alexametrics

Keberanian Mahasiswi Ungkap Lelaki Onani, Picu Perempuan Lain Berbagi Pengalaman Serupa

Siswanto
Keberanian Mahasiswi Ungkap Lelaki Onani, Picu Perempuan Lain Berbagi Pengalaman Serupa
Ilustrasi pelecehan (Shutterstock)

Para perempuan merinci pengalaman masing-masing yang mereka alami di masa lalu.

Suara.com - Seorang mahasiswi berinisial B di Petukangan Utara, Jakarta Selatan, berani bersuara setelah menjadi korban pelecehan yang dilakukan seorang lelaki di depan rumahnya.

Keberanian mahasiswi berbagi pengalaman setelah mendapati perilaku lelaki tak dikenal bemasturbasi di sepeda motor setelah menguntitnya pada Sabtu malam (16/10/21), menginspirasi sejumlah perempuan lain untuk bersuara lantang, walau melalui media sosial.

Para perempuan merinci pengalaman masing-masing yang mereka alami di masa lalu.

Salah satu korban yang berbagi pengalaman menyebut pelaku di Petukangan Utara yang videonya viral, orang stres.

Baca Juga: Kejadian Langka di Jakarta: Seorang Lelaki Onani di Jok Motor Mahasiswi

Peristiwa itu mengingatkan pada pengalamannya sendiri dilecehkan orang ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. 

"Btw dulu di SD aku sering banget kejadian gini. Aku salah satu korbannya. Pas lagi nunggu jemputan di pagar tiba-tiba ada bapak-bapak pakai motor dateng di depan pagar terus ngeluarin anunya. Waktu pas lihat itu aku ngiranya pempek lenjer, eh pas sadar asalnya dari celana tu setan langsung."

Dua korban yang lain juga mengaku pernah mendapatkan pelecehan serupa ketika masih duduk di bangku sekolah.

"Waktu itu lagi jalan ramai-ramai mau kerja kelompok sama temen, tiba-tiba ada om-om naik motor, berhenti terus ngeluarin anunya, gue sama temen gue yang lain kaget dan langsung lari. Shock banget sumpah, sampai nangis," katanya.

"Aku pernah jadi korban ginian juga. Btw waktu masih kelas 10 ya Allah masih polos, lagi nunggu mama jemput di halte sekolah sama temenku satu orang, padahal jalannya ramai, tiba-tiba ada laki-laki berhenti di depanku persis, terus ngelakuin itu hweee langsung kabur," kata yang lain.

Baca Juga: Inovasi Mahasiswi Asal Medan untuk Eksplorasi Lepas Pantai yang Ramah Lingkungan

Kesaksian perempuan yang lainnya lagi yang sering mendapatkan pelecehan menyebutkan bahwa pelaku sangat berani dan sering menunggunya pulang dari sekolah atau rental komik. 

"Bahkan pernah dikejar, dia naik motor gue jalan terus akhirnya ngasal aja naik metromini. Tapi abis itu gue laporin ke ibu-ibu rental komik dan akhirnya alhamdulillah dia nggak muncul lagi."

Perempuan lainnya lagi mengaku dapat merasakan tekanan batin yang dirasakan korban di Petukangan Utara karena juga pernah mengalami kasus serupa.

"Pengalamanku juga begini soalnya, lagi jaga warung ada kakek-kakek di motor sambil lihat ke arah warungku lama banget, kalau aku lihatin dia malah pura-pura muter. Pas beraniin diri ngelihat matanya, dia malah ngeluarin si ikan lelenya, ya ampun mana item banget kecil lagi."

Pada umumnya perempuan yang mengungkapkan pengalaman buruk mereka tidak berani melakukan perlawanan terhadap pelaku pada saat mempertontonkan alat kelamin di tempat umum.

Tetapi salah satu perempuan yang berbagai pengalaman pada akhirnya tidak bisa lagi berdiam diri. Dia menunjukkan bukti video bagaimana dia menantang lelaki yang kelakuannya membuatnya jijik.

Kejadian berlangsung pada tahun 2019. Lelaki itu melakukan pengamatan dari atas sepeda motor yang diparkir di seberang rumah kos.

"Dia amati terus kamarku, kebetulan kamarku di atas, jadi dia bisa lihat, aku habis mandi (kamar mandi di luar), njemur baju dan lain-lain, sampai pada akhirnya aku ngeh dia ngawasin terus, dan pas aku ngeh, dia langsung keluarin kemaluannya."

Dalam video tampak jelas lelaki itu memegangi kemaluannya ketika duduk di atas sepeda motor dan dia buru-buru kabur setelah mendengar ancaman dari korban bahwa kelakuannya sudah direkam dan akan disebarkan ke publik.

Pengalaman-pengalaman serupa masih dibagikan korban yang lain ketika berita ini dimuat.

Seorang perempuan berharap korban cepat pulih dari rasa trauma.

Selain itu, dia melontarkan pertanyaan menarik, "melihat banyaknya korban dengan kasus yang sama. Apabila terdapat kejadian serupa dan korban melakukan bentuk perlindungan diri dengan cara menyemprotkan semprotan lada, apakah korban bisa terkena pasal?"

Komentar