Anies Baswedan akan Dibela Tim Cyber Bentukan MUI Jakarta

Siswanto, BBC

Senin, 22 November 2021 | 17:17 WIB
Anies Baswedan akan Dibela Tim Cyber Bentukan MUI Jakarta
BBC

Suara.com - Rencana pembentukan pasukan siber oleh Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta untuk membela Gubernur Anies Baswedan dari serangan pendengung atau buzzer di media sosial dikritik pengamat politik dan kebijakan publik karena dinilai tidak sesuai dengan tugas dan fungsi MUI, yakni untuk membina umat Islam dan menegakkan syiar Islam.

Pasalnya pembentukan pasukan siber itu belakangan dikaitkan dengan pemberian dana hibah oleh Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp10 miliar pada APBD tahun 2022.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta, Munahar Muchtar, membantah sangkaan adanya konflik kepentingan, sebab sebagai mitra kerja Pemprov DKI pihaknya berkewajiban mendukung kerja Anies Baswedan yang dinilai baik.

Adapun Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Muhammad Taufik, tak mempersoalkan jika MUI Jakarta membentuk pasukan siber selama "menampilkan orang baik".

Baca juga:

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Munahar Muchtar, mengatakan pembentukan pasukan siber sedang dipersiapkan oleh Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) sesuai hasil rapat koordinasi pada 11 Oktober 2021 di Jakarta.

Salah satu tujuan pasukan siber ini, kata dia, agar MUI tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman di media sosial.

Dan karena salah satu tugasnya menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar, maka sepatutnya membentuk pasukan siber untuk menangkis berita bohong atau fitnah yang menyudutkan umat Islam, memecah belah bangsa, dan menjaga marwah para ulama, sambung Munahar.

"Pemerintah juga jelas melarang hoaks. Maka tugas MUI DKI harus bisa meng-counter, menjelaskan kepada umat ini loh hoaks, ini fitnah," ujar Munahar Muchtar kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (21/11).

baca juga

Di sisi lain, MUI DKI Jakarta sebagai mitra Pemprov Jakarta harus turut andil dalam mendukung kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang dinilai baik selama memimpin.

"Kalau ada kebijakan gubernur yang baik, untuk kemaslahatan warga Jakarta, untuk kemajuan Jakarta kenapa enggak kita dukung? Kita harus dukung, itu tugas kita."

"Kalau ada yang mencari kesalahan atau kejelekan Anies, ya sudah kita MUI DKI kita angkat kinerja Anies begini... ini bukan Anies saja, kalau ada tokoh di Jakarta yang ingin memajukan Jakarta, kenapa enggak kita dukung?"

Munahar membantah jika pasukan siber MUI DKI Jakarta dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 berupa dana hibah sebesar Rp10 miliar.

Kata dia, pasukan sibernya ini tidak dibayar dalam bekerja.

"Mereka tulus kerjanya. Amar ma'ruf nahi mungkar masak mau dibayar. Yang bayar Allah langsung."

Munahar juga menampik kalau pasukan siber tersebuti ditujukan untuk jalan Anies Baswedan menuju pertarungan Pilpres tahun 2024.

"Itu urusan [pilpres] masih lama. Biar saja orang mau menganggap apa."

Adapun dana hibah sebesar Rp10 miliar itu, ujarnya, dipakai untuk melaksanakan program kerja dan operasional dari tingkat provinsi, kota, kecamatan hingga kelurahan.

Bukan konflik kepentingan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Muhammad Taufik, membenarkan jika MUI DKI Jakarta menerima dana hibah sebesar Rp10 miliar dalam APBD tahun 2022.

Tapi di proposal yang diajukan MUI DKI Jakarta, klaimnya, tidak ada peruntukan dana untuk membiayai pasukan siber.

"Enggak ada [dana untuk pasukan siber], kata M. Taufik kepada BBC News Indonesia melalui sambungan telepon, Minggu (21/11).

Namun demikian, Taufik mempersilakan MUI Jakarta membentuk pasukan siber dengan dana APBD kalau tujuannya untuk "menampilkan orang-orang baik". Baginya hal itu bukan bentuk konflik kepentingan.

"Kalau saya bilang, kalau ada kelompok yang mau sampaikan hal baik, boleh-boleh saja."

Dalam RAPBD tahun 2022, ormas Nahdlatul Ulama DKI memperoleh dana hibah sebesar Rp5 miliar dan Muhammadiyah DKI mencapai Rp4 miliar. Perbedaan alokasi dana hibah antara MUI Jakarta dengan dua ormas Islam lainnya itu sempat dipermasalahkan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan MUI Jakarta mendapat dana hibah terbesar, karena merupakan induk organisasi masyarakat Islam.

MUI bentuk pasukan siber tidak sesuai dengan kepentingan warga Jakarta

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Sandra Luky, mempertanyakan rencana MUI Jakarta membentuk pasukan siber yang diklaim untuk menangkis berita bohong.

