facebook

Beri Respons Menohok soal Reuni 212, Ketua MUI Cholil Nafis: Acaranya Tidak Penting

Aprilo Ade Wismoyo
Beri Respons Menohok soal Reuni 212, Ketua MUI Cholil Nafis: Acaranya Tidak Penting
Cholil Nafis [Antara]

Cholil Nafis juga mengingatkan soal ancaman klaster baru penularan Covid-19.

Suara.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah Cholil Nafis ikut buka suara terkait rencana penyelenggaraan Reuni 212 dalam waktu dekat ini.

Melansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Cholil Nafis menyampaikan bahwa acara yang disebut-sebut akan dihelat pada 2 Desember 2021 itu tidak penting.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan itu dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru penularan Covid-19 yang saat ini sedang melandai.

"Nggak usah ada reunian. Khawatir ada klaster Covid dan acaranya tidak penting," kata Cholil, dikutip dari Terkini.id, Senin, (29/11/2021).

Baca Juga: Tak Setujui Reuni 212, Kiai NU Singgung soal Senang di Atas Penderitaan Ahok

Hal ini senada dengan pernyataan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU DKI Jakarta, KH Syamsul Ma’rif. Ia menyebut dirinya tak menyetujui aksi Reuni 212 yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat.

Dalam video yang tayang di kanal Youtube PadasukaTV, Kiai Syamsul menilai, pada dasarnya tidak ada yang salah dengan kegiatan reuni.

Namun, menurutnya reuni semestinya dilakukan oleh sekelompok orang yang perkumpulannya harus jelas. Misalnya, bersama teman-teman sekolah, kampus, ataupun pondok pesantren.

"Ya kalau kita alumni perguruan tinggi atau sekolahan, atau pondok pesantren, itu biasanya ada reuni. Jadi ada sebuah proses belajar mengajar lalu mendapatkan ijazah, itu baru ada reuni. Ini hanya sekedar peristiwa satu hari kok reuni," ujar Kiai Syamsul, dikutip Suara.com, Minggu (28/11/2021).

Lebih lanjut, Kiai Syamsul menjelaskan panitia maupun penggagas acara harus mempertimbangkan esensi diadakannya reuni 212 tersebut.

Baca Juga: Kembali Diundang di Reuni 212, Menhan Prabowo Subianto Bakal Datang?

"Harus dipertimbangkan lagi esensinya apa reuni itu diadakan. Kalau kita lihat sejarah latar belakang adanya 212 itu karena memang semangat pada waktu itu umat Islam kepingin punya pemimpin di Jakarta, sekarang Alhamdulillah Pak Anies sudah menjadi gubernur," tuturnya.

Aksi reuni 212 (Suara.com/Muhaimin A Untung)
Aksi reuni 212 (Suara.com/Muhaimin A Untung)

Meskipun ditentang oleh banyak pihak, panitia Reuni 212 mengaku masih terus mengusahakan agar acara ini tetap terlaksana.

Habib Rizieq Shihab yang disebut akan hadir dalam acara itu secara virtual bahkan telah menyampaikan ajakan pada masyarakat untuk membanjiri Reuni 212.

"Ayo Reuni Alumni 212. Ayo Hadiri & Banjiri. 2 Desember 2021," kata Habib Rizieq, dikutip dari Hops.id  Minggu, (28/11/2021).

Terkait peringatan dari beberapa pihak terkait ancaman terjadinya klaster baru Covid-19, pihak panitia menyebut saat ini PPKM di Jakarta sudah ada pada level 1 dan sudah banyak masyarakat yang berkegiatan secara massal.

"Kan sudah level 1, sudah banyak juga yang melakukan aktivitas bersama di mana-mana," ungkap Ketua Aksi Reuni 212 Eka Jaya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar