Amerika Akui Salah Serang, Bukan Pentolan ISIS-K yang Tewas tapi 10 Warga Sipil

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Senin, 20 September 2021 | 09:58 WIB
Amerika Akui Salah Serang, Bukan Pentolan ISIS-K yang Tewas tapi 10 Warga Sipil
Gedung Pentagon di Washington DC, Amerika Serikat. (AFP)

Suara.com - Pentagon akui salah serang dalam penyerbuan pesawat tak berawak di Kabul pada 29 Agustus. Bukan pentolan ISIS-K yang mereka bunuh melainkan warga sipil.

Menyadur The Daily Beast Minggu (19/9/2021), 10 korban tewas dalam serangan yang menargetkan ISIS-K itu, termasuk 7 anak-anak.

“Investigasi menyimpulkan serangan itu adalah kesalahan yang tragis,” ujar Jenderal Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS, kepada wartawan.

Berdasarkan informasi intelijen yang dia terima, McKenzie yakin serangan itu bisa menghindari ancaman yang akan segera terjadi atas pasukannya di bandara.

"Berdasarkan penilaian itu, saya dan para pemimpin lain di departemen berulang kali menegaskan validitas pemogokan ini.”

Beberapa tentara luar negeri tengah mengevakuasi warga Afghanistan tak lama berselang usai bandara Kabul diguncang dua ledakan pada Kamis (26/8/2021) waktu setempat. (Foto: AFP)
Beberapa tentara luar negeri tengah mengevakuasi warga Afghanistan tak lama berselang usai bandara Kabul diguncang dua ledakan pada Kamis (26/8/2021) waktu setempat. (Foto: AFP)

“Saya di sini hari ini untuk meluruskan dan mengakui kesalahan kami. Terus terang, kami pikir ini adalah petunjuk yang bagus,” kata McKenzie. “Kami salah.”

Namun, dia bersikeras serangan itu dipertimbangkan dalam konteks situasi di lapangan. “Kami tidak melakukan serangan karena kami pikir kami salah, kami menyerang karena kami memiliki target.”

McKenzie menyampaikan belasungkawa mendalam pada keluarga korban dan mengatakan militer melancarkan serangan dengan penuh pertimbangan.

Ia yakin ISIS-K sedang menyiapkan serangan di bandara di Kabul, menyusul serangan tiga hari sebelumnya yang menewaskan lebih dari 140 orang, termasuk 13 anggota layanan Amerika.

Sedan Toyota Corolla putih yang menjadi sasaran drone itu diyakini sarat dengan bahan peledak. Namun, belakangan diketahui bahwa kendaraan tersebut sebenarnya membawa botol air minum.

Pengemudi, Zemari Ahmadi, tidak berafiliasi dengan ISIS atau organisasi teror lainnya. Dia muncul di radar militer ketika berhenti di rumah persembunyian ISIS di dekat bandara, setelah itu drone Reaper mulai membayanginya.

Asap hitam terlihat di sebuah kawasan di Kabul, Afghanistan, Minggu (29/8/2021). (ANTARA/Reuters)
Asap hitam terlihat di sebuah kawasan di Kabul, Afghanistan, Minggu (29/8/2021). (ANTARA/Reuters)

Selama 36 jam sebelum serangan, militer menerima lebih dari 60 informasi intelijen yang menunjukkan ancaman yang akan segera terjadi.

“Salah satu yang paling berulang adalah bahwa ISIS-K akan menggunakan Toyota Corolla putih, sebagai elemen kunci dalam serangan berikutnya,” ungkapnya.

“Jelas, intelijen kami salah pada Toyota putih khusus ini."

AS sekarang menjajaki kemungkinan pembayaran ex gratia atau ganti rugi moneter kepada kerabat para korban, menurut McKenzie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turki Bangun Kompleks Militer Mirip Pentagon, Erdogan: Biar Musuh Takut

Turki Bangun Kompleks Militer Mirip Pentagon, Erdogan: Biar Musuh Takut

News | Rabu, 01 September 2021 | 20:24 WIB

Pentagon Bantah Telantarkan Anjing di Afghanistan: Bukan Milik Kami

Pentagon Bantah Telantarkan Anjing di Afghanistan: Bukan Milik Kami

News | Rabu, 01 September 2021 | 15:49 WIB

Seorang Polisi Pentagon Tewas Ditikam, Pelaku Langsung Tewas Ditembak

Seorang Polisi Pentagon Tewas Ditikam, Pelaku Langsung Tewas Ditembak

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 14:35 WIB

Terkini

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:24 WIB

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:18 WIB

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:10 WIB

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:06 WIB

Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah

Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:00 WIB

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:49 WIB

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:20 WIB