Menko PMK Sebut Protokol Kesehatan Jadi Kunci Ubah Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 14 September 2021 | 16:20 WIB
Menko PMK Sebut Protokol Kesehatan Jadi Kunci Ubah Pandemi Covid-19 Jadi Endemi
Menko PMK Muhadjir Effendy. (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah sedang berupaya mengubah Covid-19 dari pandemi menjadi endemi.

Salah satu cara untuk mewujudkannya ialah tumbuhnya kesadaran masyarakat.

Muhadjir menjelaskan, pemerintah berharap nantinya masyarakat benar-benar terbiasa hidup dengan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga masyarakat sudah tidak perlu dipaksa untuk menggunakan masker atau sadar membubarkan diri, apabila memang sudah menimbulkan kerumunan.

"Misalnya kerumunan, tidak usah disuruh bubar mereka sudah tahu sekian lama, oh, ini sudah waktunya bubar karena ini sudah beresiko kalau nanti terjadi klaster. Kalau itu sudah tumbuh, kesadaran itu di masyarakat maka nanti Covid-19 ini sama dengan penyakit yang lain kaya misalnya demam berdarah," kata Muhadjir saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenko PMK, Selasa (14/9/2021).

Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa lebih mandiri dalam upaya tracking di mana ketika ada yang terpapar Covid-19 bisa langsung lapor ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

Sehingga tracking bisa cepat dilakukan tanpa harus menimbulkan keributan.

"Jadi yang penting sebetulnya adalah kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menyongsong endeminisasi Covid-19 ini," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan Covid-19 menjadi sebuah penyakit yang paling bisa dikendalikan supaya bisa mengubah dari pandemi menjadi endemi. Untuk itu, pemerintah akan mencermati bagaimana perkembangan penyebaran Covid-19 ke depannya.

baca juga

"Karena saya rasa naik turunnya kasus ini juga terkait dengan kondisi iklim, kondisi lingkungan itu saya kira sangat berpengaruh, nanti akan kita pelajari, kita amati," ujarnya.

Muhadjir juga mengungkapkan kalau pemerintah bertekad untuk menurunkan tingkat rasio kematian akibat Covid-19 sampai ke titik nol kasus.

"Tentu saja yang paling kita harapkan adalah kematian nol, itu akan bisa bisa membikin Covid-19 ini bukan lagi penyakit yang sangat istimewa tetapi akan kita lihat sebagai penyakit biasa."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima 15,2 Juta Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Menko PMK: Insyaallah Semuanya Halal

Terima 15,2 Juta Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Menko PMK: Insyaallah Semuanya Halal

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:10 WIB

Menko PMK: Persiapan Teknologi Indonesia Masih Lemah

Menko PMK: Persiapan Teknologi Indonesia Masih Lemah

Tekno | Senin, 23 Agustus 2021 | 17:12 WIB

Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Menko PMK Minta Puskesmas Sedia Oksigen dan Obat Antivirus

Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Menko PMK Minta Puskesmas Sedia Oksigen dan Obat Antivirus

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 03:05 WIB

Terkini

Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?

Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:16 WIB

3 Rekomendasi Raket Nyamuk Awet Mulai Rp70 Ribuan Sesuai Review Pengguna

3 Rekomendasi Raket Nyamuk Awet Mulai Rp70 Ribuan Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:15 WIB

×