Jurnalis Maria Ressa dan Dmitry Muratov Dianugerahi Nobel Perdamaian 2021

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 17:20 WIB
Jurnalis Maria Ressa dan Dmitry Muratov Dianugerahi Nobel Perdamaian 2021
CEO Rappler, Maria Ressa. (Instagram/@maria_ressa)

Suara.com - CEO sekaligus pemimpin redaksi Rappler, Maria Ressa menyabet Nobel Perdamaian atas upayanya melindungi kebebasan berekspresi di Filipina.

Maria Ressa menjadi perempuan pertama yang menyabet Nobel Peace Prize. Selain Maria Ressa, jurnalis Rusia Dmitry Muratov juga mendapat penghargaan atas pencapaian yang sama.

"Ya Tuhan, saya kaget," ujar Ressa ketika diberi ucapan selamat atas pencapaiannya disela-sela Zoom Meeting "Press in Distress: Will Independent Journalism Survive in Southeast Asia", Jumat (8/10/2021).

Dalam pertemuan virtual bersama jurnalis Asia itu, Ressa mengatakan penghargaan ini ia dedikasikan untuk kebenaran dan kebebasan pers yang selalu ia pegang erat.

"Ini untuk kita semua. Ini adalah pengakuan betapa sulitnya menjadi seorang jurnalis. Terima kasih untuk panitia Hadiah Nobel," ujarnya.

Maria Angelita Aycardo Ressa alias maria Ressa, Eksekutif Editor sekaligus CEO Rappler—media massa daring—ditangkap aparat Biro Investigasi Nasional Filipina, Rabu (12/2/2019) malam. [Rappler]
Maria Angelita Aycardo Ressa alias maria Ressa, Eksekutif Editor sekaligus CEO Rappler—media massa daring—ditangkap aparat Biro Investigasi Nasional Filipina, Rabu (12/2/2019) malam. [Rappler]

"(Terima kasih) wartawan di Asia Tenggara, kami akan bekerja di masa-masa sulit. Saya ingin Anda memegang kebenaran. Kami memiliki masalah besar yang harus dihadapi. Tapi saya pikir kita bisa melakukannya bersama-sama."

Ketika ditanya tentang makna Nobel Perdamaian, Maria Ressa menyebut harapannya untuk menghentikan manipulasi, memerangi kepalsuan, pengawasan media dan membantu komunitas.

Maria Ressa adalah jurnalis senior di Filipina. Mantan kepala biro CNN Manila dan Jakarta ini sempat ditangkap di ruang kerjanya pada Rabu (13/2/2019) pagi dini hari karena pemberitaan yang diterbitkan Rappler pada 29 Mei 2012.

Para pendukung kebebasan pers mengatakan Ressa menjadi sasaran Presiden Rodrigo Duterte, karena sejumlah laporan kritis Rappler terkait pemerintah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEO Rappler Maria Ressa Dinyatakan Bersalah Atas Pencemaran Nama Baik

CEO Rappler Maria Ressa Dinyatakan Bersalah Atas Pencemaran Nama Baik

News | Senin, 15 Juni 2020 | 20:08 WIB

Jurnalis Filipina Maria Ressa Akhirnya Dibebaskan dengan Jaminan

Jurnalis Filipina Maria Ressa Akhirnya Dibebaskan dengan Jaminan

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 13:52 WIB

Kerap Kritik Presiden Duterte, Pemred Rappler Ditangkap di Ruang Redaksi

Kerap Kritik Presiden Duterte, Pemred Rappler Ditangkap di Ruang Redaksi

News | Rabu, 13 Februari 2019 | 17:43 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×