Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan

Bangun Santoso Suara.Com
Senin, 23 Februari 2026 | 17:00 WIB
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan
Gedung DPR RI (Unsplash/Dito Januarsa)
Baca 10 detik
  • Pada Senin (23/2/2026), Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda mendesak ESDM menghitung akurat pasokan energi menjelang Ramadan.
  • Seluruh pemangku kepentingan sektor energi diwajibkan menyerahkan laporan stok BBM, LPG, dan listrik secara berkala.
  • Langkah ini bertujuan mencegah kekurangan pasokan akibat salah perencanaan demi kelancaran aktivitas masyarakat saat Idul Fitri.

Suara.com - Menjelang momentum suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri, resiliensi sektor energi nasional kembali menjadi diskursus strategis yang menuntut atensi dan persiapan paripurna.

Dalam kerangka fungsi pengawasan parlementer, Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merumuskan kalkulasi yang presisi dan empiris terkait eskalasi kebutuhan energi di seluruh penjuru negeri.

Menegaskan urgensi dari mitigasi risiko yang komprehensif demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, Shanty Alda mengartikulasikan sikap pengawasan dewan secara lugas.

"Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan proyeksi kebutuhan BBM, LPG, dan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri dihitung secara akurat. Kami tidak ingin ada kekurangan pasokan akibat salah perencanaan. Seluruh stakeholder bidang energi harus menyampaikan laporan stok dan kesiapan distribusi secara berkala," ujar Shanty Alda dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, legislator ini menyoroti urgensi sinergi dan transparansi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan di sektor energi.

Baginya, pemantauan ketat melalui pelaporan berkala merupakan sebuah keharusan prosedural untuk menganulir potensi defisit akibat miskalkulasi (planning fallacy).

Hal ini secara fundamental bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen negara memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam memfasilitasi kelancaran dan kenyamanan warga negara selama periode krusial tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI