Cerita Relawan Pangkas Rambut di Wisma Atlet: Sering Lihat Kuping Lecet hingga Dikucilkan

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 12 November 2021 | 16:10 WIB
Cerita Relawan Pangkas Rambut di Wisma Atlet: Sering Lihat Kuping Lecet hingga Dikucilkan
Cerita Relawan Pangkas Rambut di Wisma Atlet: Sering Lihat Kuping Lecet hingga Dikucilkan. Ilustrasi nakes Wisma Atlet Pademangan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air menyisakan banyak cerita khususnya para relawan yang membantu para nakes di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta. Seperti cerita Antony Gie seorang relawan yang bertugas memangkas rambut para tenaga medis di RSDC Wisma Atlet. 

Antony menyampaikan, motivasinya menjadi relawan non-medis di Wisma Atlet berangkat dari hal sederhana. Yakni hanya ingin pandemi Covid-19 berakhir. 

"Sebenarnya waktu itu saya punya opsi untuk pulang kampung cuma pada saat itu penerbangan dikurangi jadi stres itu jadi berawal dari rasa takut dan stres lalu saya ya sudah saya cari link relawan browsing-browsing," kata Antony dalam diskusi daring bertajuk 'Cerita Dibalik Wisma Atlet', Jumat (12/11/2021). 

Menurutnya, penyambutan baik dari para relawan dan tenaga medis yang bekerja di Wisma Atlet langsung dirasakan. Meski awal-awal masuk ke sana dirinya juga sempat merasa takut terpapar. 

Antony sendiri di sana bertugas memangkas rambut para tenaga medis hingga relawan yang menangani pasien covid. Ia menceritakan saat memangkas rambut para tenaga medis mendapat kejadian tak biasa. 

Antony Gie, relawan yang bertugas memangkas rambut para tenaga medis di RSDC Wisma Atlet. (tangkapan layar)
Antony Gie, relawan yang bertugas memangkas rambut para tenaga medis di RSDC Wisma Atlet. (tangkapan layar)

"Mereka (nakes) kan pakaian APD lengkap tertutup dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ketika saya ingin mencukur rambutnya terlihat kuping mereka bahkan sampai lecet karena mereka kan pakai masker berlapis-lapis ya," tuturnya.

Selain itu, Antony juga mendapatkan pengalaman yang kurang mengenakan. Yakni adanya diskriminasi dari masyarakat yang khawatir tertular Covid-19 dari Antony. 

Ia sempat kembali menjadi penata rambut anak-anak ketika Covid-19 sempat melandai di Wisma Atlet. Kliennya pada saat itu justru tak mau ditangani oleh Antony lantaran takut tertular covid. 

"Kenyataannya dapat juga semacam diskriminasi karena pada saat dua bulan itu sempat masuk lagi bekerja sebagai hairstytlis seperti biasa, lalu ada yang tahu saya sempat di Wisma Atlet lalu kemudian ya seperti itulah ya enggak mau di-handle sama saya tahu saya di Wisma Atlet," tuturnya. 

baca juga

Lebih lanjut, Antony sadar dan tak mau ambil pusing terhadap adanya diskriminasi yang dialaminya tersebut. Menurutnya, ia selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan kerap kali karantina untuk menghindari terpapar Covid-19. 

"Saya bilang tidak mungkin saya keluar dari Wisma Atlet tanpa surat sehat. Cuma saya untuk menjaga-menjaga saya karantina di kosan baru masuk lagi sebelum akhirnya PPKM lagi lalu sampai balik lagi ke sini." 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral TKW Dipalak saat Mau Karantina di Wisma Atlet, 2 Orang Dicokok Polisi

Viral TKW Dipalak saat Mau Karantina di Wisma Atlet, 2 Orang Dicokok Polisi

News | Jum'at, 12 November 2021 | 10:26 WIB

Viral Nakes Bikin Konten soal Suntik KB, dr Tirta: Urusan Pribadi Pasien Tak Boleh Disebar

Viral Nakes Bikin Konten soal Suntik KB, dr Tirta: Urusan Pribadi Pasien Tak Boleh Disebar

Hits | Rabu, 10 November 2021 | 19:15 WIB

Sebanyak 2.000 Relawan dan Pekerja Rentan Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari IFG

Sebanyak 2.000 Relawan dan Pekerja Rentan Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari IFG

Bisnis | Rabu, 10 November 2021 | 18:04 WIB

Nakes Dianggap Judgmental ke Pasien KB Belum Nikah, Warganet: Duh Cringe

Nakes Dianggap Judgmental ke Pasien KB Belum Nikah, Warganet: Duh Cringe

Hits | Rabu, 10 November 2021 | 18:00 WIB

Terkini

Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun

Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:04 WIB

Hakim Sebut Nadiem Makarim Rugikan Negara Rp1,5 Triliun

Hakim Sebut Nadiem Makarim Rugikan Negara Rp1,5 Triliun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:04 WIB

Bukan Musibah Biasa, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen Usut Kematian 5 Peserta Latsarmil

Bukan Musibah Biasa, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen Usut Kematian 5 Peserta Latsarmil

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:58 WIB

Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Soroti Tokoh di Balik Acara Jokowi di Lampung

Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Soroti Tokoh di Balik Acara Jokowi di Lampung

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:57 WIB

Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar

Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Gus Yaqut Jalani Tindakan Medis di RS Polri, KPK Berharap Segera Kembali Hadapi Proses Hukum

Gus Yaqut Jalani Tindakan Medis di RS Polri, KPK Berharap Segera Kembali Hadapi Proses Hukum

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:52 WIB

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:45 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:35 WIB

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:33 WIB

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:26 WIB

×