Makin Tegang, China Disebut Bisa Menginvansi Taiwan Skala Penuh di 2025

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 07 Oktober 2021 | 11:07 WIB
Makin Tegang, China Disebut Bisa Menginvansi Taiwan Skala Penuh di 2025
Makin Tegang, China Disebut Bisa Menginvansi Taiwan Skala Penuh di 2025. Militer Taiwan menggelar latihan perang tahunan Han Kuang, Kamis (16/7/2020). [AFP]

Suara.com - Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng pada Rabu (6/10/2021) memberikan pernyataan bahwa China dapat melakukan invasi skala penuh ke negara mereka pada 2025.

Mengutip CNN, Kamis (7/10/2021), pernyataan tersebut muncul setelah China mengirim 150 pesawat tempur, termasuk jet tempur dan pembom berkemampuan nuklir, ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan sejak 1 Oktober 2021.

“Sehubungan dengan melakukan serangan ke Taiwan, mereka saat ini memiliki kemampuannya. Tetapi (China) harus membayar harganya,” kata Chiu Kuo-cheng kepada wartawan Taiwan, Rabu kemarin.

Namun, Chiu berpendapat pada tahun 2025, harga itu akan menjadi lebih rendah dan China akan dapat melakukan invasi skala penuh.

Kantor berita Taiwan Central News Agency (CNA) melaporkan pada pertemuan parlemen, Rabu waktu setempat, Chiu menggambarkan ketegangan militer lintas selat sebagai ketegangan yang paling serius dalam lebih dari 40 tahun sejak ia bergabung dengan militer.

Pada pertemuan itu, militer Taiwan menyerahkan laporan kepada anggota parlemen yang mengatakan kemampuan anti-intervensi dan blokade China di sekitar Selat Taiwan akan matang pada 2025.

Anggota parlemen juga meninjau anggaran pertahanan khusus senilai 8,6 miliar dollar Amerika untuk senjata buatan sendiri, termasuk rudal dan kapal perang.

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan itu, Chiu mencatat bahwa Taiwan belum membuat langkah apa pun untuk memprovokasi serangan sebagai tanggapan atas serangan udara China.

"Kami akan melakukan persiapan secara militer. Saya kira militer kami seperti ini - jika kami perlu berperang, kami akan berada di garis depan," ujarnya.

Taiwan dan China daratan telah diperintah secara terpisah sejak berakhirnya perang saudara lebih dari tujuh dekade lalu, di mana Nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taipei.

Namun, Beijing memandang Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah mereka, walaupun Partai Komunis China tidak pernah memerintah pulau demokratis berpenduduk sekitar 24 juta orang itu.

Beijing telah menolak untuk mengesampingkan kekuatan militer untuk menangkap Taiwan jika perlu.

China menyalahkan “kolusi” antara Taiwan dan Amerika Serikat karena meningkatnya ketegangan lintas selat.

“AS telah membuat langkah-langkah negatif dengan menjual senjata ke Taiwan dan memperkuat hubungan resmi dan militer dengan Taiwan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, Senin (4/10/2021).

“Termasuk peluncuran rencana penjualan senjata senilai 750 juta dollar ke Taiwan, pendaratan pesawat militer AS di Taiwan, dan seringnya kapal perang AS berlayar melintasi Selat Taiwan," pungkas Hua. (Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Beri Dukungan ke Taliban, China Bakal Segera Invasi  Taiwan?

Usai Beri Dukungan ke Taliban, China Bakal Segera Invasi Taiwan?

Batam | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:05 WIB

Mantan Presiden Uni Soviet: Invasi Militer AS dan NATO Sudah Gagal Sejak Awal

Mantan Presiden Uni Soviet: Invasi Militer AS dan NATO Sudah Gagal Sejak Awal

Batam | Rabu, 18 Agustus 2021 | 09:17 WIB

Amerika Serikat Akan Mengembalikan Artefak yang Dicuri Saat Invasi Irak

Amerika Serikat Akan Mengembalikan Artefak yang Dicuri Saat Invasi Irak

Your Say | Minggu, 08 Agustus 2021 | 17:34 WIB

Bicara Pertahanan Perang, Menhan Prabowo: Kita Berdoa Tidak Terjadi Invasi..

Bicara Pertahanan Perang, Menhan Prabowo: Kita Berdoa Tidak Terjadi Invasi..

Kaltim | Sabtu, 10 Juli 2021 | 13:08 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:54 WIB

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:43 WIB

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:12 WIB

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:10 WIB

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:05 WIB