Begini Proses Terjadinya Lahar Dingin

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 07 Desember 2021 | 16:10 WIB
Begini Proses Terjadinya Lahar Dingin
Proses terjadinya lahar dingin. Warga melihat lahar dingin Gunung Semeru di Jembatan Piket Nol, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020). [ANTARA FOTO/Seno]

Suara.com - Erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu menyebabkan awan panas, hujan abu tebal, hingga banjir lahir dingin. Bicara soal banjir lahar dingin, sebanarnya bagaimana proses terjadinya lahar dingin?

Banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Semeru membuat jembatan perak yang menghubungkan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang ambruk. Akibatnya, arus lintas lumpuh total. Padahal jembatan tersebut menjadi jalur evakuasi penting antara Kecamatan Pasiriandi (Lumajang) dan Kecamatan Dampit (Malang). Simak proses terjadinya banjir lahar dingin berikut.

Lantas, bagaimana sebanarnya proses terjadinya lahar dingin? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasanya selengkapnya.

Begini Proses Terjadinya Lahar Dingin

Lahar dingin merupakan aliran lava gunung yang tercampur bersama lumpur dingin dan air dingin. Campuran lava dan air dingin tersebut kemudian berubah menjadi lahar dingin.

Lahar dingin berisi material lava seperti batuan vulkanik, lumpur, debu, dan bom vulkanik.

Lahar dingin yang bercampur dengan aliran sungai akan menyebabkan banjir lahar dingin. Jadi, banjir lahar dingin ini yaitu banjir yang disebabkan aliran sungai lahar dingin meluap. Diketahui, pemerintah menjadikan sungai sebagai titik akhir aliran lava.

Lava sendiri merupakan magma atau cairan panas yang keluar dari dalam bumi yang memiliki suhu 700 sampai 1200 derajat celsius. Karena memiliki suhu yang sangat panas tersebut, maka sungai dipilih sebagai titik akhir aliran lava.

Sebab, jika tidak dialirkan ke sungai, lava yang panas dapat lebih merusak dan dapat menyebabkam bencana lebih besar. Beda halnya jika di alirkan ke sungai, campuran lava dan air dinging, akan mengubah lahar panas menjadi dingin.

baca juga

Namun, karena sungai telah bercampur lava, maka volume sungai jadi bertambah. Sedangkan kapasitas sungai terbatas untuk menampung lahar dingin.

Karena kapasitas sungai tidak cukup, maka lahar dingin pun meluap ke area sekitar aliran sungai yang menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin.

Semakin banyak lahar dingin yang bercampur dengan air, maka arus lahar dingin juga semakin cepat.

Adapun kecepatan lahar dingin mencapai 22 sampai 60 mph per detik atau sekitar 100 km per detik. Bisa dikatakan banjir lahar dingin ini sama seperti banjir bandang.

Demikian informasi mengenai proses terjadinya lahar dingin yang diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Ini 5 Bahaya Lahar Dingin yang Perlu Diketahui

Waspada! Ini 5 Bahaya Lahar Dingin yang Perlu Diketahui

News | Selasa, 07 Desember 2021 | 14:35 WIB

Doa saat Gunung Meletus, Semoga Terhindar dari Bahaya Awan Panas hingga Lahar Dingin

Doa saat Gunung Meletus, Semoga Terhindar dari Bahaya Awan Panas hingga Lahar Dingin

News | Selasa, 07 Desember 2021 | 13:11 WIB

Mengenal Apa Itu Lahar Dingin, Ancaman Berikutnya Setelah Awan Panas

Mengenal Apa Itu Lahar Dingin, Ancaman Berikutnya Setelah Awan Panas

Tekno | Selasa, 07 Desember 2021 | 13:02 WIB

Runtuh Terhantam Derasnya Arus Lahar Dingin Semeru, Begini Kondisi Jembatan Besuk Kobokan

Runtuh Terhantam Derasnya Arus Lahar Dingin Semeru, Begini Kondisi Jembatan Besuk Kobokan

News | Senin, 06 Desember 2021 | 20:37 WIB

PVMBG: Potensi Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Masih Ada

PVMBG: Potensi Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Masih Ada

Jakarta | Senin, 06 Desember 2021 | 16:23 WIB

Ada Potensi Lahar Dingin dari Semeru ke Arah Selatan dan Tenggara

Ada Potensi Lahar Dingin dari Semeru ke Arah Selatan dan Tenggara

Tekno | Minggu, 05 Desember 2021 | 21:59 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×