Viral Curhatan Dokter Terima Pasien yang Mau Melahirkan, Ternyata Bocah Usia 12 Tahun

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:11 WIB
Viral Curhatan Dokter Terima Pasien yang Mau Melahirkan, Ternyata Bocah Usia 12 Tahun
Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)

Suara.com - Beredar cerita dari seorang dokter menangani pasien yang hendak melahirkan. Cerita tersebut membuat dokter itu tak tega.

Video tersebut dibagikan oleh dokter di Malaysia melalui akun Tiktok pribadinya @najdah_bo.

Dokter tersebut menceritakan pengalamannya yang menangani pasien yang hendak melahirkan.

Dirinya syok ketika mengetahui pasien tersebut merupakan seorang bocah berusia 12 tahun.

Bocah 12 tahun itu hendak melahirkan bayinya di rumah sakit tempat dokter tersebut bekerja.

Curhatan dokter terima pasien yang melahirkan, ternyata bocah usia 12 tahun. (Tiktok/@najdah_bo)
Curhatan dokter terima pasien yang melahirkan, ternyata bocah usia 12 tahun. (Tiktok/@najdah_bo)

Dikutip dari Mstar, dokter itu bercerita dirinya kerap menangani kasus hubungan seksual atau pemerkosaan anak di bawah umur 18 tahun.

Dirinya mengaku sedih mendapatkan kasus pemerkosaan anak atau hubungan seksual di bawah umur.

Dia juga mengaku terkejut ketika mereka melakukannya atas dasar suka sama suka.

"Saya sedih kalau dapat kasus-kasus seperti ini, kadang merasa terkejut kalau ada kasus yang hubungan itu berlaku atas dasar suka sama suka. Mungkin mereka ini dari kecil sudah melihat video porno atau belajar dari kakak adik dan teman-temannya," ujar dokter tersebut, dikutip Suara.com.

Baca Juga: Viral Video Tiga Remaja Putri Asyik Joget Pargoy TikTok di Acara Maulid Nabi

Menurut dokter tersebut, kasus semacam ini harus menjadi perhatian masyarakat.

Selain itu, dia bercerita pernah menangani anak usia 13 tahun yang diperkosa oleh kakaknya.

Curhatan dokter terima pasien yang melahirkan, ternyata bocah usia 12 tahun. (Tiktok/@najdah_bo)
Curhatan dokter terima pasien yang melahirkan, ternyata bocah usia 12 tahun. (Tiktok/@najdah_bo)

"Untuk kasus yang mereka suka sama suka kami hanya memberikan nasihat," jelasnya.

Menurutnya, kasus korban pemerkosaan mengundang simpati dan trauma.

"Tapi untuk kasus yang benar-benar pemerkosaan memang membuat simpati. Mereka mungkin mengalami trauma dan kesulitan melupakan kejadian tersebut," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, anak-anak seharusnya diberikan pendidikan seksual sejak dini. Hal tersebut agar mereka peka dan lebih berhati-hati.

"Anak-anak akan tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh. Boleh dilihat siapapun dan tak boleh dilihat siapapun," tuturnya.

Selain itu, peran orang tua juga menurutnya menjadi hal penting untuk mencegah anak-anak memahami.

"Ibu bapak juga perlu memantau penggunaan ponsel dan tingkah laku anak-anaknya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI