facebook

Kumpulan Hadits Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW

Rifan Aditya
Kumpulan Hadits Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Kumpulan Hadits Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW - Wanita muslim/hijab baca Al Quran, hadist (elemen envato)

Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting bagi umat Islam. Berbagai hadits tentang maulid Nabi Muhammad telah menjelaskan hal tersebut dengan gamblang.

Suara.com - Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting bagi umat Islam. Berbagai hadits tentang maulid Nabi Muhammad telah menjelaskan hal tersebut dengan gamblang.

Lalu apa saja hadits tentang maulid Nabi Muhammad tersebut? Simak artikel ini sampai habis.

Perlu diketahui, Maulid nabi merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yakni pada tanggal 12 robiul awal. Hari tersebut kerap diperingati oleh sebagian umat muslim dengan berbagai acara keagamaan seperti doa bersama, kajian Islam, hingga kegiatan amal. 

Peringatan tersebut bertujuan untuk memuliakan serta menghayati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dikutip dari unisia.ac.id, berdasarkan catatan Sayyid al-Bakri, pelopor kegiatan Maulid Nabi adalah al-Mudzhaffar Abu Sa’id, seorang raja di daerah Irbil, Baghdad.

Baca Juga: Bacaan Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW, Lengkap dengan Artinya

Peringatan maulid Nabi pada masa itu dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan berkumpul di suatu tempat. Mereka bersama-sama membaca Al-Qur’an, membaca sejarah kehidupan dan perjuangan Rasulullah, melantuntan shalawat dan syair-syair kepada Rasulullah serta diisi pula dengan ceramah agama. [al-Bakri bin Muhammad Syatho, I`anah at-Thalibin, Juz II, hal 364]

Perihal hari kelahiran Nabi Muhammad SAW juga dijelaskan dalam berbagai hadits. Berikut penjelasan hadits tentang maulid Nabi Muhammad. 

1. Hadits tentang memperingati Maulid Nabi

Dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia, merayakan Maulid Nabi merupakan bid'ah Hasanah, yakni sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi maupun para sahabatnya tetapi perbuatan itu memiliki nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. 

Hal tersebut dilandasi oleh sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Nabi SAW juga memperingati hari kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa pada hari tersebut.  Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya pada hari Senin

Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Membaca Manakib Khusus

 “Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar