Pangkas Waktu Tempuh, India Pakai Drone Kirim Vaksin ke Lokasi Terpencil

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:20 WIB
Pangkas Waktu Tempuh, India Pakai Drone Kirim Vaksin ke Lokasi Terpencil
Ilustrasi drone. (Pixabay/Powie)

Suara.com - India telah memulai pengiriman vaksin Covid-19 menggunakan drone komersial untuk menggenjot upaya vaksinasi, ujar ilmuwan senior pemerintah kepada BBC.

Dr Samiran Panda mengatakan drone-drone digunakan untuk memasok vaksin ke kawasan timur laut negara itu yang dipenuhi pegunungan.

India bertekad menyuntik seluruh warga yang masuk daftar penerima vaksin pada akhir 2021. Namun para ahli mengungkapkan bahwa untuk mencapainya, diperlukan laju yang konsisten.

India sejauh ini telah menyuntikkan lebih dari 925 juta dosis vaksin. Sekitar 70% dari daftar penerima vaksin telah disuntik setidaknya satu kali, menurut data resmi.

India melaporkan 33 juta kasus Covid, nomor dua sedunia setelah Amerika Serikat, dan lebih dari 440.000 kasus kematian - ketiga setelah AS dan Brazil.

Pada Senin (04/10), India menguji coba pengiriman drone untuk pertama kalinya di Negara Bagian Manipur di timur laut.

Sebuah drone membawa 10 dosis vaksin melayang dari Bishnupur ke sebuah klinik kesehatan di Pulau Karang — yang terletak di tengah Danau Loktak seluas 240 km persegi — hanya dalam 12 menit.

Perjalanan ke pulau berpenghuni 3.500 orang itu biasanya menghabiskan empat jam menggunakan perahu dan jalur darat.

Dr Panda, kepala ilmuwan dan kepala epidemiologi di Dewan Penelitian Medis India (ICMR), mengatakan uji coba itu berhasil dan 10 orang di pulau itu telah divaksin.

Dia menambahkan, Negara Bagian Manipur dan Nagaland akan mulai mengangkut vaksin ke desa-desa terpencil, yang biasanya memakan waktu 12 jam melintasi pegunungan dan sungai.

Telah suntikkan 925 juta dosis

Drone juga akan digunakan untuk memasok vaksin ke kepulauan di India timur, Andamans dan Nikobar, yang biasanya dicapai lebih lama dengan perahu.

"Kami berupaya memastikan tidak ada wabah di wilayah terpencil yang jarang penduduknya ini dengan lekas memvaksinasi penduduk. Jika orang terinfeksi dan terjangkit penyakit parah, mereka tidak punya akses ke ventilator, perawatan intensif, atau oksigen di daerah ini," kata Dr Panda.

Pemerintah India menggunakan drone yang dapat mengangkut beban 4,5 kg atau maksimum 900 dosis dan terbang setidaknya 70 km.

Bagaimana perkembangan vaksinasi di India?

Sejak 16 Januari, India telah menyuntikkan lebih dari 925 juta dosis.

Lebih dari 670 juta orang telah menerima dosis pertama dan 255 juta lainnya telah menerima dosis kedua.

Pada 17 September, India memberikan lebih dari 20 juta dosis dalam sehari dalam upaya memecahkan rekor untuk memperingati ulang tahun ke-71 Perdana Menteri Narendra Modi.

Para ahli mengatakan rekor tersebut menggembirakan tetapi laju vaksinasi perlu meningkat secara konsisten. Mereka memperkirakan bahwa India perlu menyuntikkan 10 juta dosis per hari untuk memvaksinasi seluruh daftar penerima vaksin pada akhir tahun 2021.

Upaya ini juga akan dipengaruhi oleh tingkat penolakan vaksin dan ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan mendatang.

Jumlah kasus harian India telah menurun - kurang dari 40.000 kasus harian baru dalam sebulan terakhir.

Tetapi kalangan kesehatan khawatir bahwa gelombang ketiga akan muncul. Apalagi negara itu telah membuka diri kembali ketika ancaman varian baru masih besar.

Para ahli juga khawatir akan populasi perempuan yang tingkat vaksinasinya 6% lebih kecil dari laki-laki, menurut data pemerintah. Hal ini terutama berlaku di kawasan pedesaan di mana perempuan memiliki akses terbatas ke internet dan ragu-ragu atau takut terhadap vaksin.

Meski semakin banyak vaksin yang dikirim ke kawasan pedesaan, orang-orang yang telah divaksin masih terkonsenterasi di kawasan perkotaan.


Anda dapat juga menyaksikan:

https://www.youtube.com/watch?v=3ghH3n0bnic

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Prancis: Vaksinasi Sangat Efektif Kurangi Tingkat Keparahan Akibat Covid-19

Studi Prancis: Vaksinasi Sangat Efektif Kurangi Tingkat Keparahan Akibat Covid-19

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:55 WIB

Siap Jadi Pusat Vaksin Wilayah Asia Pasifik, Indonesia Bersaing dengan Korsel dan India

Siap Jadi Pusat Vaksin Wilayah Asia Pasifik, Indonesia Bersaing dengan Korsel dan India

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:47 WIB

Tak Temukan Banyak Uang untuk Digasak, Maling Ini Mengomel di Kertas

Tak Temukan Banyak Uang untuk Digasak, Maling Ini Mengomel di Kertas

News | Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:53 WIB

Update Covid-19 Global: Vaksin Ketiga untuk Orang dengan Gangguan Kekebalan

Update Covid-19 Global: Vaksin Ketiga untuk Orang dengan Gangguan Kekebalan

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:42 WIB

Simak, Penjelasan WHO Soal Mengapa Penyintas Covid-19 Tetap Perlu Vaksinasi

Simak, Penjelasan WHO Soal Mengapa Penyintas Covid-19 Tetap Perlu Vaksinasi

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:15 WIB

Kabar Baik, Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Tembus 100 Juta Orang

Kabar Baik, Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Tembus 100 Juta Orang

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:41 WIB

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:52 WIB

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:31 WIB

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB