alexametrics

Viral Mahasiswa Dibanting Oknum Polisi, dr Tirta Khawatirkan Kesehatannya: Sangat Bahaya

Reza Gunadha | Aprilo Ade Wismoyo
Viral Mahasiswa Dibanting Oknum Polisi, dr Tirta Khawatirkan Kesehatannya: Sangat Bahaya
Polisi Banting Mahasiswa Sampai Kejang Saat Demo di Tangerang. (Dok.Ist)

Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, dr Tirta menjelaskan bahaya yang mengancam kesehatan mahasiswa tersebut.

Suara.com - Peristiwa seorang oknum polisi membanting mahasiswa baru-baru ini viral di media sosial. Videonya viral di beragam platform medsos seperti Instagram, Youtube, hingga Twitter.

Dokter Tirta pun turut angkat bicara terkait tindakan oknum polisi yang dikecam banyak pihak tersebut. Ia menanggapi kejadian itu dari sisi medis.

Dalam sebuah cuitan di akun Twitternya, dokter Tirta mengomentari video tentang peristiwa tersebut dan menjelaskan bahaya yang mengancam kesehatan mahasiswa yang menjadi korban.

Jelaskan bahayanya bagi tulang punggung 

Baca Juga: Pedagang Seblak Cerita Dapat Pembeli Nyeleneh, Cara Pesannya Bikin Ngakak

Dokter Tirta menyebut bahwa tindakan membanting yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut tak boleh ditiru oleh siapapun karena membahayakan tulang belakang.

Ia menjelaskan di bagian tulang belakang manusia terdapat sistem saraf pusat. 

"Tindakan membanting gini, jangan ditiru karena pada tulang belakang, ada sistem saraf pusat," ujar dokter Tirta dikutip suara.com, Kamis (14/10/2021).

"Yang bersangkutan, yang membanting sudah meminta maaf, tapi fyi (sebagai informasi) saja, tindakan ini sangat berbahaya mungkin sekarang selamat, itu alhamdulillah, tapi saya pernah melihat yang jatuh dan cidera tulang belakang," lanjutnya.

Dokter Tirta menyebut, orang yang mengalami benturan pada tulang belakang harus mendapat pengawasan selama 24 jam.

Baca Juga: Nyasar Gegara Ngikutin GPS, Mobil Ini Nyangkut di Jalan Setapak

"Aturan pada benturan tulang belakang adalah pengawasan 24 jam mengenai keluhan dia, apalagi pada kepala," pungkasnya.

Komentar