Kronologi Bocah PAUD di Cianjur Meninggal Setelah Vaksin, Alami Kejang-kejang Diduga KIPI

Dany Garjito, Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:26 WIB
Kronologi Bocah PAUD di Cianjur Meninggal Setelah Vaksin, Alami Kejang-kejang Diduga KIPI
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 kepada pelajar. [Antara]

Suara.com - Seorang bocah PAUD meninggal dunia di Kabupaten Cianjur setelah melakukan vaksinasi Covid-19. Bocah berinisial ZL ini mengalami demam sampai kejang-kejang diduga karena terkena KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.

Kronologi kejadian berawal saat siswa berusia 6,4 tahun itu diketahui mengikuti vaksinasi anak di SD Banyuwangi Kecamatan Pasirkuda. Ia diantarkan oleh ibunya pada Senin (17/1/2022) pagi.

Sang bocah kemudian menjalani tahap pemeriksaan sebelum mendapatkan vaksin Covid-19. Ia juga sudah mendapatkan persetujuan orang tua dan lolos tahap pemeriksaan.

Berdasarkan keterangan Sekretaris Dinas Kesehatan Cianjur, Yusman Faisal mengatakan kondisi kesehatan ZL baik. Bocah itu juga tidak memiliki riwayat penyakit dan dinyatakan layak menerima suntikan vaksinasi.

"Vaksinasinya kemarin, pukul 9.30 WIB di SDN Banyuwangi. Sebelum divaksin, siswa tersebut menjalani konseling dan proses screening anak itu tidak memiliki riwayat penyakit dan dinyatakan layak untuk divaksin," tutur Yusman saat ditemui di Posko Gugus Tugas COVID-19 seperti dikutip Terkini.id -- jaringan Suara.com, Rabu (19/1/2022).

Tiga jam setelah mendapatkan vaksin, orang tua bocah itu melaporkan jika anak mereka mengalami demam. Bocah itu kemudian diberikan obat peredam demam dari petugas Puskesmas yang dititipkan ke guru sekitar pukul 12.30 WIB.

Namun, kondisinya justru memburuk pada pukul 19.30. Sang bocah mengalami demam sampai kejang-kejang. Orang tua langsung membawa sang anak ke Puskesmas untuk diperiksa.

"Sejak siang mengalami demam hingga malam harinya mengalami kejang sudah ditangani secara medis, mulai dari pemberian obat sampai perawatan di puskesmas," jelas Yusman.

Kondisi ZL yang dirawat di Puskesmas masih tidak kunjung membaik. Keesokan harinya, bocah itu kembali mengalami demam dan kejang sehingga pihak Puskesmas merekomendasikan agar ZL dirujuk ke RSUD Pagelaran.

baca juga

Apalagi, suhu tubuh bocah PAUD tersebut sudah mencapai 39 derajat pada pukul 09.00 WIB. Namun, orang tua ZL ternyata menolak anak mereka dibawa ke rumah sakit.

"Sekitar pukul 9.00 WIB anak demam dengan suhu 39 derajat. Setelah ada persetujuan dokter spesialis di RSUD Pagelaran, pihak Puskesmas menyarankan agar dirujuk, tapi orangtua anak tersebut menolak," terang Yusman.

Bocah itu akhirnya menghembuskan napas yang terakhir di IGD Puskesmas pukul 10.15 WIB. Yusman sendiri langsung melaporkan kejadian ini ke Komnas KIPI, dan memasukkan ke dalam kasus KIPI berat.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu keterangan lebih lanjut dari Komnas KIPI. Yusman juga masih menunggu data dan kronologis tambahan dari pihak puskesmas dan dinas kesehatan setempat.

"Anaknya meninggal di Puskesmas. Untuk saat ini diduga akibat KIPI, tapi untuk pastinya menunggu hasil dari Komnas KIPI. Petugas puskesmas dan Dinkes sudah ditugaskan untuk mencari data dan kronologis tambahan yang nantinya akan dilaporkan ke Komnas KIPI," kata Yusman.

Lebih lanjut, Yusman meminta para orang tua tetap tenang dan tidak ragu anaknya divaksin. Menurutnya, presentase kasus KIPI yang sampai menyebabkan kematian sangat kecil.

"Kejadian KIPI, apalagi hingga meninggal dunia itu persentasenya kecil. Vaksinasi itu ada risiko tapi manfaatnya lebih besar, yakni untuk mencegah penyebaran COVID-19. Jadi para orangtua jangan khawatir," pungkasnya.

Video yang mungkin Anda lewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Kembali Kedatangan Jutaan Dosis Vaksin, Kali Ini Dari Bantuan Jepang Dan Belanda

Indonesia Kembali Kedatangan Jutaan Dosis Vaksin, Kali Ini Dari Bantuan Jepang Dan Belanda

News | Rabu, 19 Januari 2022 | 09:50 WIB

Anak-anak SD di Tabanan Semangat Vaksinasi Lalu Foto Bersama Robot Transformer

Anak-anak SD di Tabanan Semangat Vaksinasi Lalu Foto Bersama Robot Transformer

Bali | Rabu, 19 Januari 2022 | 09:34 WIB

Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa akibat Covid-19, Waspadai Dampaknya!

Kehilangan Indra Penciuman dan Perasa akibat Covid-19, Waspadai Dampaknya!

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 09:29 WIB

Meski Antibodi Menurun, WHO: Belum Ada Bukti Anak dan Remaja Butuh Dosis Booster Covid-19

Meski Antibodi Menurun, WHO: Belum Ada Bukti Anak dan Remaja Butuh Dosis Booster Covid-19

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 09:10 WIB

Akibat Covid-19, Lelaki Ini Alami Pembekuan Darah di Penis Hingga Nyeri

Akibat Covid-19, Lelaki Ini Alami Pembekuan Darah di Penis Hingga Nyeri

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 08:33 WIB

Penataan Kawasan Pantai Sanur Untuk Keberlanjutan UMKM jadi Fokus Pemkot Denpasar

Penataan Kawasan Pantai Sanur Untuk Keberlanjutan UMKM jadi Fokus Pemkot Denpasar

Bali | Rabu, 19 Januari 2022 | 08:12 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×