Suara.com - Skripsi menjadi tugas akhir mahasiswa sarjana S1 dalam bentuk karya tulis ilmiah. Skripsi membahas tentang fenomena atau permasalahan sesuai dengan bidang keilmuan yang ditempuh.
Skripsi bisa dibilang salah satu masa terberat selama kuliah. Skripsi merupakan penentu utama kelulusan seorang mahasiswa.
Untuk menyelesaikan skripsi mahasiswa biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan. Mulai dari pengajuan judul, kemudian seminar proposal, mengumpulkan data, mengolah data, hingga sidang skripsi.
Supaya sampai ditahap sidang skripsi, mahasiswa harus melalui proses revisi. Pada proses revisi skripsi terjadi beberapa kali.
Tak heran jika mahasiswa harus bolak-balik mencetak skripsinya berulang-ulang. Akibatnya kertas hasil revisian skripsi hingga menumpuk banyak.
Jika dikumpulkan pasti bisa menghabiskan beberapa kardus, seperti yang dialami oleh pria ini.
Kertas revisi skripsinya dikumpulkan hingga mencapai tiga kantong plastik besar. Pria ini berinisiatif menjual kertas revisi skripsinya tersebut.
Dia mengunggah momen ketika menjual kertas skripsinya itu ke media sosial TikToknya @sesimpeltu.
Dalam rekaman video ini, dia membawa kertas revisi skripsinya ke tempat jual barang bekas dengan naik motor.
Baca Juga: Usai Jadi Tersangka, Warganet Ramai Mencecar Abdul Gafur Mas'ud di Media Massa: Terimakasih #KPK
Tampak tumpukan kertas tersebut memenuhi bagian depan motornya. Kertas revisian skripsinya kemudian ditimbang oleh pembeli barang bekas.