Perjuangan Eks PNS Afghanistan Nafkahi Keluarga di Tengah Anjloknya Ekonomi

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 11 November 2021 | 12:13 WIB
Perjuangan Eks PNS Afghanistan Nafkahi Keluarga di Tengah Anjloknya Ekonomi
DW

"Saya sudah menganggur selama tiga bulan. Saya telah menjual semua barang-barang di rumah saya untuk membeli bahan pangan," kata ibu dua anak ini dan meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut.

Ajmal (namanya pun disamarkan), yang juga pernah bekerja di sebuah instansi pemerintah di ibu kota Kabul, membenarkan bahwa sejumlah mantan pejabat pemerintah kini harus berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup.

"Sayangnya, para mantan pejabat sekarang harus mengemis, dan beberapa orang bahkan menjadi buruh dengan upah harian," kata Ajmal kepada DW.

Krisis ekonomi akut

Bahkan orang-orang yang memiliki tabungan di bank juga harus berjuang untuk bisa membayar makanan dan kebutuhan rumah tangga lain.

Bank di Afghanistan memberlakukan pembatasan ketat penarikan uang tunai sebagai antisipasi agar tidak kehabisan cadangan kas.

Pemerintah Taliban baru-baru ini juga melarang penggunaan mata uang asing untuk melakukan transaksi besar seperti membeli mobil atau rumah.

Mereka mengatakan semua kontrak harus dilakukan dalam mata uang Afghanistan.

Bahkan sebelum Taliban kembali berkuasa, Afghanistan telah menghadapi masalah akut di bidang ekonomi dan pembangunan.

baca juga

"Pertumbuhan ekonomi Afghanistan melambat hingga Agustus 2021, mencerminkan kepercayaan yang lemah di tengah situasi keamanan yang dengan cepat memburuk, dan kondisi kekeringan parah yang berdampak negatif pada produksi pertanian," kata Bank Dunia dalam laporannya baru-baru ini.

"Output diperkirakan telah berkontraksi tajam sejak pengambilalihan oleh Taliban akibat dampak gabungan dari penghentian mendadak pengeluaran donor dan belanja pemerintah, gangguan perdagangan, dan disfungsi sektor perbankan," tambah laporan itu.

Ingin hengkang, apa pun caranya

Mengingat situasi Afghanistan, Ajmal dan Sharifa mengatakan mereka mempertimbangkan untuk beremigrasi.

"Saya tahu bahwa ribuan keluarga lain, termasuk keluarga saya, tengah mencari cara untuk keluar dari negara ini."

Kamela (bukan nama sebenarnya), ibu dari empat anak ini juga punya keinginan yang sama.

"Kami tidak punya pilihan lain selain migrasi. Kami harus menjual barang-barang rumah tangga dengan separuh harga dan meninggalkan negara ini."

Bulan lalu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa mengatakan Afghanistan menghadapi gangguan sistem ekonomi dan sosial yang berisiko berlanjut menjadi bencana kemanusiaan.

"Afghanistan sedang mengalami krisis kemanusiaan yang serius dan sistem sosial-ekonominya terancam runtuh, ini berbahaya bagi warga Afganistan, bagi keamanan regional dan internasional," tulis Josep Borrell dalam sebuah blog.

"Jika situasi ini berlanjut dan seiring mendekatnya musim dingin, risiko ini berubah menjadi bencana kemanusiaan," ujar Josep Borrell sambil memperingatkan bahwa keadaan ini dapat memicu migrasi massal ke negara-negara tetangga.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badan kemanusiaan lainnya juga telah memperingatkan bahwa ketidakstabilan lebih lanjut dan penderitaan di Afghanistan dapat memicu krisis migrasi besar-besaran seperti yang terjadi pada tahun 2015 ketika ratusan ribu pencari suaka dari Suriah melakukan perjalanan ke Eropa. ae/pkp

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

×