- Manager Humas KAI Daop 1 memprediksi puncak lonjakan pemudik terjadi Minggu, 15 Maret 2026, berdasarkan data reservasi tiket.
- Volume penumpang keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen diperkirakan mencapai 51 ribu orang menuju berbagai kota.
- KAI Daop 1 mengerahkan total 721 personel keamanan gabungan untuk menjamin keamanan arus keberangkatan pemudik.
Suara.com - Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, memprediksi lonjakan pemudik akan mencapai titik kulminasi pada Minggu (15/3/2026) besok.
Fenomena pergerakan massa ini terpantau berdasarkan data reservasi tiket yang masuk dalam sistem pemesanan PT Kereta Api Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Franoto saat ditemui awak media di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/3/2026).
Franoto membeberkan bahwa telah terjadi pergeseran tren mengenai waktu puncak arus keberangkatan penumpang dari Jakarta.
"Kan kemarin itu yang tertinggi tanggal 8 (Maret). Nah, ini sekarang yang tertinggi berubah, besok tanggal 15 itu tanggal favorit," ujar Franoto.
Volume penumpang yang menembus angka 51 ribu orang tersebut mencakup keberangkatan dari dua stasiun utama di ibu kota.
Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen dipastikan bakal menjadi titik tolak ribuan warga yang hendak pulang ke kampung halaman masing-masing.
"Dengan tujuan favorit Kota Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Kroya, Purwokerto, Jember," jelas Franoto.
Perubahan tren puncak mudik dari semula tanggal 8 menjadi tanggal 15 Maret ini menunjukkan dinamika minat masyarakat yang cukup fluktuatif.
Baca Juga: AHM Fasilitasi Ribuan Konsumen Setia Mudik ke Kampung Halaman dan Siagakan Ratusan Posko
Pihak KAI Daop 1 Jakarta dipastikan bakal terus memantau arus penumpang guna menjamin kelancaran dan kenyamanan keberangkatan besok pagi.
Secara akumulatif, total pelanggan yang telah berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta menembus angka 166.821 penumpang.
Demi menjamin rasa aman bagi para pemudik, KAI Daop 1 Jakarta mengerahkan kekuatan penuh dengan menyiagakan 721 personel pengamanan di seluruh area stasiun di bawah wilayah kerja mereka.
Garda pengamanan tersebut terdiri dari 150 personel Polsuska dan 456 petugas security internal perusahaan.
Kekuatan di lapangan kian dipertebal dengan adanya bantuan 115 personel gabungan yang berasal dari unsur TNI dan Polri.