Arak-arakan Permalukan Empat Pria Terduga Perdagangan Manusia di China

Siswanto, BBC

Jum'at, 31 Desember 2021 | 11:07 WIB
Arak-arakan Permalukan Empat Pria Terduga Perdagangan Manusia di China
BBC

Suara.com - Sejumlah anggota polisi di China selatan mengarak empat orang pelanggar yang mengenakan pakaian pelindung diri di jalan-jalan sebagai tindakan untuk mempermalukan mereka di hadapan umum.

Keempat laki-laki itu dituduh menyelundupkan manusia ke perbatasan China yang sebagian besar masih ditutup karena Covid.

Insiden ini terjadi di kota Jingxi di provinsi Guangxi dan direkam dengan kamera oleh para pemantau.

Aksi itu menarik perhatian warga yang menyaksikan empat laki-laki tersebut dikawal oleh polisi bersenjata.

Baca juga:

Tindakan mempermalukan tersebut menimbulkan reaksi beragam di online, termasuk di media online milik negara.

Satu media China mengatakan langkah itu melanggar semangat penegakan hukum.

Foto-foto dan video dari insiden ini, yang terjadi pada 28 Desember, memperlihatkan empat pria itu sedang berjalan melewati area kota dengan kawalan polisi.

Membawa poster mencantumkan nama dan foto pelaku

baca juga

Mereka membawa poster yang bertuliskan nama dan foto mereka. Beberapa warga terlihat menyaksikan arak-arakan tersebut.

Media Guangxi Daily, yang dikelola oleh pemerintah, mengatakan tindakan pendisiplinan itu dilakukan guna mencegah pelanggaran mereka yang melintas perbatasan.

Upaya itu juga disebutkan untuk mendorong agar warga mematuhi upaya pencegahan dan pengendalian pandemi.

Media pemerintah menggambarkan situasi Covid saat ini di daerah perbatasan sebagai "parah dan kompleks".

Baca juga:

China, negara tempat Covid-19 pertama kali ditemukan pada akhir 2019, mencatat total 4.849 kematian dan 114.365 kasus, dengan 203 kasus baru dilaporkan pada Selasa (28/12).

Negara itu mengejar strategi nol-Covid yang ketat, menggunakan tes massal dan kebijakan lockdown untuk menghentikan wabah.

China juga memiliki program vaksinasi yang kuat, dengan 86% populasinya sekarang sepenuhnya sudah divaksin.

Reaksi beragam di media sosial

Arak-arakan untuk mempermalukan tersebut disambut reaksi beragam di situs media sosial Weibo. Tagar mengenai hal ini menjadi topik trending teratas.

Sejumlah orang mengatakan pawai itu mengingatkan mereka pada penghinaan publik dari ratusan tahun silam.

Sementara lainnya berempati dengan upaya yang diperlukan demi mengendalikan penyebaran virus di dekat perbatasan.

"Apa yang lebih menakutkan ketimbang berparade di jalan-jalan adalah banyaknya komentar yang mendukung pendekatan ini," tulis seorang pengguna Weibo.

Media Beijing News, yang dikelola negara, mengatakan bahwa "tindakan itu sangat melanggar semangat supremasi hukum dan tidak dapat dibiarkan terjadi lagi".

Apa tanggapan pemerintah kota?

Namun, Biro Keamanan Umum Kota Jingxi dan pemerintah setempat membela arak-arakan tersebut.

Mereka mengklaim bahwa itu adalah "kegiatan peringatan disipliner di tempat" dan bahwa tidak ada "ketidaksesuaian", ungkap media setempat.

Baca juga:

Pada 2007, sebuah pemberitahuan dari pihak berwenang di China telah melarang parade tahanan yang dijatuhi hukuman mati.

Mempermalukan di depan publik adalah hal biasa selama revolusi budaya dan kini hal itu jarang dilakukan lagi.

Pada 2006, sekitar 100 pekerja seks dan beberapa klien mereka dipaksa mengenakan seragam penjara warna kuning dan diarak di jalan-jalan.

Anda mungkin tertarik video ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

Babak Baru Kasus Jeffrey Epstein: 10 Korban Baru di Prancis dan Keterlibatan Agensi Model

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:31 WIB

Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia

Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 15:40 WIB

Bek PSG Lucas Hernandez Dilaporkan atas Dugaan Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Pekerja

Bek PSG Lucas Hernandez Dilaporkan atas Dugaan Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Pekerja

Bola | Kamis, 22 Januari 2026 | 17:14 WIB

Mengapa Anak Muda Rentan Jadi Korban? Lokakarya Indonesia-Kamboja Ungkap Modus Baru Penipuan Online

Mengapa Anak Muda Rentan Jadi Korban? Lokakarya Indonesia-Kamboja Ungkap Modus Baru Penipuan Online

Your Say | Selasa, 09 Desember 2025 | 14:32 WIB

Rahayu Ingatkan Brutalnya Mafia Perdagangan Manusia: Mereka Bisa Hilangkan Orang

Rahayu Ingatkan Brutalnya Mafia Perdagangan Manusia: Mereka Bisa Hilangkan Orang

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 19:22 WIB

30 Juli Memperingati Hari Apa? Peringatan untuk Persahabatan, Kepedulian, dan Ikrar Kemanusiaan

30 Juli Memperingati Hari Apa? Peringatan untuk Persahabatan, Kepedulian, dan Ikrar Kemanusiaan

Lifestyle | Rabu, 30 Juli 2025 | 09:57 WIB

Sindikat Perdagangan Bayi Internasional Terbongkar, Polda Jabar Tangkap 13 Orang

Sindikat Perdagangan Bayi Internasional Terbongkar, Polda Jabar Tangkap 13 Orang

Foto | Kamis, 17 Juli 2025 | 18:19 WIB

Jaringan Perdagangan Bayi Lintas Negara Digulung, Modus Pesan 'Produk' dari Rahim Ibu

Jaringan Perdagangan Bayi Lintas Negara Digulung, Modus Pesan 'Produk' dari Rahim Ibu

News | Senin, 14 Juli 2025 | 22:40 WIB

Benarkah Isu Diplomat Arya Daru Dibunuh Karena Endus Mafia Perdagangan Manusia? Ini Kata Kemlu

Benarkah Isu Diplomat Arya Daru Dibunuh Karena Endus Mafia Perdagangan Manusia? Ini Kata Kemlu

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 11:17 WIB

Kasus Kematian TKI di Kamboja Sepanjang Tahun 2025, Publik Tuntut Respon Pemerintah

Kasus Kematian TKI di Kamboja Sepanjang Tahun 2025, Publik Tuntut Respon Pemerintah

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 07:49 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×