Kelamin Pria Belanda Ini Membusuk setelah Dipatuk Ular Kobra saat Safari di Afrika Selatan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 08 November 2021 | 14:08 WIB
Kelamin Pria Belanda Ini Membusuk setelah Dipatuk Ular Kobra saat Safari di Afrika Selatan
Ilustrasi ular kobra. (Pixabay/Herbert Aust)

Suara.com - Seorang pria Belanda harus menjalani operasi rekonstruksi kelamin setelah seekor ular kobra mematuk penisnya hingga busuk saat ia berada di Afrika Selatan.

Menyadur New York Post Sabtu (6/11/2021), korban yang hanya diketahui berusia 47 tahun tersebut mengalami pembusukan pada kemaluannya.

Insiden tersebut terjadi setelah seekor ular kobra yang bersembunyi di toilet mematuknya saat ia dalam perjalanan safari di Afrika Selatan.

Menurut jurnal Urology Case Reports, kasus tersebut merupakan yang pertama racun ular kobra pada alat kelamin pria.

Pria tersebut harus menunggu tiga jam sebelum dia diterbangkan menggunakan helikopter ke pusat trauma terdekat sekitar 220 mil jauhnya.

"Penis dan skrotumnya terlihat bengkak, berwarna ungu tua, dan nyeri saat masuk rumah sakit. Dia didiagnosis mengalami nekrosis skrotum, dan dia menerima beberapa dosis antiserum racun ular non-spesifik dan antibiotik spektrum luas," menurut laporan medis tersebut.

Pria itu dilaporkan mengalami muntah dan merasakan sensasi terbakar serta rasa sakit di bagian selangkangan hingga ke perut dan dada bagian atas.

Dia membutuhkan hemodialisis karena sempat mengalami gagak ginjal akut sebelum menjalani operasi rekonstruktif.

Pria tersebut kemudian menjalani serangkaian operasi rekonstruksi penis di Afrika Selatan di sebuah rumah sakit.

baca juga

"Cacat pada batang penis dirawat dengan debridement superfisial dan pompa penutupan berbantuan vakum. Setelah 9 hari, pasien dipulangkan ke Belanda," jelas jurnal tersebut.

Di Belanda, pria tersebut kembali menerima perawatan oleh seorang ahli bedah plastik berupa cangkok kelamin hingga dinyatakan telah pulih sepenuhnya.

Nekrosis atau necrotizing fasciitis, yang biasa disebut sebagai penyakit pemakan daging, adalah kondisi yang berpotensi mematikan yang disebabkan oleh bakteri.

Kondisi yang menyebar dengan cepat ini, membutuhkan perawatan segera menggunakan antibiotik intravena.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru

Usai Kudeta, Pemimpin Militer Sudan Setuju dengan AS Percepat Bentuk Pemerintahan Baru

News | Jum'at, 05 November 2021 | 17:04 WIB

AS Setujui Penjualan 280 Rudal Senilai Rp 9,3 Triliun Ke Arab Saudi

AS Setujui Penjualan 280 Rudal Senilai Rp 9,3 Triliun Ke Arab Saudi

News | Jum'at, 05 November 2021 | 13:54 WIB

Pernah Dipenjara di Indonesia, Wanita Si Pembunuh Koper Diciduk di AS

Pernah Dipenjara di Indonesia, Wanita Si Pembunuh Koper Diciduk di AS

Sumbar | Jum'at, 05 November 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×