Apa Itu Rare Earth Harta Karun Lumpur Lapindo? Logam Tanah yang Dimonopoli China

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:14 WIB
Apa Itu Rare Earth Harta Karun Lumpur Lapindo? Logam Tanah yang Dimonopoli China
Apa Itu Rare Earth Harta Karun Lumpur Lapindo? Logam Tanah yang Dimonopoli China - Lokasi dampak semburan lumpur panas Lapindo, Porong Sidoarjo.(Antara/Eric Ireng)

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono bahwa Rare Earth itu kini menjadi komoditas penting karena dibutuhkan dalam pengembangan berbagai teknologi canggih, termasuk kendaraan listrik. Selain itu Badan Geologi Kementerian ESDM juga menemukan kandungan Rare Earth di mineral batubara di wilayah Kalimantan.

Berdasarkan data Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementerian ESDM, telah diidentifikasi sebanyak 28 lokasi yang memiliki potensi logam tanah jarang. Secara rinci, potensi tersebut tersebar di 16 lokasi di Sumatera, tujuh lokasi di Kalimantan, tiga lokasi di Sulawesi dan dua lokasi di Jawa.

Pemakaian Rare Earth di alat-alat militer juga cukup banyak. Menurut geology.com, militer Amerika Serikat menggunakan kacamata penglihatan malam, senjata berpemandu presisi, peralatan komunikasi, peralatan GPS, baterai, dan elektronik pertahanan lainnya yang dibentuk dari Rare Earth.

Bahkan logam tanah jarang adalah bahan utama untuk membuat material yang sangat keras untuk kendaraan lapis baja. Itulah yang membuat sebuah proyektil bisa pecah saat terkena benturan dengan kendaraan militer lapis baja dan membuat penumpangnya selamat.

Seberapa Berharganya Rare Earth?

Setelah tahu apa itu Rare Earth, kali ini kalian juga perlu tahu seberapa berharganya logam tanah jarang ini. Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat dan kebutuhan pada berbagai perangkat seperti ponsel dan baterai, maka Rare Earth jelas menjadi unsur atau material paling dicari.

Memang, Rare Earth tidak hanya ada di satu wilayah atau negara saja. Unsur-unsur REE terdistribusi secara luas di bumi dan relatif mudah dijangkau pada permukaan bumi.

Tapi jika berbicara soal bisnis akan berbeda ceritanya. Produksi REE didominasi oleh China sejak tahun 2008.

Pada tahun 2009, China melakukan monopoli terhadap produksi REE global hingga 97%. Hal tersebut membuat kekhawatiran dunia yang kekinian disebut sebagai Rare Earth Crisis.

Awalnya, China bukan satu-satunya negara penghasil REE terbesar. Sebab di tahun 1993, 38 persen produksi REE dunia berada di Cina dan 33 persen di Amerika Serikat. Sementara sisanya ada di Australia, Malaysia dan India.

Lalu peningkatan pesat terjadi di tahun 2008. China menjadi penyumbang produksi REE dunia mencapai lebih dari 90 persen.

Sejak saat itu, pemerintah China mulai mengubah regulasi tentang REE. Mereka membatasi perusahaan yang akan mengekspor REE dari China hingga mengatur jumlah Rare Earth yang akan dijual keluar.

Demikian penjelasan apa itu Rare Earth, yang disebut-sebut sebagai harta karun Lumpur Lapindo. Lalu apakah pemerintah mampu memanfaatkan Rare Earth yang ada di Indonesia secara maksimal seperti yang dilakukan China?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daripada Berujung Hoaks, Pemerintah Diminta Tak Gembar-Gembor Kandungan Logam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo

Daripada Berujung Hoaks, Pemerintah Diminta Tak Gembar-Gembor Kandungan Logam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo

News | Rabu, 26 Januari 2022 | 11:13 WIB

Kementerian ESDM Akan Percepat Eksplorasi Logam Tanah Jarang

Kementerian ESDM Akan Percepat Eksplorasi Logam Tanah Jarang

Tekno | Sabtu, 11 September 2021 | 00:16 WIB

Logam Tanah Jarang Disebut Harta Karun Terpendam di Bumi Indonesia, Sangat Berharga

Logam Tanah Jarang Disebut Harta Karun Terpendam di Bumi Indonesia, Sangat Berharga

Sulsel | Jum'at, 10 September 2021 | 12:53 WIB

Terkini

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB