Kangen ke Luar Negeri? Perjalanan Internasional Diperkirakan Normal di 2024

Siswanto, ABC

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:57 WIB
Kangen ke Luar Negeri? Perjalanan Internasional Diperkirakan Normal di 2024
Illustrasi: Pesawat-pesawat Air Canada di Bandara Vancouver, British Columbia, Kanada (REUTERS/Ben Nelms)

Suara.com - Secara perlahan berpergian ke penjuru dunia mulai lebih mudah dibandingkan saat awal pandemi COVID-19, termasuk ke Australia.

Namun Paul Griffin, pakar masalah virus di Australia mengatakan dengan masih berlanjutnya penularan kasus COVID-19 di berbagai bagian dunia, akan sulit memperkirakan apa yang terjadi di tahun 2022.

"Kalau rencana liburan bisa ditunda, saya rasa itu yang terbaik dilakukan, khususnya karena sistem kita baru saja berangsur kembali," kata Dr Griffin.

Perjalanan ke luar negeri dengan pesawat terbang tidak lagi sesederhana membeli tiket kemudian bisa naik pesawat.

Berbagai persiapan harus dilakukan, seperti yang diceritakan wartawan ABC Britney Kleyn yang melakukan perjalanan dari Brisbane, ibu kota Queensland, ke Los Angeles, Amerika Serikat bulan ini.

Selain memastikan ia sudah mendapatkan vaksinasi penuh dua dosis, Britney juga harus mendapatkan hasil tes PCR negatif maksimal 24 jam sebelum keberangkatan. 

Karena sulitnya untuk bisa melakukan tes di pusat tes COVID dekat rumahnya, Britney memutuskan untuk tiba di bandara 24 jam sebelum berangkat dan hasilnya didapatkan sesaat sebelum pesawat lepas landas.

Walau dia tidak memiliki gejala sama sekali, Britney merasa masih cemas ketika menunggu hasil tes keluar.

Karena bila hasilnya negatif, seluruh rencana perjalanannya ke Amerika Serikat harus dibatalkan.

baca juga

"Saat ini ada begitu banyak kecemasan terkait dengan itu," kata Pierre Benckendorff, peneliti perilaku perjalanan di University of Queensland.

Dr Benckendorff mengatakan ada banyak kendala yang dihadapi pelaku perjalanan setelah pandemi.

"Rasa sabar, kita harus benar-benar sabar untuk mengerti jika rencana perjalanan kita akan terganggu, terutama bila kita di luar negeri dan terkena COVID," katanya.

"Saya kira dunia penerbangan dan perjalanan baru akan pulih, seperti sebelum tahun 2019, paling cepat sekitar tahun 2024, jadi masih dua tahunan lagi."

'Tak mau mengambil risiko apa pun'

Maddy Black, 24 tahun, pindah dari Brisbane ke Uni Emirat Arab tiga tahun lalu.

Maddy adalah pesepeda profesional untuk Kepolisian Dubai dan belum bisa kembali ke Australia karena Australia pernah mengharuskan karantina wajib di hotel.

"Sampai tidak ada karantina lagi dan saya bisa terbang langsung untuk bertemu keluarga, saya tidak mau mengambil risiko apa pun setelah semua kerja keras yang sudah dilakukan selama beberapa tahun terakhir."

Maddy sudah mendapatkan vaksinasi tiga dosis, namun masih enggan melakukan perjalanan sampai ada kepastian mengenai penerbangan yang teratur dan juga penghapusan karantina.

Dr Benckendorff mengatakan masalah keuangan juga menjadi salah satu tantangan besar bagi mereka yang hendak keluar negeri.

"Melakukan perjalanan sekarang jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya, ketersediaan penerbangan sangat terbatas, sehingga harga tiket jadi lebih mahal," katanya.

"Juga ada risiko penerbangan ditunda atau dibatalkan atau hotel dibatalkan karena saat ini di seluruh dunia banyak terjadi kekurangan tenaga kerja di bidang layanan jasa."

Tetapi menurutnya Australia kemungkinan besar akan menjadi destinasi yang populer, setelah nanti benar-benar membuka perbatasannya.

"Adanya destinasi seperti Australia, di mana tingkat vaksinasi-nya tinggi, maka akan terlihat lebih aman dibandingkan tujuan lainnya," kata Dr Benckendorff.

Maskapai penerbangan Australia Qantas adalah salah satu maskapai yang berusaha beradaptasi ke situasi "COVID normal".

Untuk penerbangan Sydney ke Los Angeles, Qantas menawarkan empat kali penerbangan seminggu.

Rencananya penerbangan akan ditingkatkan menjadi tujuh kali per minggu mulai bulan Maret 2022 atau sama seperti sebelum COVID.

Lebih baik terbang setelah 'booster'

Setibanya di Bandara Internasional Los Angeles, Britney mengatakan melihat ada tiga perbedaan besar dari keadaan sebelum pandemi.

Yang pertama lebih sedikit orang berada di bandara, karena memang jumlah penerbangan yang lebih rendah. 

Ini membuatnya lebih menyenangkan karena antrean di imigrasi dan pengambilan barang lebih pendek.

Masker tetap harus digunakan, bahkan selama berada di dalam pesawat.

Bukti vaksinasi juga sekarang sudah sama pentingnya dengan dokumen perjalanan seperti paspor.

"Saya ditanya berulang kali selama perjalanan dan ini juga menambah dokumen yang harus kita siapkan sekarang ini."

Dr Beckendorff mengatakan pelaku perjalanan harus mendapatkan suntikan 'booster' atau vaksin tambahan dari dua dosis sebelum mereka berangkat "untuk memberikan Anda perlindungan ekstra".

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saudia Airlines Hadirkan Penawaran Perjalanan Internasional Eksklusif dan Kolaborasi Strategis

Saudia Airlines Hadirkan Penawaran Perjalanan Internasional Eksklusif dan Kolaborasi Strategis

Lifestyle | Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:04 WIB

Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Perjalanan Internasional, Karantina Diperketat

Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Perjalanan Internasional, Karantina Diperketat

News | Minggu, 28 November 2021 | 22:44 WIB

Terkini

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:03 WIB

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 20:00 WIB

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:53 WIB

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 19:46 WIB

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:32 WIB

×