkat pertama sebagai kepala daerah terkaya di Indonesia menurut LHKPN, pria yang juga menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara pada periode 2017-2022 ini tercatat memiliki kekayaan pribadi dengan total Rp 510.510.014.904 (Rp 510 miliar).

Berikut adalah rincian kekayaan Benny:

  • Kekayaan terbanyak berasal dari surat-surat berharga senilai Rp 248.600.000
  • 139 bidang tanah senilai Rp 158.358.203

2.       Hadianto Rasyid

Urutan kepala daerah terkaya kedua diduduki oleh Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah ini dilaporkan memiliki jumlah kekayaan sebanyak Rp 263.582.578.396. Wali kota yang baru dilantik pada Februari 2021 lalu ini selain berprofesi sebagai politikus juga berprofesi sebagai pengusaha

Ia berhasil merebut suara terbanyak pada Pilkada Walikota Palu setelah sebelumnya menjabat sebagai ketua DPD partai Hanura Sulawesi Tengah.

3.       Olly Dondokambey

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. (Suara.com/M, Yasir)
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. (Suara.com/M, Yasir)

Peringkat kepal daerah terkaya di Indonesia yang ketiga diisi oleh Olly Dondokambey. Ia memiliki total kekayaan sebanyak Rp 179.156.296.

Dengan rincian, berupa kas setara dengan Rp 124.316.171.217 dan 62 bidang bangunan dan tanah senilai Rp 47.967.124.000. Gubernur Sulawesi Utara yang sudah menjabat sejak 2016 silam ini merupakan kader dari partai PDIP.

4.       Putu Agus Suradnyana

Menurut laporan yang dirilis oleh LHKPN, Bupati Kabupaten Buleleng, Bali ini menduduki peringkat keempat dengan total jumlah kekayaan pribadi senilai Rp 171.838.542.180. Ia punya 77 bidang bangunan dan tanah senilai Rp 179.361.675.000. Namun disamping itu ia juga tercatat memiliki hutang dengan jumlah Rp 10.937.017.700.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala Sekolah Punya Harta Lebih Rp1,6 Triliun, Ternyata Ini Sumber Kekayaannya

Kepala Sekolah Punya Harta Lebih Rp1,6 Triliun, Ternyata Ini Sumber Kekayaannya

Bisnis | Senin, 13 September 2021 | 18:27 WIB

Sri Mulyani Beberkan Penyebab Ratusan Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi

Sri Mulyani Beberkan Penyebab Ratusan Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi

Bisnis | Senin, 13 September 2021 | 15:14 WIB

LHKPN: Setahun Jabat Wagub DKI, Kekayaan Riza Patria Bertambah Rp 2,4 Miliar

LHKPN: Setahun Jabat Wagub DKI, Kekayaan Riza Patria Bertambah Rp 2,4 Miliar

Jakarta | Senin, 13 September 2021 | 14:20 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB