facebook

Kisah Bu Mega Pernah Ancam Kader, Jika Berani Interupsi SBY Akan Dipecat saat Itu Juga

Aprilo Ade Wismoyo
Kisah Bu Mega Pernah Ancam Kader, Jika Berani Interupsi SBY Akan Dipecat saat Itu Juga
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan Presiden Susilo Babang Yudhoyono di Istana Merdeka [Antara]

"Itu Ibu (Megawati) marah sekali," ujar Pramono Anung.

Suara.com - Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri disebut pernah mengancam kadernya yang berani menginterupsi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, pada saat itu, SBY diagendakan penyampaian nota keuangan dalam sidang tahunan 17 Agustus, saat ia masih menjabat sebagai Presiden RI pada periode 2004-2009.

Mendengar hal itu, Megawati lantas memberi ultimatum akan memecat kadernya saat itu juga jika ada yang berani interupsi SBY.

Cerita itu disampailan oleh Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Pramono Anung dalam acara perayaan ulang tahun Megawati Soekarnoputri yang disiarkan secara virtual.

Baca Juga: Sudah Terima Bantuan Ratusan Juta dari Jokowi dan Megawati, Dorce Merasa Masih Tak Cukup?

"Itu Ibu (Megawati) marah sekali, dan memberikan perintah siapapun yang melakukan interupsi kepada presiden pada waktu itu SBY, saya akan pecat saat itu juga," katanya dikutip pada Senin (24/1/2022).

Pramono yang saat itu jabat sebagai Sekjen PDI-Perjuangan mengatakan, Megawati ingin menjaga muruah konstitusi.

Megawati Soekarno Putri Ulang Tahun ke-75 Tahun [instagram]
Megawati Soekarno Putri Ulang Tahun ke-75 Tahun [instagram]

Megawati menekankan perbedaan pendapat itu diperbolehkan, tetapi semua harus taat, patuh, dan tunduk pada konstitusi.

"Sehingga berkali-kali itu yang diajarkan oleh Ibu kepada kita semua," ujar Pramono.

Pramono melanjutkan, selain mendukung pemerintah yang berkuasa, sebagai bagian dari bangas juga harus mampu memberi kritik serta alternatif untuk kebijakan yang dianggap tidak benar.

Baca Juga: Anies Baswedan Sentil Slogan Jokowi, Politisi PDIP: Nyindir Tapi Nggak Bisa Apa-apa

"Bahwa kita menjadi bagian dari pemerintah, tentunya kita juga selain memberikan dukungan kepada pemerintah, tentunya dalam hal tertentu kalau ada kemudian kebijakan yang dianggap tidak benar, kita juga harus bisa memberikan kritik dan alternatif untuk itu," imbuh Pramono.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar