LaporCovid-19: Masyarakat Dininabobokan Pemerintah dengan Data Manis Covid-19

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Minggu, 03 Oktober 2021 | 14:21 WIB
LaporCovid-19: Masyarakat Dininabobokan Pemerintah dengan Data Manis Covid-19
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 mempertanyakan angka positivity rate atau laju penularan Covid-19 di Indonesia yang diklaim pemerintah sudah berada di bawah standar aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Relawan Data LaporCovid-19 Natasha Devanand Dhanwani mengatakan data positivity rate di Indonesia turut memasukkan data tes antigen sebagai indikator, padahal WHO hanya memperhitungkan tes PCR dan TCM saja.

"Hal ini perlu dipertanyakan karena positivity rate Indonesia mengikutsertakan hasil antigen di dalamnya, yang mana jika dalam akumulasi dan persentase hal ini terkesan lebih rendah dari pada yang sebenarnya," kata Natasha dalam diskusi virtual, Minggu (3/10/2021).

Menurut pedoman WHO, tes antigen tidak bisa dijadikan acuan untuk mengukur positivity rate karena tes antigen hanya digunakan sebagai skrining bukan diagnosis Covid-19.

"Di tanggal 30 Agustus, positivity rate dengan memasukkan hasil antigen sebesar 6,96 persen, itu juga belum di bawah 5 persen, tapi jika murni menggunakan PCR dan TCM menunjukkan angka 16,96 persen," contohnya.

Selain itu, transparansi data di daerah juga masih belum sinkron dengan data yang diumumkan pemerintah pusat, sehingga pengukurannya menjadi tidak valid.

"Testing yang tidak dibuka di level kota/kabupaten yang menjadi masalah, sehingga kita tidak tahu angka yang dites seberapa, padahal jumlah orang yang dites mempengaruhi angka positivity rate," ucapnya.

Natasha menambahkan, data angka kematian juga tidak sesuai dengan standar WHO sebab pemerintah Indonesia hanya menghitung kematian jika sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara WHO meminta setiap orang yang meninggal dunia dengan gejala klinis Covid-19 atau hasil tesnya belum keluar tetap dihitung sebagai kematian pasien Covid-19.

baca juga

"Per 18 September kami melihat masih ada sekitar 28.796 data kematian yang seharusnya dicantumkan oleh pemerintah tetapi tidak masuk," ujarnya.

"Masyarakat seakan-akan dinina-bobokan dengan data-data manis yang menyelimuti mereka," tutup Natasha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Penderita Obesitas Picu Kenaikan Angka Kematian Covid-19

Studi: Penderita Obesitas Picu Kenaikan Angka Kematian Covid-19

Health | Minggu, 03 Oktober 2021 | 13:50 WIB

Bule Italia Jadi Buronan Usai Kabur Saat Karantina Covid-19

Bule Italia Jadi Buronan Usai Kabur Saat Karantina Covid-19

News | Minggu, 03 Oktober 2021 | 13:11 WIB

Nihil Kasus COVID-19, Durasi PTM di Kota Cimahi Ditambah

Nihil Kasus COVID-19, Durasi PTM di Kota Cimahi Ditambah

Jabar | Minggu, 03 Oktober 2021 | 12:26 WIB

Indonesia Kedatangan Vaksin Tahap Ke-81, Langsung Disebar ke 7 Provinsi

Indonesia Kedatangan Vaksin Tahap Ke-81, Langsung Disebar ke 7 Provinsi

News | Minggu, 03 Oktober 2021 | 11:50 WIB

Terkini

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

Kaltim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo

Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Beda Impor Migas via Pertamina dan Lemigas, Bahlil Sebut Tak Pakai APBN

Beda Impor Migas via Pertamina dan Lemigas, Bahlil Sebut Tak Pakai APBN

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:28 WIB

×