Menurut dia, tugas itu bisa saja dibenarkan selama fokusnya pada informasi yang menyangkut kepentingan umat Islam. Bukan kepentingan perseorangan seperti Gubernur Anies Baswedan.

"Tugas MUI itu untuk membina umat Islam, menegakkan syiar Islam, termasuk kalau ada hoaks menyerang Islam."

"Mereka ini sebagai ormas dibiayai oleh APBD. Anggaran APBD bukan milik gubernur tapi warga Jakarta. Harusnya penggunaan uang daerah kalau mau digunakan untuk kepentingan Jakarta, bukan kepentingan pemimpinnya."

Sandra menjelaskan, sudah menjadi rahasia umum bahwa dana hibah rentan dimanfaatkan jelang pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden. Dalam kasus seorang inkumben kepala daerah yang ingin maju kedua kalinya dalam pilkada, dana hibah menjadi senjata ampuh untuk menaikkan suara pemilih.

"Tapi 'penyelewengan' itu susah dibuktikan. Padahal terjadi."

Dalam berbagai survei politik, nama Anies Baswedan masuk dalam bursa calon presiden bersama Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil. Sejumlah relawan seperti BERAKSI dan ANIES telah mendeklarasikan bekas menteri pendidikan dan kebudayaan itu sebagai presiden tahun 2024. Adapun masa jabatan Anies akan habis pada Oktober tahun 2022.

Tapi berkaca pada pemilihan gubernur tahun 2017, Sandra menilai Anies Baswedan membutuhkan ormas Islam seperti MUI untuk jalan menuju Pilpres tahun 2024. Sebab mayoritas pemilih di Indonesia beragama Islam.

"Track record kemarin [pilgub 2017] yang membantu dia di Jakarta, ormas Islam ini, bukan yang lain. Jadi dia kalau ingin [maju pilpres] harus 'memelihara' ormas ini karena nanti akan dibutuhkan di periode berikutnya, entah mencalonkan diri lagi atau pilpres."

Dengan bantuan pasukan siber MUI Jakarta pula, sambung Sandra, bisa mengerek elektabilitas Anies Baswedan. Apalagi jika dimulai dari sekarang.

Belum lagi pada Pemilu tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membolehkan kampanye dilakukan lewat media sosial. Metode baru ini, jelasnya, akan dimanfaatkan para kandidat untuk menggunakan pendengung atau buzzer demi menjatuhkan lawan politiknya dengan beragam cara termasuk menyebarkan berita bohong.

"Yang didaftarkan satu akun dan isinya pasti baik-baik saja. Tapi akun lain yang menyebar hoaks itu tidak didaftarkan dan tidak bisa dikenai sanksi apapun."

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mengatakan penyelewengan dana hibah bisa saja diseret ke ranah pidana jika ada bukti terdapat unsur kesengajaan.

Karena itulah publik, kata dia, harus memantau betul penggunaan dana hibah oleh ormas. Adapun pemprov didesak membuka rincian peruntukan dana hibah oleh para ormas dan melakukan audit secara transparan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri

Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:45 WIB

Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol

Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sarwendah Diduga Sewa Buzzer Demi Komentar Baik di Unggahan Permintaan Maaf

Sarwendah Diduga Sewa Buzzer Demi Komentar Baik di Unggahan Permintaan Maaf

Entertainment | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31 WIB

Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'

Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:41 WIB

Denny Sumargo Tak Main-Main Cari Pemfitnah Istri Buzzer Pemerintah, Kini Mention Terduga Pelaku

Denny Sumargo Tak Main-Main Cari Pemfitnah Istri Buzzer Pemerintah, Kini Mention Terduga Pelaku

Entertainment | Senin, 25 Mei 2026 | 16:09 WIB

Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal

Dari AI hingga Hoaks, Jateng Media Summit 2026 Bahas Tantangan Berat Media Lokal

Foto | Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:08 WIB

Istri Difitnah Jadi Buzzer Pemerintah, Emosi Denny Sumargo Meledak

Istri Difitnah Jadi Buzzer Pemerintah, Emosi Denny Sumargo Meledak

Entertainment | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:27 WIB

Sempat Simpang Siur, Kiky Saputri Kini Bantah Tuduhan Jadi Buzzer dan Tegaskan Tak Terima Bayaran

Sempat Simpang Siur, Kiky Saputri Kini Bantah Tuduhan Jadi Buzzer dan Tegaskan Tak Terima Bayaran

Entertainment | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:13 WIB

Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan

Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:09 WIB

Anies Baswedan ke Wisudawan UGM: Lulusan di Masa Sulit, Cari Kerja Sedang Menantang

Anies Baswedan ke Wisudawan UGM: Lulusan di Masa Sulit, Cari Kerja Sedang Menantang

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman

Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:40 WIB

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01 WIB

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:33 WIB

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB