Array

Ngeri, Cacing Pita Bersarang di Otak Pria Ini Selama 20 Tahun Tanpa Terdeteksi

Selasa, 16 November 2021 | 13:25 WIB
Ngeri, Cacing Pita Bersarang di Otak Pria Ini Selama 20 Tahun Tanpa Terdeteksi
Ilustrasi cacing pita bersarang di otak. (Pixabay)

Suara.com - Seorang pria dilarikan ke rumah sakit karena mendadak kejang saat tidur dan bertingkah aneh seperti meracau tanpa henti dengan tatapan mata kosong.

Menyadur Insider Selasa (166/11/2021), pria 38 tahun ini sebelumnya dilaporkan sangat sehat dan tak pernah memiliki keluhan kesehatan.

Hingga suatu malam, istrinya kaget mendapati sang suami gemetar di lantai dan terus menerus bicara omong kosong. Pria itu juga mengalami disorientasi.

Dokter di rumah sakit mengatakan ada cacing pita yang hidup di otaknya selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi, lapor New England Journal of Medicine.

Pria itu tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya, tidak ada pengobatan atau penggunaan narkoba dan tidak ada gejala baru-baru ini sampai kejang, kata keluarganya kepada dokter.

Ilustrasi pria ketahuan bertindak mesum. (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi cacing pita bersarang di otak. (Pixabay/StockSnap)

Setelah melakukan pemindaian otak dan tes darah tim medis Rumah Sakit Umum Massachusetts mendiagnosis pasien dengan sistiserkosis atau dikenal sebagai infeksi cacing pita.

20 tahun sebelumnya, pasien beremigrasi dari daerah pedesaan di Guatemala, di mana penyakit terkait parasit endemik, menurut studi kasus.

Infeksi cacing pita tak terdeteksi selama bertahun-tahun dan dapat menyebar ke otak, menyebabkan kejang

Parasit dari daging atau ikan yang kurang matang dan tidak sehat dapat ditularkan dari orang ke orang jika yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi.

Baca Juga: Benarkah Obat Cacing Pita Bisa Lawan Kanker Prostat? Ini Temuan Peneliti

Telur parasit kecil di kotoran orang tersebut kemudian dapat menyebar ke permukaan lain atau bahkan makanan dan tertelan oleh orang lain, menyebarkan cacing tersebut.

Gejala infeksi termasuk gangguan pencernaan, penurunan berat badan dan nyeri perut. Tapi parasit tidak selalu tinggal di sistem pencernaan.

Makhluk ini juga dapat bermigrasi ke seluruh tubuh, ke otot dan ke otak melalui aliran darah, berpotensi menyebabkan berbagai gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI