Harga Coca Cola di Antartika Lebih Dari Rp500 Ribu, Turis Tetap Mau Datang

Siswanto, ABC

Jum'at, 17 Desember 2021 | 15:32 WIB
Harga Coca Cola di Antartika Lebih Dari Rp500 Ribu, Turis Tetap Mau Datang
Ilustrasi Coca Cola. (Shutterstock)

Hanya 731 pengunjung yang bepergian melalui udara.

Sebagian besar wisatawan Antartika berkunjung melalui laut, sering kali dengan kapal pesiar ekspedisi yang berhenti sejenak di Semenanjung Antartika, sebelah selatan Chili.

Di saat banyak operator menyatakan komitmen mereka terhadap pariwisata yang mengedepankan lingkutan berkelanjutan, beberapa yang terlibat dalam penelitian Antartika sudah menyuarakan keprihatinan mereka soal pariwisata di Antartika.

Meski banyak negara, termasuk Australia, memiliki klaim teritorial atas beberapa bagian di benua itu, Antartika sendiri tidak diatur oleh satu otoritas tunggal melainkan oleh Perjanjian Antartika, yang diratifikasi oleh 54 negara.

Artinya pariwisata dan perilaku pengunjung dikendalikan melalui pedoman yang digariskan dalam sistem Perjanjian Antartika.

Operator juga harus memenuhi persyaratan tertentu untuk memperoleh keanggotaan IAATO.

Termasuk melakukan penilaian dampak lingkungan dan anggota sementara harus membawa pakar dari IAATO untuk memastikan mereka mematuhi standar organisasi.

Dengan pariwisata Antartika yang diperkirakan akan pulih setelah pandemi COVID-19, ada pertanyaan seputar berapa lama pedoman tersebut dapat berhasil meminimalkan dampak pengunjung terhadap lingkungan di Antartika dan apakah turis harus bepergian ke sana sama sekali.

"Ketika Anda melihat jejak ekologis orang untuk sampai ke Antartika, itu sudah jelas tidak sejalan dengan prinsip berkelanjutan," kata Freya Higgins-Desbiolles, dosen senior manajemen pariwisata di University of South Australia.

baca juga

"

"Saya tahu bahwa beberapa orang akan mengatakan pengetahuan soal lingkungan yang didapat pengunjung akan lebih besar daripada kerusakannya, karena mereka akan menjadi pembela perlindungan lingkungan, tetapi saya pikir itu argumen yang busuk."

"

Tapi ia mengatakan yang lebih penting adalah aturan yang tegas.

"Mayoritas yang datang adalah influencer, pemimpin industri, para bangsawan, selebriti, orang-orang yang mampu mempengaruhi perubahan," kata Mindy.

Dampak dari pengunjung

Dampak aktivitas manusia meninggalkan bekas di Antartika, mulai dari jejak karbon pesawat hingga dampaknya pada flora dan fauna.

"Kebanyakan pariwisata Antartika terkonsentrasi di area yang relatif kecil di barat laut Semenanjung Antartika dan di sejumlah situs di area itu," kata Ricardo Roura, penasihat senior di Antartika dan Koalisi Samudra Selatan.

"

"Bahkan sekalipun semua orang berperilaku seperti yang seharusnya, mungkin tetap ada masalah yang berkaitan dengan konsentrasi aktivitas dan efek yang kumulatif ke depannya."

"

Ricardo adalah seorang tamu kapal pesiar yang mengunjungi semenanjung Antartika pada Desember 2019, saat pariwisata ke Antartika sedang populer.

"Situasinya agak mengkhawatirkan, semuanya, seluruh rangkaian kegiatan," katanya.

"Dalam beberapa kasus, kami harus meninggalkan tempat lebih awal untuk membiarkan orang lain masuk, kira-kira hal semacam itu."

Namun, dia mengatakan pariwisata pedalaman juga memprihatinkan.

"Mereka akan memperlakukan sebagian besar Antartika sebagai taman bermain jika mereka punya waktu dan sarana untuk sampai ke sana," kata Ricardo.

"Jika pariwisata berbasis darat berkembang, maka akan menimbulkan serangkaian masalah baru yang harus dibahas, selain serangkaian kekhawatiran baru bagi kami."

Ada juga potensi polusi.

Perjanjian Antartika mengharuskan pembuangan limbah agar operator tidak menyebabkan dampak "kecil atau sementara" terhadap lingkungan.

Tapi tetap saja kerusakan tidak dapat dihindari jika terjadi kecelakaan.

Pada tahun 2007, MS Explorer menabrak gunung es saat berlayar di semenanjung Antartika dan tenggelam, menyebabkan tumpahan minyak di dekat tempat berkembang biak penguin.

Semua 154 orang di dalamnya selamat, setelah diselamatkan oleh kapal-kapal terdekat.

Pada tahun 2011, Organisasi Maritim Internasional melarang kapal menggunakan bahan bakar minyak berat di Antartika, kemudian pada tahun 2017, mereka memperkenalkan Kode Internasional untuk Kapal yang Beroperasi di Perairan Kutub.

Masa depan industri wisata Antartika

Peneliti pariwisata di University of Canterbury, Daniela Liggett, mengatakan minat berlibur di Antartika akan tetap ada.

"Saya pikir minat itu akan meningkat lagi setelah pandemi, dan masih ada minat untuk mengunjungi Antartika sebagai salah satu 'benua terakhir' yang masih belum tersentuh oleh kehadiran manusia," katanya.

Seorang juru bicara dari IAATO mengatakan kepada ABC perkiraan awal dari Mei tahun ini menunjukkan sekitar 60.000 orang akan mengunjungi Antartika pada musim 2021-2022.

Ricardo mengatakan persaingan dalam industri untuk menawarkan pengalaman unik adalah salah satu kekuatan pendorong di balik angka kunjungan yang terus naik.

"Terkadang orang-orang merasa perlu datang ke banyak tempat, mereka merasa perlu melihat semua jenis satwa liar, mereka harus melihat segala macam hal, yang mungkin sebenarnya itu tidak mungkin atau tidak perlu."

Faktor lain yang menambah jumlah turis adalah keinginan untuk melihat hutan belantara Antartika yang belum terjamah sebelum menghilang.

"'Kesempatan terakhir pariwisata' akan menjadi fenomena yang mendorong permintaan untuk itu," kata Freya Higgins-Desbiolles.

"Tetapi dengan terlibat dalam pariwisata yang menawarkan kesempatan terakhir itu, kita sebenarnya menjadi penyumbang masalah."

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:51 WIB

Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten

Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 07:30 WIB

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:06 WIB

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:29 WIB

Pecah! Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar Sukses Sedot Perhatian Ratusan Peserta

Pecah! Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar Sukses Sedot Perhatian Ratusan Peserta

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:07 WIB

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:43 WIB

Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan

Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 16:55 WIB

Siap-siap! Kantor Menkeu Purbaya Bakal Kenakan 'Pajak Gula' Buat Coca-cola Cs

Siap-siap! Kantor Menkeu Purbaya Bakal Kenakan 'Pajak Gula' Buat Coca-cola Cs

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:08 WIB

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Tekno | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:48 WIB

Coca Cola PHK 600 Karyawan, Ini Alasannya yang Mengejutkan

Coca Cola PHK 600 Karyawan, Ini Alasannya yang Mengejutkan

Bisnis | Minggu, 21 September 2025 | 13:14 WIB

Terkini

Diwarnai Kontak Tembak, TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban OPM di Yahukimo

Diwarnai Kontak Tembak, TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban OPM di Yahukimo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:42 WIB

7 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

7 Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:24 WIB

Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung

Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung

Video | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?

Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:10 WIB

Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

Entertainment | Minggu, 26 Juli 2026 | 17:03 WIB

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48 WIB

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:47 WIB

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:39 WIB

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:35 WIB

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:28 WIB

×