facebook

Uber Kanada Tawarkan Fasilitas Pesan Ganja secara Legal dan Online

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Uber Kanada Tawarkan Fasilitas Pesan Ganja secara Legal dan Online
Ilustrasi ganja. (Pixabay)

Uber Kanada membuat fasilitas pesanan ganja online melalui Uber Eats.

Suara.com - Aplikasi taksi online Uber membuat inovasi baru yang dapat membantu penggunanya di Ontario Kanada untuk memesan ganja secara online.

Menyadur The Independent Rabu (24/11/2021), perusahaan jaringan transportasi yang berbasis di San Francisco tersebut, mengatakan bahwa mereka bermitra dengan pengecer ganja Tokyo Smoke.

Pelanggan dapat memesan ganja dari aplikasi Uber Eats dan kemudian mengambilnya dari 50 lokasi jaringan apotek mana pun di Ontario.

Pelanggan dapat mengambil pesanan dalam waktu satu jam, namun sebelumnya harus menunjukkan identitas ketika mereka mengambil pesanan.

Baca Juga: Saat Terpuruk, Mike Tyson Meneguk Racun Katak Gurun, Buatnya Mati Sejenak

Menurut Uber, kemitraan ini akan membantu orang dewasa di Kanada membeli ganja secara legal dan aman, sehingga membantu memerangi pasar gelap dan ilegal.

"Kami bermitra dengan para pemimpin industri seperti Tokyo Smoke untuk menawarkan pilihan yang aman dan nyaman bagi warga Ontario untuk membeli ganja legal," kata Lola Kassim, manajer umum Uber Eats Canada.

Pengiriman ganja oleh pihak ketiga seperti Uber Eats belum legal di Kanada, tetapi penyedia layanan pembayaran dapat menerima transaksi karena konsumsi ganja di negara tersebut legal.

"Kami akan terus mencermati regulasi dan peluang pasar demi pasar. Dan seiring dengan berkembangnya undang-undang lokal dan federal, kami akan menjajaki peluang dengan pedagang yang beroperasi di wilayah lain," kata juru bicara Uber kepada Reuters.

Menurut data dari perusahaan riset industri BDS Analytics, penjualan ganja di Kanada mencapai 4 miliar dolar (Rp 57,1 triliun) pada tahun 2021 dan kemungkinan akan tumbuh menjadi 6,7 miliar dolar (Rp 95,5 triliun) pada tahun 2026.

Baca Juga: Pengakuan Mike Tyson Pertama Kali Mencoba Racun Katak Gurun, Serasa Mau Meninggal

Uber, yang telah mengirimkan minuman keras, bahan makanan, dan makanan melalui aplikasi Uber Eats, telah mengawasi pasar ganja selama beberapa waktu.

Pada bulan April, kepala eksekutif Uber Dara Khosrowshahi mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan akan mempertimbangkan untuk menyediakan layanan pengiriman ganja ketika hukum di AS sudah jelas.

"Kami melihat begitu banyak peluang di luar sana, dan kami akan fokus pada peluang yang ada," kata Khosrowshahi.

Sebelumnya, Uber mengumumkan pada bulan Februari bahwa mereka akan membeli perusahaan pengiriman alkohol Drizly seharga 1,1 miliar dolar (Rp 15,6 triliun) dalam bentuk saham dan uang tunai.

Meskipun ganja ilegal menurut hukum federal di AS, setidaknya 18 negara bagian, termasuk District of Columbia, telah melegalkan ganja rekreasi.

Menurut perusahaan riset ganja Flowhub, penjualan ganja di California, Alaska, Oregon, dan Colorado naik 50 persen selama penguncian yang disebabkan oleh pandemi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar