Usut Dugaan Keracunan Nasi Kotak, Polisi Uji Sampel Makanan dan Periksa Kader PSI

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:22 WIB
Usut Dugaan Keracunan Nasi Kotak, Polisi Uji Sampel Makanan dan Periksa Kader PSI
Ilustrasi--Puluhan warga Koja, Jakarta Utara keracunan makanan nasi kotak dari kader PSI. [Ist]

Suara.com - Polisi tengah menyelidiki kasus puluhan warga Koja, Jakarta Utara yang diduga keracunan nasi kotak pemberian dari kader PSI. Penyelidikan salah satunya dilakukan dengan menguji sampel makanan ke laboratorium.

Kaposlek Koja AKBP Abdul Rasyid mengatakan sampel makanan tersebut kekinian tengah diuji di laboratorium di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Sampel nasinya sedang di periksa di laboratorium di Sentul," kata Abdul saat dikonfirmasi, Senin (25/10/2021).

Selain menguji sampel makanan, penyidik, kata Abdul, juga akan memeriksa korban. Selain itu juga akan memeriksa kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selaku penyelenggara kegiatan.

"Pihak dari PSI belum diambil keterangannya masih menunggu, yang sedang diambil keterangannya dari pihak korban," ujar Abdul.

Berdasar keterangan awal, Abdul menyebut makanan dalam nasi kotak itu dimasak oleh seseorang yang berlokasi di dekat Jakarta Islamic Center. Penyidik, telah mendatangi kediaman yang bersangkutan dan rencananya akan segera diambil keterangannya.

"Yang masak sudah didatangi rumahnya di belakang Islamic Canter. Dia juga harus diambil keterangannya," pungkas Abdul.

Nasi Kotak PSI

Puluhan warga Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dilaporkan mengalami keracunan makanan. Hal ini terjadi usai mereka memakan nasi kotak pemberian kader PSI.

baca juga

Ketua RW 06 Koja, Suratman mengatakan sebanyak 35 orang warganya mengalami keracunan. Dalam nasi kotak yang diterima, terdapat logo PSI yang ditempelkan.

"Nasi boks kami dapat 89 boks (dari PSI). Lalu, ada 35 orang yang tercatat di puskesmas didiagnosis keracunan makanan," kata Suratman saat dihubungi.

Suratman mengatakan, nasi kotak itu berisi lauk telur, buncis, orek tempe, dan sayur tersebut. Tiga jam setelah dilahap oleh warganya, 35 warga itu mengeluh karena merasa mual.

"Temuan (keracunan) kurang lebih 2 sampai 3 jam baru merasakan gejala mual, muntah, terus puyeng. Itu aja yang dirasakan sama warga" jelasnya.

Dari 35 warga yang mengeluh, sebanyak 24 orang di antaranya dibawa ke Rumah Sakit Koja. Sementara 11 sisanya merasa sudah cukup untuk istirahat di rumah.

Kekinian, sebagian besar dari korban sudah diizinkan untuk pulang. Tersisa lima korban yang mesti menjalani rawat inap akibat peristiwa ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Nasi Kotak Dari PSI, Puluhan Warga Koja Jakarta Utara Keracunan

Dapat Nasi Kotak Dari PSI, Puluhan Warga Koja Jakarta Utara Keracunan

Jakarta | Senin, 25 Oktober 2021 | 19:15 WIB

Viani Limardi Menggugat Pasca Dipecat, Begini Reaksi PSI

Viani Limardi Menggugat Pasca Dipecat, Begini Reaksi PSI

Riau | Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Merasa Difitnah Berujung Pemecatan, Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Merasa Difitnah Berujung Pemecatan, Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Riau | Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:32 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×