Sering Bikin Toilet Tersumbat, Inggris Bakal Tarik Tisu Basah dari Pasaran

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Kamis, 04 November 2021 | 17:24 WIB
Sering Bikin Toilet Tersumbat, Inggris Bakal Tarik Tisu Basah dari Pasaran
Ilustrasi tisu basah. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Anggota parlemen Inggris resah setelah mendengar tisu basah bisa membentuk 'pulau' jika disiram dan sungai berubah bentuk setelah produk yang mengandung plastik itu menumpuk di tepian.

Menyadur The Guardian Kamis (4/11/2021) mereka kini membuat undang-undang yang melarang penjualan tisu basah dengan pembacaan pertama di House of Commons.

Anggota parlemen Partai Buruh Fleur Anderson mengatakan RUU plastik (tisu basah) ini akan melarang pembuatan dan penjualan tisu basah yang mengandung plastik.

RUU ini tak mungkin jadi undang-undang tanpa dukungan pemerintah, meskipun Downing Street telah mengisyaratkan berkomitmen untuk mengakhiri "budaya membuang".

Anggota parlemen juga mengatakan tisu basah yang mengandung plastik menyebabkan banyak kasus seperti toilet tersumbat yang "sangat merusak dan meningkat sangat cepat".

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tisu basah. (Sumber: Shutterstock)

90% dari 11 miliar tisu basah yang digunakan di Inggris setiap tahun berubah jadi mikroplastik yang berbahaya karena dapat dicerna satwa liar dan memasuki rantai makanan dan pasokan air.

Great British Beach Clean dilaporkan mengalami peningkatan dari 1,7 tisu basah per rata-rata 100 m pantai menjadi 18 tisu basah antara tahun 2005 dan 2020.

“Ketika plastik ini memasuki lingkungan laut dan sistem air lokal kita dalam volume besar, kerusakannya benar-benar menghancurkan. Secara global, 100 juta hewan mati setiap tahun karena sampah plastik saja.”

Mengutip data World Wildlife Fund, orang makan sekitar lima gram plastik seminggu, yang "secara harfiah makan plastik senilai kartu kredit setiap minggu" dan mengeklaim tisu basah adalah penyebab besarnya.

Anggota parlemen itu menceritakan kunjungan baru-baru ini ke Sungai Thames di mana tumpukan besar tisu basah telah mengubah cara mengalir sungainya dan bahkan menggambarkan "pulau tisu basah" di sungai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Asal Beli Tisu Basah Bayi, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan!

Jangan Asal Beli Tisu Basah Bayi, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan!

Health | Rabu, 05 Mei 2021 | 15:46 WIB

Lifehack Mencuci Pakaian: Masukkan Tisu Basah ke Dalam Mesin Cuci

Lifehack Mencuci Pakaian: Masukkan Tisu Basah ke Dalam Mesin Cuci

Lifestyle | Rabu, 13 Januari 2021 | 13:44 WIB

Dokter Ini Sarankan Tidak Membersihkan Makeup dengan Tisu Basah, Kenapa?

Dokter Ini Sarankan Tidak Membersihkan Makeup dengan Tisu Basah, Kenapa?

Lifestyle | Kamis, 07 Januari 2021 | 10:24 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB