Presiden Cina Xi Jinping Diperkirakan Jalani Masa Jabatan Ketiga

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 09 November 2021 | 11:30 WIB
Presiden Cina Xi Jinping Diperkirakan Jalani Masa Jabatan Ketiga
DW

Suara.com - Partai Komunis Cina menggelar rapat pleno tertutup yang dipersiapkan untuk kongres Partai Komunis ke-20. Presiden Cina Xi Jinping diyakini akan menjadi presiden untuk masa jabatan ketiga.

Para pemimpin puncak Partai Komunis Cina yang berkuasa pada Senin (08/11) memulai pertemuan penting yang diharapkan akan semakin memperkuat cengkeraman kekuasaan Presiden Xi Jinping.

Sekitar 400 anggota Komite Sentral partai yang kuat berkumpul di Beijing untuk pleno selama empat hari yang diselenggarakan secara tertutup.

Kantor berita resmi Cina Xinhua mengatakan Xi membuka pertemuan dengan laporan kerja dan "penjelasan tentang rancangan resolusi tentang pencapaian besar dan pengalaman sejarah” bagi partai tersebut melalui 100 tahun sejarahnya.

Resolusi tersebut akan mengatur panggung untuk Kongres Partai ke-20 tahun depan, di mana Xi diyakini akan menyatakan bahwa ia akan menjalani masa jabatan ketiga, memperkuat posisinya sebagai pemimpin paling kuat Cina sejak Mao Zedong.

Seperti apa kepemimpinan Xi Jinping?

Media pemerintah memuji kepemimpinan Xi menjelang pertemuan minggu ini.

Xinhua melaporkan bahwa Xi adalah "seorang pria dengan pemikiran dan perasaan yang mendalam, seorang pria yang mewarisi warisan tetapi berani berinovasi, dan seorang pria yang memiliki visi ke depan dan berkomitmen untuk bekerja tanpa lelah.”

Masa jabatan Xi ditandai dengan tindakan keras anti-korupsi yang meluas, kebijakan represif di kawasan seperti Xinjiang, Tibet dan Hong Kong, dan pendekatan yang semakin tegas terhadap hubungan luar negeri.

Dia juga telah menciptakan kultus kepemimpinan yang meredam kritik, membasmi lawan dan memperkenalkan teori politiknya sendiri yang dikenal sebagai Pemikiran Xi Jinping kepada siswa sekolah.

Xi baru-baru ini meluncurkan kampanye "kemakmuran bersama,” yang dirancang untuk mengatasi ketidaksetaraan kekayaan dan memperketat pengawasan terhadap raksasa bisnis dalam negeri.

Resolusi Komite Sentral akan menandai yang ketiga dari jenisnya dalam sejarah Partai Komunis Cina.

Cina menghapus batas masa jabatan kepresidenan pada 2018. Hal ini berpotensi membuat Xi berada di puncak kekuasaan selama sisa hidupnya.

Dia diperkirakan akan diangkat kembali sebagai pemimpin partai melalui proses yang sangat tidak transparan pada kongres partai tahun depan, sebuah acara yang diadakan setiap lima tahun.

Xi telah mengungkapkan pemikirannya melalui pernyataan publiknya, dan pernyataan tentang sejarah partai diperkirakan tidak akan menghasilkan kejutan, kata Yang Yang, seorang profesor di Sekolah Ilmu Politik dan Administrasi Publik di bawah Universitas Ilmu Politik dan Hukum Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadiri KTT Di Uzbekistan, Presiden China Xi Jinping Lakukan Kunker Pertama Ke Luar Negeri Sejak Pandemi

Hadiri KTT Di Uzbekistan, Presiden China Xi Jinping Lakukan Kunker Pertama Ke Luar Negeri Sejak Pandemi

News | Selasa, 13 September 2022 | 13:35 WIB

Warga China Keluhkan Kekurangan Makanan akibat Lockdown Demi Nol COVID

Warga China Keluhkan Kekurangan Makanan akibat Lockdown Demi Nol COVID

News | Senin, 12 September 2022 | 16:29 WIB

Terkini

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:05 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB