alexametrics

Soal Massa 212 Tak Dilirik Kandidat Capres 2024, Pengamat: Tinggal Kenangan

Aprilo Ade Wismoyo
Soal Massa 212 Tak Dilirik Kandidat Capres 2024, Pengamat: Tinggal Kenangan
Aksi massa 212 di Patung Kuda, Jumat (21/2). (Suara.com/ Alifva Bestari)

Pengamat sebut massa 212 ada tapi terlihat tiada.

Suara.com - Kejayaan kelompok massa 212 dinilai sudah mulai berakhir. Kelompok tersebut bahkan dinilai sudah tak lagi dilirik oleh kandidat calon presiden yang akan berlaga di pilpres 2024 nanti.

Melansir dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyampaikan pendapatnya soal masa kejayaan kelompok 212 tersebut.

Ia lantas memprediksi bahwa kelompok ini sudah tidak bisa berbuat banyak pada Pilpres 2024 mendatang. Adi menyampaikan hal ini sebagai tanggapan terkait arah dukungan politik kelompok 212 pada Pilpres nanti.

Diketahui, sejumlah pihak memperkirakan kelompok tersebut kemungkinan akan berpaling dari Prabowo Subianto yang pernah mereka dukung pada Pilpres 2019 lalu.

Baca Juga: Bukan Prabowo atau Sandiaga, Ini Lima Tokoh yang Berpotensi Bakal Didukung PA 212 di 2024

"Tak ada lagi (pengaruh dukungannya), sudah lewat momentumnya," kata Adi kepada wartawan Selasa (7/12/2021).

Sejumlah massa mengikuti Tasyakur Reuni 212 se-Priangan Timur di Halaman Mesjid Agung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/12/2021).  ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Sejumlah massa mengikuti Tasyakur Reuni 212 se-Priangan Timur di Halaman Mesjid Agung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/12/2021). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Lebih lanjut, Adi mengatakan bahwa kelompok 212 saat ini sudah tidak lagi dilirik oleh para kandidat calon presiden yang akan  maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Adi juga menerangkan, tak lakunya dukungan dari kelompok ini karena kelompok yang diketuai oleh Slamet Maarif itu selama ini terlalu bermain di kancah politik ketimbang terlibat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Akibatnya, kelompok ini mulai ditinggal oleh para anggota.

"(Massa) 212 tinggal kenangan. Bahasa arabnya la yamutu wala yahya. Tak hidup dan tak mati. Ada tapi terlihat tiada. Tentu karena 212 mulai tak laku, karena sangat kentara gerakan politiknya ketimbang gerakan keagamaan," terangnya.

Adi lantas menunjukkan Bukti melemahnya kelompok 212. Menurutnya, hal itu terlihat ketika reuni 212 pada Kamis 2 Desember 2021 lalu yang minim antusiasme peserta.

Baca Juga: PKB Optimis Usung Muhaimin Jadi Capres, Lirik Ganjar, Anies Hingga RK Jadi Wakilnya

Antusiasme para loyalisnya menurut Adi sudah merosot jauh  dari penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, sehingga anggota Alumni 212 yang datang saat agenda reuni itu hanya segelintir orang saja.

Komentar