Perangi Kejahatan Ransomware, Amerika Serikat Dakwa Dua Peretas Asal Ukraina dan Rusia

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 09 November 2021 | 12:10 WIB
Perangi Kejahatan Ransomware, Amerika Serikat Dakwa Dua Peretas Asal Ukraina dan Rusia
Ilustrasi seorang peretas dan komputer yang telah terserang ransomware. [Shutterstock]

Suara.com - Pengajuan pengadilan pada Senin (8/11/2021) menunjukkan Departemen Kehakiman Amerikat Serikat mendakwa seorang warga negara asal Ukraina dan Rusia dalam salah satu serangan ransomware terburuk terhadap target di AS.

Mengutip Reuters, Selasa (9/11/2021), tindakan AS tersebut mengikuti serangkaian tindakan yang diambil untuk memerangi lonjakan ransomware yang telah melanda beberapa perusahaan besar.

Sebuah dakwaan menuduh Yaroslav Vasinskyi dari Ukraina, yang ditangkap di Polandia bulan lalu, membobol penyedia perangkat lunak asal Florida, Kaseya, pada Minggu (4/7/2021).

Dari sana, ia dan komplotannya secara bersamaan mendistribusikan ransomware REvil ke sebanyak 1.500 pelanggan Kaseya, mengenkripsi data mereka, dan memaksa beberapa untuk ditutup selama berhari-hari.

Vasinskyi dituduh membobol perusahaan tersebut dan menginstal perangkat lunak enkripsi yang dikembangkan oleh geng ransomware REvil.

REvil langsung menangani negosiasi tebusan dan membagi keuntungan dengan afiliasi seperti Vasinskyi. Model ini memungkinkan geng ransomware terkenal memeras banyak perusahaan untuk cryptocurrency.

Kimberly Goody, direktur analisis kejahatan keuangan di perusahaan keamanan Mandiant, mengatakan menargetkan afiliasi bisa lebih efektif daripada mengejar geng inti.

Hal tersebut dikarenakan keterampilan mereka lebih berharga daripada perangkat lunak enkripsi yang ada di mana-mana. Beberapa afiliasi juga bekerja dengan banyak geng.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari penyisiran besar-besaran yang sedang berlangsung terhadap tokoh-tokoh kunci ransomware yang dikoordinasikan oleh FBI, Europol, organisasi polisi nasional di seluruh Eropa, dan dibantu perusahaan keamanan swasta.

REvil mengumumkan ditutup bulan lalu, seperti yang dilakukan geng saingan yang terlibat dalam peretasan Colonial Pipeline.

Vasinskyi dan tersangka agen REvil lainnya, seorang warga negara Rusia Berna,a Yevgeniy Polyanin, didakwa di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara Texas dengan persengkongkolan untuk melakukan penipuan dan pencucian uang.

Vasinskyi sedang ditahan di Polandia sambil menunggu proses ekstradisi AS, sementara Polyanin masih menjadi buron.

Departemen Keuangan AS mengatakan keduanya menghadapi sanksi atas peran mereka dalam insiden ransomware di Amerika Serikat, serta pertukaran mata uang virtual Chatex untuk memfasilitasi transaksi keuangan bagi pelaku ransomware.

Departemen Keuangan AS menambahkan lebih dari 200 juta dolar AS untuk pembayaran tebusan dibayarkan dalam Bitcoin dan Monero. (Jacinta Aura Maharani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh AHY dan Istri Asyik Liburan di Amerika Serikat Saat Antar SBY Berobat, Ini Faktanya

Heboh AHY dan Istri Asyik Liburan di Amerika Serikat Saat Antar SBY Berobat, Ini Faktanya

Sumbar | Minggu, 07 November 2021 | 10:15 WIB

Kelamin Pria Belanda Ini Membusuk setelah Dipatuk Ular Kobra saat Safari di Afrika Selatan

Kelamin Pria Belanda Ini Membusuk setelah Dipatuk Ular Kobra saat Safari di Afrika Selatan

News | Senin, 08 November 2021 | 14:08 WIB

Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru

Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru

News | Jum'at, 05 November 2021 | 17:04 WIB

Seorang Ayah di AS Ini Bunuh Pacar Putrinya setelah Jual ke Pedagang Manusia

Seorang Ayah di AS Ini Bunuh Pacar Putrinya setelah Jual ke Pedagang Manusia

News | Senin, 08 November 2021 | 14:09 WIB

Terkini

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:29 WIB

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB