Taliban Ganti Dubes untuk PBB dan Minta Bicara di Sidang, Dikabulkan?

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 22 September 2021 | 12:33 WIB
Taliban Ganti Dubes untuk PBB dan Minta Bicara di Sidang, Dikabulkan?
BBC

Suara.com - Taliban meminta kesempatan berbicara dengan para pemimpin dunia di Sidang PBB yang digelar di New York, AS, pekan ini.

Menteri luar negeri kelompok itu melayangkan permintaan tersebut dalam sebuah surat pada hari Senin (20/09). Sebuah komite akan memutuskan apakah PBB mengabulkan permintaan tersebut.

Taliban juga menominasikan juru bicara mereka yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen, sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB.

Kelompok militan yang mengambil alih kekuasaan di Afghanistan bulan lalu, mengatakan utusan pemerintah Afghanistan yang digulingkan itu tak lagi mewakili negara itu.

Baca juga:

Permintaan untuk berpartisipasi dalam debat tingkat tinggi para pemimpin dunia sedang dipertimbangkan oleh sebuah komite di PBB, yang antara lain anggotanya terdiri dari AS, China dan Rusia, menurut juru bicara PBB.

Namun, kemungkinan mereka tidak bisa melakukan pertemuan sebelum akhir sesi Majelis Umum Senin depan.

Sampai saat itu, di bawah aturan PBB, Ghulam Isaczai - utusan pemerintah Afghanistan yang digulingkan - akan tetap menjadi duta besar Afghanistan untuk badan global tersebut.

Ia diharapkan memberikan pidato pada hari terakhir sidang umum PBB pada 27 September. Namun Taliban mengatakan Izacsai "tidak lagi mewakili Afghanistan".

Mereka juga mengatakan bahwa beberapa negara tidak lagi mengakui mantan Presiden Ashraf Ghani sebagai pemimpin.

Ghani tiba-tiba meninggalkan Afghanistan saat gerilyawan Taliban merangsek ke ibu kota, Kabul, pada 15 Agustus. Sejak itu ia mengungsi ke Uni Emirat Arab.

Ketika Taliban terakhir menguasai Afghanistan, pada periode 1996 hingga 2001, duta besar pemerintah yang mereka gulingkan tetap sebagai perwakilan PBB, setelah komite kredensial menunda keputusannya atas klaim memperebutkan posisi tersebut.

Pada pertemuan PBB hari Selasa (21/09), Qatar mendesak para pemimpin dunia untuk tetap terlibat dengan Taliban.

"Memboikot mereka hanya akan mengarah pada polarisasi dan reaksi, sedangkan dialog bisa bermanfaat," kata penguasa Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Peran Qatar bagi Taliban dan proses evakuasi dari Afghanistan

Qatar telah menjadi perantara utama di Afghanistan. Negara ini menjadi tuan rumah pembicaraan antara Taliban dan AS yang berpuncak pada kesepakatan tahun lalu, untuk menarik pasukan NATO yang dipimpin AS.

Negara ini telah membantu warga Afghanistan dan warga negara asing untuk melakukan evakuasi dari negara itu sejak Taliban kembali berkuasa, dan telah memfasilitasi pembicaraan damai di dalam pemerintahan Afghanistan baru-baru ini.

"Tak ada yang mampu untuk melakukan proses evakuasi besar-besaran keluar dari Afghanistan tanpa keterlibatan Qatar, dalam beberapa cara atau yang lainnya," jelas Dina Esfandiary, penasihat senior di International Crisis Group, sebuah lembaga studi yang meneliti konflik global.

"Afghanistan dan Taliban akan menjadi kemenangan berarti bagi [Qatar], bukan hanya karena ini menunjukkan mereka mampu bermediasi dengan Taliban, tapi ini membuat mereka menjadi pemain yang serius bagi negara-negara Barat yang terlibat," katanya kepada BBC.

Ketika negara-negara Barat meninggalkan Kabul, nilai diplomasi dari hubungan-hubungan ini meningkat.

Saat pemerintahan Presiden Barack Obama berusaha untuk mengakhiri perang, Qatar menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Taliban untuk mendiskusikan upaya damai dari tahun 2011.

Ini telah menjadi proses yang kontroversial dan berubah-ubah. Pengibaran bendera Taliban di pinggiran kota Doha membuat banyak orang tersinggung (mereka memendekkan tiang bendera setelah diminta Amerika).

Bagi Qatar, ini membantu membangun ambisi tiga dekade atas kebijakan luar negeri yang otonom - Di mana hal ini dianggap penting bagi negara yang berada di antara kutub Iran dan Arab Saudi.

Pertemuan di Doha mengalami puncaknya akhir tahun lalu dalam kesepakatan di bawah Presiden Donald Trump untuk menarik pasukannya dari Afghanistan pada Mei tahun ini.

Setelah Joe Biden berkuasa, ia mengumumkan bahwa penarikan pasukan diperpanjang hingga 11 September.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Your Say | Minggu, 14 Desember 2025 | 18:40 WIB

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:45 WIB

Viral di Media Israel, Prabowo Subianto Ucap Shalom di Pidato PBB, Apa Artinya?

Viral di Media Israel, Prabowo Subianto Ucap Shalom di Pidato PBB, Apa Artinya?

Video | Sabtu, 27 September 2025 | 06:00 WIB

Rizal Mallarangeng: Menelaah Pergeseran Geopolitik Global dan Posisi Krusial Indonesia

Rizal Mallarangeng: Menelaah Pergeseran Geopolitik Global dan Posisi Krusial Indonesia

News | Kamis, 25 September 2025 | 10:10 WIB

Muhaimin Puji Prabowo di Pidato PBB : Presiden yang Berhasil Pidato dengan Baik setelah Bung Karno

Muhaimin Puji Prabowo di Pidato PBB : Presiden yang Berhasil Pidato dengan Baik setelah Bung Karno

News | Kamis, 25 September 2025 | 09:45 WIB

Jadi Inspirasi, Presiden Prabowo Kutip Semangat Declaration of Independence

Jadi Inspirasi, Presiden Prabowo Kutip Semangat Declaration of Independence

Your Say | Rabu, 24 September 2025 | 15:07 WIB

Pidato Tegas Prabowo di PBB: Desak Dunia Akui Palestina, Siap Kirim Pasukan Perdamaian

Pidato Tegas Prabowo di PBB: Desak Dunia Akui Palestina, Siap Kirim Pasukan Perdamaian

Your Say | Selasa, 23 September 2025 | 19:50 WIB

Terkini

5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa

5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:03 WIB

Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang

Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:03 WIB

Geger Isu Dicaplok Gerindra, Nasdem Sebut Tempo Telah Minta Maaf

Geger Isu Dicaplok Gerindra, Nasdem Sebut Tempo Telah Minta Maaf

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:54 WIB

5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka

5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:53 WIB

Selamat Tinggal Jordi Amat, Pelatih Persija Temukan Sosok Anyar Pendamping Rizky Ridho

Selamat Tinggal Jordi Amat, Pelatih Persija Temukan Sosok Anyar Pendamping Rizky Ridho

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:48 WIB

Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya

Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:47 WIB

Malaysia di Ambang Krisis BBM

Malaysia di Ambang Krisis BBM

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:30 WIB