Jelang Hari HAM, Koalisi Sipil: Pemerintah Memperburuk Kondisi HAM Indonesia Saat Pandemi

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Kamis, 09 Desember 2021 | 09:37 WIB
Jelang Hari HAM, Koalisi Sipil: Pemerintah Memperburuk Kondisi HAM Indonesia Saat Pandemi
Inisiator LaporCovid19, Irma Hidayana (Bidik layar/Zoom)

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Keadilan Kesehatan menilai peran pemerintah dalam memenuhi pelayanan masyarakat terkait kebutuhan dasar dan kesehatan selama pandemi Covid-19 memperburuk kondisi pemenuhan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Irma Hidayana, dari LaporCovid19 mengatakan, selama pandemi banyak masalah pemenuhan HAM dasar warga seperti sulitnya mengakses tes PCR, akses terhadap vaksin dan obat-obatan, pelanggaran protokol kesehatan di tempat publik maupun saat pembelajaran tatap muka, serta sulitnya mendapatkan bantuan sosial.

Iklim demokrasi juga semakin merosot, banyak aduan masyarakat yang justru berujung ancaman, seperti intimidasi yang dialami warga setelah melaporkan pelanggaran protokol kesehatan.

“Laporan warga justru dianggap sebagai penghambat kinerja instansi, kritik tidak konstruktif, dan seringkali dipandang mencemarkan nama baik instansi tersebut. Padahal, laporan tersebut berguna untuk memperbaiki jalannya birokrasi sebuah instansi dan kebijakan yang sudah diluncurkan," kata Irma, Kamis (9/12/2021).

Tim relawan LaporCovid-19 juga diintimidasi oleh pemangku kepentingan ketika mendorong transparansi data Covid-19, mulai dari doxing, ancaman verbal via telepon, hingga saat pertemuan tertutup.

Koalisi juga menyoroti somasi yang dilayangkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko kepada ICW terhadap temuan dugaan konflik kepentingan melalui kedekatannya dengan PT Harsen Laboratories, produsen obat Ivermectin yang diklaim sebagai obat Covid-19.

“Ancaman-ancaman ini menunjukkan bahwa Negara tidak mampu melindungi dan memberikan ruang aman bagi warga yang mendesakkan perbaikan pada sektor layanan publik” ucap Muhammad Isnur, perwakilan Koalisi dari YLBHI.

Serangkaian peristiwa ini melanggar hak warga atas pelayanan publik yang akuntabel sesuai Undang-Undang 25/2009 dan Laporan Dewan HAM PBB 25/27 tahun 2013.

Menjelang Hari HAM 10 Desember 2021, Koalisi mendesak pemerintah untuk memperbaiki diri terkait pelayanan pemenuhan hak dasar warga, mendengarkan suara warga dan menindaklanjutinya bukan mengintimidasi, serta melindungi warga yang berkeluh kesah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Alih Status 35 PTNB, Komnas HAM Panggil Kemenpan-RB

Bahas Alih Status 35 PTNB, Komnas HAM Panggil Kemenpan-RB

Kalbar | Rabu, 08 Desember 2021 | 19:17 WIB

Ungkap Pelanggaran HAM PT Freeport, Komnas HAM: Jangan Abaikan Hak Warga Demi Investasi

Ungkap Pelanggaran HAM PT Freeport, Komnas HAM: Jangan Abaikan Hak Warga Demi Investasi

News | Rabu, 08 Desember 2021 | 12:28 WIB

Komnas HAM: Pengembangan Pariwisata Harus Perhatikan Hak Asasi Warga Sekitar

Komnas HAM: Pengembangan Pariwisata Harus Perhatikan Hak Asasi Warga Sekitar

News | Rabu, 08 Desember 2021 | 11:35 WIB

Komnas HAM Ungkit Pembangunan Bandara 'Berdarah-darah': Percuma Pidato Pancasila Tanpa HAM

Komnas HAM Ungkit Pembangunan Bandara 'Berdarah-darah': Percuma Pidato Pancasila Tanpa HAM

News | Rabu, 08 Desember 2021 | 11:30 WIB

Kemenkumham Minta Jokowi Keluarkan Surpres Anti Penghilangan Paksa

Kemenkumham Minta Jokowi Keluarkan Surpres Anti Penghilangan Paksa

News | Senin, 06 Desember 2021 | 19:10 WIB

Wamenkumham Sebut Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Kerap Diterjang Kendala

Wamenkumham Sebut Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Kerap Diterjang Kendala

News | Senin, 06 Desember 2021 | 18:04 WIB

Terkini

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:41 WIB

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:40 WIB

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:39 WIB

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 19:35 WIB

×