Sheikh Jarrah: Israel Usir Keluarga Palestina dari Rumah Mereka

Siswanto, BBC

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:54 WIB
Sheikh Jarrah: Israel Usir Keluarga Palestina dari Rumah Mereka
BBC

Suara.com - Kepolisian Israel mengusir sebuah keluarga Palestina dan menghancurkan rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Para anggota kepolisian menyerbu rumah keluarga Salhiya sebelum fajar, menangkap beberapa orang sebelum buldoser masuk.

Sebelumnya terjadi ketegangan selama dua hari setelah kepala keluarga mengancam akan meledakkan rumahnya daripada pindah.

Aparat Israel mengatakan bangunan itu ilegal - klaim yang ditolak pihak keluarga - dan lahan itu dibutuhkan untuk pembangunan sekolah.

Kasus ini telah menarik perhatian internasional. Uni Eropa dan Inggris memperingatkan bahwa penggusuran di wilayah pendudukan adalah ilegal menurut hukum internasional dan telah memicu ketegangan di Yerusalem.

Baca juga:

Baik Israel maupun Palestina saling mengklaim kota kuno tersebut.

Israel - yang menduduki bagian timur yang sebelumnya dikuasai Yordania pada tahun 1967, dan menguasai seluruhnya pada tahun 1980 lewat langkah yang tidak diakui secara internasional - menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Sedangkan pemimpin Palestina menginginkan Yerusalem Timur - yang merupakan rumah bagi sekitar 350.000 warga Palestina dan 200.000 pemukim Yahudi - sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

baca juga

Penggusuran pertama sejak 2017

Wartawan BBC Yolande Knell di Yerusalem mengatakan ini adalah penggusuran pertama di Sheikh Jarrah sejak 2017.

Namun, tidak seperti kasus-kasus lokal lainnya, penggusuran itu tidak melibatkan pengambilalihan paksa oleh kelompok pemukim Yahudi.

Pemerintah Kota Yerusalem mengatakan rumah Salhiya itu dibangun secara ilegal dalam beberapa tahun terakhir di atas lahan yang diperuntukkan bagi sekolah anak-anak Palestina dengan kebutuhan khusus.

"Pengosongan daerah itu telah disetujui oleh semua pengadilan, termasuk Pengadilan Distrik Yerusalem," kata pemerintah kota dan kepolisian Israel dalam sebuah pernyataan bersama.

"Sejak perintah pengosongan dikeluarkan pada tahun 2017, keluarga yang tinggal di bangunan ilegal tersebut diberi kesempatan yang tak terhitung jumlahnya untuk menyerahkan lahan itu dengan baik-baik, tetapi sayangnya mereka menolak untuk melakukannya, bahkan setelah pertemuan dan upaya dialog berulang kali oleh Pemerintah Kota Yerusalem."

Para aktivis Israel yang menentang penggusuran itu menunjukkan bahwa sebidang tanah di dekat lahan tersebut, yang tetap kosong, sebelumnya diambil untuk membangun sekolah dan kemudian diberikan kepada sebuah organisasi Yahudi ultra-Ortodoks untuk dibuat seminari.


Keluarga Salhiya membantah bahwa rumah mereka itu dibangun secara ilegal dan mengatakan bahwa mereka telah tinggal di sana sejak tahun 1950-an.

Pengacara mereka, Walid Abu Tayeh, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pembongkaran itu ilegal karena pemerintah kota hanya mendapat izin dari pengadilan untuk mengosongkan properti itu.

Dia menambahkan bahwa pengadilan akan mendengar permintaan mendesak untuk menghentikan penggusuran pada hari Minggu.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyebut pembongkaran itu sebagai "kejahatan perang" dan memperingatkan bahwa pemerintah Israel "bertanggung jawab atas akibatnya yang berbahaya".

Direktur Human Rights Watch Israel dan Palestina Omar Shakir mengatakan keluarga Salhiya sudah menjadi "pengungsi dua kali" karena sebelumnya sudah diusir dari rumah mereka di kawasan Ein Kerem, Yerusalem Barat, selama perang yang berlanjut pada pembentukan negara Israel pada tahun 1948.

Konsulat Inggris, yang terletak di seberang jalan dari lokasi pembongkaran, mencuit pada hari Senin: "Penggusuran di wilayah pendudukan bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional dalam segala bentuk kecuali keadaan yang paling luar biasa.

"Inggris mendesak pemerintah Israel untuk menghentikan praktik semacam itu yang hanya meningkatkan ketegangan di lapangan."

Mei tahun lalu, konflik penggusuran di Sheikh Jarrah memicu kekerasan terburuk antara polisi Israel dan warga Palestina di Yerusalem dalam beberapa tahun terakhir.

Kekerasan tersebut lalu memicu konflik 11 hari antara Israel dan kelompok militan Hamas, yang menembakkan roket dari Gaza yang disebut sebagai balasan terhadap "pelecehan" oleh Israel di Sheikh Jarrah.


Anda mungkin juga tertarik dengan tayangan berikut:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×