alexametrics

Menko PMK Sebut Virus Covid-19 Sangat Cerdas, Bikin Orang Pintar Jadi Terlihat "Bodoh"

RR Ukirsari Manggalani | Ria Rizki Nirmala Sari
Menko PMK Sebut Virus Covid-19 Sangat Cerdas, Bikin Orang Pintar Jadi Terlihat "Bodoh"
Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau vaksinasi pelajar dan warga di XT Square, Umbulharjo, Yogyakarta (2/9/2021) - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Ilmuwan dibuatnya jungkir-balik, keputusan jadi tidak bisa betul-betul final.

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut virus Corona atau Covid-19 sebagai virus tercerdas yang pernah ada di muka bumi. Sebab menurutnya Covid-19 bisa membuat orang pintar menjadi terlihat "bodoh".

"Jadi Covid-19 saya kira virus tercerdas yang pernah lahir di muka bumi ini, dia bisa membikin orang yang kelihatannya pintar atau sangat pintar jadi agak bodoh," kata Muhadjir dalam Webinar 83 Tahun Sinar Mas: "Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit", Selasa (14/9/2021).

Hal tersebut disampaikannya sebab Covid-19 membuat ilmuwan sampai jungkir balik. Kata Muhadjir, selama pandemi berlangsung, epidemiolog-epidemiolog kerap membuat model yang berbeda hanya untuk mencoba membaca perilaku Covid-19.

"(Hasilnya) semua hampir bisa dikatakan tidak ada yang persis," ujarnya.

Baca Juga: Muhadjir Harapkan Prokes Meningkat saat Endemi: Warga Tak Perlu Dipelototi untuk Bermasker

Bukan hanya untuk penyebarannya saja, tetapi untuk menemukan obatnya pun para ahli melakukan uji coba berkali-kali supaya tepat diberikan kepada orang yang terpapar Covid-19.

Hampir semua ahli di dunia kesehatan juga ikut dalam mengurusi Covid-19.

Namun realitasnya, hasil dari pengujian menjadi sangat spekulatif. Muhadjir menyebut dari 5 orang ahli, pendapat yang dihasilkan bisa jadi 10.

"Sehingga tidak ada satupun pendapat yang final yang bisa dijadikan patokan oleh siapapun," ujarnya.

Kondisi seperti itu juga yang membuat pemerintah kerap bergonta-ganti kebijakan. Sebab, dalam pembuatan kebijakan, pemerintah juga menerima masukan dari ahli, ilmuwan serta profesor di perguruan tinggi yang berbeda-beda.

Baca Juga: Gara-Gara Covid-19, Penderita TB Terbengkalai dan Kematian HIV Meningkat

"Maka mohon dimaklumi kalau keputusan pemerintah kemudian tidak bisa betul-betul final untuk bisa dianggap kebenaran tunggal dan ini adalah gara-gara Covid-19 itu."