Tekan Polusi di Perkotaan, Menteri LHK Resmikan Taman Kehati dan Ekoriparian di Indramayu

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Senin, 13 Desember 2021 | 21:48 WIB
Tekan Polusi di Perkotaan, Menteri LHK Resmikan Taman Kehati dan Ekoriparian di Indramayu
Menteri LHK, Siti Nurbaya meresmikan taman Kehati dan Ekoriparian di Indramayu. (Dok: KLHK)

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meresmikan dua fasilitas ruang terbuka hijau di Indramayu, Senin (13/12/2021). Dua fasilitas tersebut adalah Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Indramayu yang merupakan replika ekosistem Rawa Gelam untuk wisata edukasi, serta Ekoriparian Tjimanoek Lama yang mempercantik Daerah Aliran Sungai Cimanuk.

Saat meresmikan dua tempat tersebut, Siti menyampaikan, hasil pembangunan Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek Lama merupakan langkah-langkah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dengan dunia usaha atau public private partnership yang bisa menjadi contoh untuk seluruh daerah di Indonesia.

"Kolaborasi public private partnership sudah mulai dibangun sedikit-sedikit, dan kemarin yang telah Bapak Presiden resmikan yaitu pembangunan persemaian berskala besar," ujar Siti.

Siti kemudian berterima kasih dan mengapresiasi komitmen swasta dalam hal ini PT Polytama Propindo untuk keterlibatannya bersama KLHK dan Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam pembangunan dua fasilitas ruang terbuka hijau di Indramayu. 

"Terima kasih atas komitmen yang konkrit, jadi dunia usaha betul-betul harus dirasakan keberadaannya bersama-sama masyarakat. Saya kira ini hal yang sangat penting untuk kita maju bersama-sama ke depan, jadi kalau rakyatnya harus maju, masyarakat harus berdaya ekonomi, masyarakat harus bangun, swasta juga tidak boleh terhambat, jadi semua bersama-sama bergerak untuk kepentingan bangsa ini," ungkap Siti.

Terkait dengan Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek Lama, Siti menerangkan, tempat tersebut memiliki fungsi sebagai edukasi dan contoh yang baik dalam upaya pengendalian perubahan iklim dan pencemaran lingkungan di Indonesia. 

"Apa yang kita lihat dan saksikan pada hari ini, sejak tadi di Taman Kehati Indramayu dan saat ini di Ekoriparian Tjimanoek merupakan langkah dan bukti nyata pelaksanaan pembangunan hijau atau green development di Indonesia," terang Siti. 

Selanjutnya, Siti menegaskan, yang terpenting adalah, semua pihak berpartisipasi melakukan praktik secara langsung dan nyata. Dengan mengedepankan prinsip green development, diharapkan dapat mengendalikan perubahan iklim agar tidak terjadi kenaikan temperatur, mencegah bencana seperti banjir, rob, serta berkurangnya polusi udara karena dapat dinetralisir, sehingga udara menjadi lebih bersih, dan kualitas air menjadi lebih baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), KLHK, Sigit Reliantoro pada laporannya menerangkan bahwa pembangunan Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek Lama merupakan infrastruktur hijau hasil kolaborasi KLHK, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. 

Sigit menerangkan bahwa ciri infrastruktur hijau adalah penerapan pengetahuan yang inovatif tentang alam, terinspirasi dan meniru proses alam untuk memecahkan masalah sosial dan lingkungan secara efektif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Menurut catatan kami, pada tahun 2020 terdapat kontribusi dunia usaha sebesar 6,2 Triliun rupiah untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sebagian besar berupa pembangunan infrastruktur hijau. Tahun ini kontribusinya sedang kita hitung dan akan diumumkan pada program PROPER akhir Desember nanti," terang Sigit.

Sigit mengharapkan agar kontribusi dunia usaha dalam PROPER nanti semakin terarah. Hal tersebut dikarenakan salah satu kriteria penilaian dalam PROPER adalah bagaimana membangun community development yang didalamnya terintegrasi dengan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta perlindungan keanekaragaman hayati.

Anggota Komisi IV DPR-RI, Ono Surono yang turut hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi komitmen KLHK bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga lingkungan.

"Kita seringkali melakukan kegiatan kegiatan bersih-bersih sungai, menanam pohon di sepanjang sungai dan tentunya ini mudah-mudahan menjadi kegiatan yang terus-menerus dilakukan, karena mengurus sungai itu adalah mengurus peradaban," ungkap Ono.

Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Didik Susilo menyatakan komitmen pihaknya untuk senantiasa mendukung program-program pemerintah khususnya dalam pengendalian perubahan iklim. Menurut Didik, terwujudnya dua fasilitas ruang terbuka hijau di Indramayu juga berkat dukungan dari pemerintah pusat dan daerah. Didik berharap sinergi dan kolaborasi yang terjalin saat ini dapat mewujudkan lingkungan asri dan bersih di jantung kota Indramayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HKAN 2021, Momentum Kebangkitan Pariwisata Alam Indonesia

HKAN 2021, Momentum Kebangkitan Pariwisata Alam Indonesia

News | Rabu, 24 November 2021 | 16:19 WIB

Seekor Gajah Sumatera Lahir di PLSK Tangkahan

Seekor Gajah Sumatera Lahir di PLSK Tangkahan

News | Sabtu, 20 November 2021 | 12:59 WIB

G20 Penutupan Sesi SCP, Menteri LHK Ajak Recover Together, Recover Stronger

G20 Penutupan Sesi SCP, Menteri LHK Ajak Recover Together, Recover Stronger

News | Sabtu, 20 November 2021 | 12:54 WIB

Jokowi Tunjukkan Keseriusan Indonesia Tangani Perubahan Iklim kepada Dubes

Jokowi Tunjukkan Keseriusan Indonesia Tangani Perubahan Iklim kepada Dubes

News | Sabtu, 20 November 2021 | 12:45 WIB

Tanggapi soal Deforestasi, KLHK: Permintaan Greenpeace Tidak Konsisten

Tanggapi soal Deforestasi, KLHK: Permintaan Greenpeace Tidak Konsisten

News | Sabtu, 20 November 2021 | 12:34 WIB

India Diselimuti Polusi Udara Parah

India Diselimuti Polusi Udara Parah

Foto | Jum'at, 19 November 2021 | 11:40 WIB

Warga Jabodetabek Masih Salah Kaprah Soal Kualitas Udara

Warga Jabodetabek Masih Salah Kaprah Soal Kualitas Udara

Bisnis | Kamis, 18 November 2021 | 08:01 WIB

Terkini

Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, DPR Puji Kecepatan Mentan Amran Wujudkan Swasembada Beras!

Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, DPR Puji Kecepatan Mentan Amran Wujudkan Swasembada Beras!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:56 WIB

Oknum Hakim Terseret Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Diduga Masuk Struktur Yayasan

Oknum Hakim Terseret Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Diduga Masuk Struktur Yayasan

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:39 WIB

25 Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan Pasca Kecelakaan, Ini Daftar Lengkapnya

25 Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan Pasca Kecelakaan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:38 WIB

Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:32 WIB

KAI: 4 Penumpang Tewas dan 79 Luka-Luka Imbas Tragedi Stasiun Bekasi Timur

KAI: 4 Penumpang Tewas dan 79 Luka-Luka Imbas Tragedi Stasiun Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:24 WIB

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

News | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB